HARIE.ID | TAKENGON – Anggota DPRK Aceh Tengah Ikhsanuddin, menyambut baik pelaksanaan Konferensi Cabang (Konfercab) VIII Nahdlatul Ulama (NU) Kabupaten Aceh Tengah yang berlangsung di Gedung PLHUT Aceh Tengah, Minggu 17 Mei 2026.
Ia berharap forum lima tahunan tersebut mampu melahirkan kepengurusan yang solid, visioner, dan semakin memperkuat pelayanan kepada umat.
Menurut Ikhsanuddin, Konfercab bukan sekadar agenda pergantian kepengurusan, tetapi menjadi momen untuk memperkuat peran organisasi keagamaan dalam membangun masyarakat yang religius, moderat, dan berdaya saing.
“Siapapun yang nantinya terpilih sebagai ketua dan pengurus, mari kita dukung bersama. NU adalah organisasi besar yang memiliki sejarah panjang dalam menjaga persatuan, merawat nilai-nilai Islam yang moderat, serta berkontribusi bagi pembangunan bangsa,” ujar Ikhsanuddin.
NU kata dia, harus terus berkolaborasi dengan pemerintah daerah dalam berbagai program keumatan.
Menurut Ikhsanuddin, sinergi antara pemerintah daerah dan organisasi keagamaan sangat diperlukan, terutama dalam membangun karakter masyarakat, meningkatkan kecintaan terhadap Al-Qur’an, memakmurkan masjid, serta memperhatikan kesejahteraan anak yatim dan kelompok rentan lainnya.
“NU memiliki jaringan yang kuat hingga ke tingkat akar rumput. Jika potensi besar ini dikolaborasikan dengan program pemerintah daerah, saya yakin akan lahir banyak gerakan sosial dan keagamaan yang memberi manfaat besar bagi masyarakat Aceh Tengah,” katanya.
Ia juga menilai, pascabencana hidrometeorologi yang melanda Aceh Tengah pada akhir tahun 2025 lalu, organisasi keagamaan seperti NU memiliki peran strategis dalam menguatkan solidaritas sosial dan memberikan pendampingan moral kepada masyarakat.
“Kita merasakan bagaimana musibah yang terjadi beberapa waktu lalu menyisakan banyak pelajaran. Di saat seperti itulah peran ulama dan organisasi keagamaan sangat dibutuhkan untuk menguatkan semangat masyarakat, menumbuhkan optimisme, dan menjaga persaudaraan,” ujarnya.
Ikhsanuddin berharap kepengurusan NU Aceh Tengah periode 2026–2031 dapat terus menjadi mitra strategis pemerintah sekaligus menjadi garda terdepan dalam menjaga kerukunan dan persatuan umat.
“NU telah terbukti menjadi perekat bangsa dan penjaga nilai-nilai keislaman yang rahmatan lil alamin. Saya berharap Konfercab ini menghasilkan kepengurusan yang amanah, mampu merawat jam’iyah, serta semakin dekat dengan kebutuhan masyarakat,” katanya.
Ia mengajak seluruh kader dan warga Nahdliyin untuk menjadikan Konfercab VIII sebagai momentum memperkuat ukhuwah dan membangun organisasi yang lebih maju.
“Perbedaan pilihan dalam musyawarah adalah hal biasa, tetapi setelah itu kita harus kembali bersatu demi kemajuan NU dan kemaslahatan umat. Saya optimistis NU Aceh Tengah akan semakin maju dan terus menjadi mitra penting dalam pembangunan daerah,” tutup Ikhsanuddin.
Laporan | Karmiadi











