TAKENGON | HARIE.ID – Baitul Mal Kabupaten Aceh Tengah respon informasi Nia Rahmadani, warga Kampung Asir-Asir, Kecamatan Lut Tawar, yang saat ini tengah berjuang melawan tumor ganas.
Saat itu, Baitul Mal Aceh Tengah langsung melakukan verifikasi ke lapangan. Saat itu, Baitul Mal menyarankan melengkapi administrasi.
Bantuan yang diberikan melalui program penyakit kronis untuk membantu meringankan beban pengobatan.
Kepala Sekretariat Baitul Mal, Majid melalui Kasubbag Pengumpulan Baitul Mal Kamaruddin mengatakan, pihaknya telah merespon penyakit yang dialami Nia Rahmadani seperti yang beredar di pemberitaan wartawan.
“Kami merespon dan meminta pihak keluarga untuk melengkapi berkas. Allhamdulilah, berkasnya telah kami terima Jumat 31 Juli 2026,” kata Kamaruddin.
Berkas tersebut diserahkan langsung oleh ibunda Nia, Yetnawita, saat itu ia datang langsung ke kantor Baitul Mal sebagai ikhtiar memperoleh dukungan pembiayaan pengobatan bagi putrinya.
Setelah berkas tersebut lengkap, Baitul Mal menindaklanjuti sesuai prosedur dan mekanisme yang berlaku.
“Allhamdulilah, sore itu langsung kami kirimkan ke rekening orang tua Nia,” katanya.
Ia menjelaskan, setiap permohonan bantuan yang masuk tetap melalui proses administrasi dan verifikasi untuk memastikan bantuan diberikan kepada pihak yang benar-benar berhak menerima.
Pendataan dilakukan berdasarkan pengajuan dari masyarakat sehingga prinsip transparansi, akuntabilitas, dan ketepatan sasaran tetap terjaga.
Kamaruddin juga berujar, Nia Rahmadani sebelumnya pernah menerima bantuan dari Baitul Mal Aceh Tengah pada tahun 2025.
“Insyaallah hari senin kami akan berkunjung ke rumah Nia Rahmadani,” pungkas Kamaruddin.
Terpisah, Ketua Baitul Mal Aceh Tengah, Azkia Umar menyebut, bantuan tersebut berasal dari asnaf miskin dalam program bantuan penyakit kronis dengan nilai Rp5.000.000.
“Baitul Mal berupaya membantu biaya pengobatan Nia. Kami berharap bantuan ini dapat sedikit meringankan beban keluarga dan semoga Allah SWT segera mengangkat penyakit yang diderita Nia,” ujar Azkia Umar.
Pihaknya berupaya memberikan pelayanan yang cepat kepada masyarakat yang membutuhkan, khususnya bagi mustahik yang sedang menghadapi persoalan kesehatan.
Pendampingan tersebut menjadi bagian dari komitmen lembaga zakat itu dalam membantu mustahik yang masih membutuhkan dukungan berkelanjutan.
Menurutnya, pengelolaan dana zakat, infak, dan sedekah tidak hanya berorientasi pada penyaluran bantuan, tetapi juga memastikan manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat yang membutuhkan, terutama mereka yang menghadapi penyakit kronis dengan biaya pengobatan yang tidak sedikit.
“Semoga bantuan ini bermanfaat,” pungkasnya.
Laporan | Karmiadi











