HARIE.ID | TAKENGON – Anggota DPRK Aceh Tengah dari Fraksi PKS, Ikhsanuddin, mendorong Pemkab untuk memastikan stabilitas harga dan ketersediaan bahan kebutuhan pokok menjelang Ramadan 1447 Hijriah.
Menurutnya, bulan suci Ramadan harus disambut dengan suasana yang tenang dan kondusif, tanpa dibayangi kenaikan harga yang memberatkan masyarakat.
Ikhsanuddin mengatakan, pemerintah melalui instansi terkait perlu melakukan langkah-langkah antisipatif sejak dini, seperti memantau stok bahan pokok di pasar, mengawasi distribusi barang, serta mencegah adanya praktik penimbunan yang dapat memicu lonjakan harga dan gerakan pangan murah.
“Menjelang Ramadan, permintaan masyarakat terhadap berbagai kebutuhan pokok biasanya meningkat. Karena itu, pemerintah harus hadir untuk memastikan stok aman dan harga tetap stabil agar masyarakat dapat menjalankan ibadah dengan tenang,” ujar Ikhsanuddin di Takengon, Senin 16 Februari 2026.
Ia menambahkan, sejumlah komoditas yang perlu mendapat perhatian khusus antara lain beras, minyak goreng, gula pasir, telur, cabai, bawang merah, daging, dan kebutuhan pokok lainnya yang sering mengalami fluktuasi harga menjelang hari-hari besar keagamaan.
Menurutnya, stabilitas harga bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga membutuhkan kerja sama seluruh pihak, termasuk pelaku usaha, distributor, dan pedagang agar tidak mengambil keuntungan berlebihan di tengah meningkatnya kebutuhan masyarakat.
“Jangan sampai momentum Ramadan justru dimanfaatkan oleh oknum tertentu untuk menaikkan harga secara tidak wajar. Kita ingin masyarakat, terutama kalangan menengah ke bawah, tetap dapat memenuhi kebutuhan sehari-hari dengan harga yang terjangkau,” katanya.
Ikhsanuddin juga meminta pemerintah daerah untuk memperkuat koordinasi dengan instansi terkait guna melakukan operasi pasar jika diperlukan, terutama pada komoditas yang mengalami kenaikan signifikan.
Selain itu, ia mengajak masyarakat untuk tetap bijak dalam berbelanja dan tidak melakukan pembelian secara berlebihan yang dapat memicu kelangkaan barang di pasaran.
“Ramadan adalah bulan yang mengajarkan kesederhanaan dan kepedulian. Mari kita sambut bulan suci ini dengan semangat kebersamaan, saling membantu, dan menjaga stabilitas ekonomi daerah agar seluruh masyarakat dapat merasakan keberkahan Ramadan,” ujarnya.
Ia berharap, dengan pengawasan yang optimal dan sinergi seluruh pihak, kondisi pasar di Aceh Tengah tetap terkendali sehingga masyarakat dapat menjalankan ibadah Ramadan 1447 Hijriah dengan khusyuk dan penuh kebahagiaan.
“Semoga Ramadan tahun ini membawa keberkahan bagi kita semua. Saya berharap pemerintah dapat terus hadir menjaga stabilitas harga dan memastikan kebutuhan masyarakat terpenuhi dengan baik,” pungkas Ikhsanuddin.
Laporan Karmiadi











