TAKENGON | HARIE.ID – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Aceh Tengah mulai matangkan persiapan Karnaval Budaya dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun ke-81 Republik Indonesia.
Melalui rapat koordinasi lintas Organisasi Perangkat Daerah (OPD), seluruh aspek teknis hingga pengamanan dibahas secara menyeluruh agar perhelatan budaya yang dijadwalkan berlangsung, Senin 10 Agustus 2026, berjalan aman, tertib dan lancar.
Rapat koordinasi itu dipimpin Plt Kadisdikbud Aceh Tengah, Salimsyah, berlangsung di Aula Disdikbud setempat, Jum’at 31 Juli 2026.
Kegiatan tersebut turut dihadiri perwakilan Dinas Perhubungan, Satpol PP dan Wilayatul Hisbah (WH), Dinas Pemuda dan Olahraga, Dinas Koperasi dan UKM, Dinas Lingkungan Hidup, serta Tim Lapangan.
Kata Salimsyah, kegiatan itu menyatukan persepsi dan memastikan setiap perangkat daerah menjalankan tugas sesuai bidang masing-masing, mulai dari pengaturan lalu lintas, pengamanan, penataan UMKM, hingga kebersihan lokasi kegiatan.
Yang dibahas terkait lokasi pelaksanaan, skema penempatan peserta, serta penataan kawasan UMKM.
“Area pelaku usaha akan diatur sedemikian rupa agar tidak menghambat jalur keluar-masuk peserta maupun masyarakat yang menyaksikan karnaval,” kata Salimsyah.
Penataan tersebut kata dia, penting untuk menjaga kenyamanan pengunjung sekaligus mendukung kelancaran mobilitas selama rangkaian kegiatan berlangsung.
Di sektor transportasi, Dinas Perhubungan telah menyiapkan rekayasa lalu lintas melalui peninjauan rute, pengaturan akses kendaraan, hingga penyediaan kantong parkir bagi peserta dan masyarakat.
Langkah tersebut dilakukan untuk meminimalkan potensi kemacetan selama berlangsungnya karnaval yang diperkirakan akan menarik ribuan pengunjung.
Sementara itu, Satpol PP dan Wilayatul Hisbah telah memastikan kesiapan personel pengamanan dengan menambah petugas di sejumlah titik strategis, terutama di pintu masuk Musara Alun dan kawasan depan Kantor Bupati Aceh Tengah.
“Karena salah satu akses menuju lokasi masih terdampak pekerjaan revitalisasi fisik Taman Budaya Gayo, panitia telah menyiapkan jalur alternatif melalui kawasan GOS dan depan BSI,” ujarnya.
Pengalihan akses tersebut diharapkan mampu menjaga keamanan peserta sekaligus memperlancar arus masuk dan keluar selama kegiatan berlangsung.
Di sisi lain, Dinas Pemuda dan Olahraga akan terus melakukan koordinasi antar panitia agar seluruh rangkaian acara berjalan sesuai rencana.
“Beberapa hal yang menjadi perhatian antara lain penataan UMKM yang lebih tertib, sterilisasi pintu utama lokasi kegiatan, hingga evaluasi mekanisme penjurian agar berlangsung objektif dan profesional,” katanya.
Seluruh pihak sepakat mengajak masyarakat, peserta, serta pelaku UMKM untuk bersama-sama menjaga kebersihan lingkungan selama pelaksanaan Karnaval Budaya.
“Kolaborasi seluruh OPD dan dukungan masyarakat, Karnaval Budaya ini diharapkan tidak hanya menjadi ajang hiburan, tetapi menjadi etalase pelestarian budaya Gayo serta penggerak ekonomi masyarakat melalui keterlibatan pelaku UMKM lokal,” pungkas Salimsyah.
Laporan | Karmiadi









