ADVERTISEMENT

Berbahaya! Pasak Kayu Berserakan di Musara Alun Takengon

Picture of Karmiadi Arinos

Karmiadi Arinos

Pasak kayu di Lapangan Musara Alun Takengon (Photo/HR)

TAKENGON | HARIE.ID – Sejumlah pasak kayu yang masih tertancap di Lapangan Musara Alun, Takengon, dikeluhkan warga karena dinilai membahayakan masyarakat yang beraktivitas di kawasan tersebut.

Pasak-pasak itu terlihat masih tersebar di beberapa titik lapangan, termasuk di area yang kerap digunakan anak-anak untuk bermain sepak bola.

Berdasarkan pantauan di lokasi, salah satu pasak kayu tampak masih mencuat dari permukaan tanah di tengah hamparan lapangan.

BACA JUGA

Kondisi tersebut berpotensi membahayakan pengguna, terutama saat berlari atau bermain olahraga.

Menurut keterangan salah seorang pengguna Musara Alun yang enggan disebutkan namanya, keberadaan pasak kayu tersebut sudah seharusnya segera dibersihkan karena dapat memicu kecelakaan.

“Kalau tidak diperhatikan, orang bisa tersandung atau terluka. Sore hari banyak anak-anak latihan bola di sini, jadi sangat berbahaya,” ujarnya, Kamis 16 Juli 2026.

Informasi yang dihimpun, pasak-pasak tersebut merupakan sisa perlengkapan yang digunakan untuk menopang teratak saat pelaksanaan kegiatan adat Iserahen ku Tengku Guru tingkat Sekolah Dasar dan Sekolah Menengah Pertama dari lima kecamatan, yakni Bebesen, Pegasing, Lut Tawar, Bies, dan Kebayakan.

Namun setelah kegiatan berakhir, sisa pasak kayu diduga belum seluruhnya dicabut dari lapangan sehingga masih tertinggal hingga kini.

Musara Alun merupakan ruang publik yang setiap hari dimanfaatkan masyarakat untuk berolahraga, bermain sepak bola, jogging, hingga berbagai aktivitas fisik lainnya.

Selain itu, lapangan tersebut saat ini juga tengah menjalani proses revitalisasi. Karena itu, warga ini berharap, pihak terkait maupun panitia kegiatan segera melakukan pembersihan menyeluruh terhadap sisa-sisa pasak kayu agar tidak membahayakan keselamatan masyarakat.

“Supaya Musara Alun tetap aman sebagai ruang olahraga dan aktivitas publik,” pungkasnya.

Laporan | Karmiadi 

BERITA TERKAIT