HARIE.ID | BANDA ACEH — Manajemen Parkside Hotel Group melakukan rotasi dan mutasi sejumlah General Manager (GM) di berbagai wilayah Indonesia.
Dalam kebijakan yang efektif mulai 1 Mei 2026, Noersyam Akhmad dipercaya mengemban tugas di Banda Aceh.
Presiden Direktur Mugi Harjo menunjuk Noersyam sebagai Cluster General Manager Portola Grand Arabia Banda Aceh, sekaligus membawahi pengembangan Sales & Marketing untuk jaringan Portola di Aceh, meliputi Portola Grand Arabia Banda Aceh, Portola Arabia Banda Aceh, hingga Portola Grand Renggali Takengon.
Penunjukan ini bukan tanpa alasan. Noersyam dikenal sebagai “spesialis pembenahan hotel” yang memiliki rekam jejak kuat dalam mengangkat performa bisnis, mulai dari strategi pemasaran hingga penguatan sumber daya manusia (SDM).
Sebelumnya, ia sukses membawa kemajuan signifikan di Parkside Takengon, sebelum kemudian mengembangkan Parkside Meuligoe Hotel dan Portola Tiara Hotel Meulaboh sebagai cluster General Manager.
Di bawah kepemimpinannya, kedua hotel tersebut mengalami peningkatan kinerja yang cukup mencolok, baik dari sisi okupansi maupun positioning pasar.
Kini, Noersyam diberi mandat untuk melakukan pembenahan menyeluruh di Portola Grand Arabia Banda Aceh.
Hotel ini dipandang memiliki potensi besar namun membutuhkan sentuhan strategis untuk akselerasi pertumbuhan.
“Ini adalah penugasan penting. Pola yang sama seperti di Takengon dan Meulaboh diharapkan bisa diterapkan kembali,” kata Mugi Harjo, Kamis 30 April 2026.
Dalam rotasi tersebut, sejumlah posisi GM juga mengalami pergeseran. Eddy Suhedy, yang sebelumnya menjabat GM Portola Grand Arabia Banda Aceh, kini berpindah ke Parkside Meuligoe Hotel Meulaboh.
Sementara Zainal Mutaqin dari Portola Arabia Banda Aceh ditugaskan ke Portola Tiara Meulaboh.
Abdul Rahman, yang sebelumnya memimpin Parkside Wamena Papua, kini dipercaya menangani Portola Grand Renggali Takengon.
Prosesi serah terima jabatan dipimpin langsung oleh Syahrizal Harris, Director Strategic & Business Support, serta turut dihadiri para pemilik hotel, yakni Cut Dari Elfinta (owner Parkside Meuligoe Hotel) dan Teuku Ferdiansyah (owner Portola Tiara Hotel).
Rotasi ini menjadi bagian dari strategi besar perusahaan dalam memperkuat kinerja operasional dan daya saing hotel di berbagai daerah, khususnya di Aceh yang tengah berkembang sebagai destinasi wisata dan bisnis.
Laporan | Karmiadi











