ADVERTISEMENT

Kadis Sosial Aceh Turun ke Pengungsian Korban Kebakaran Jagong Jeget

Picture of Karmiadi Arinos

Karmiadi Arinos

Atas nama Pemerintah Aceh, Kadis Sosial, Budi Safrizal kuatkan korban kebakaran Jagong Jeget (Photo.Ist)

TAKENGON | HARIE.ID — Kepala Dinas Sosial Aceh Budi Afrizal, SKM, M.KM, mengunjungi langsung lokasi pengungsian korban kebakaran di Desa Jeget Ayu, Kecamatan Jagong Jeget, Kabupaten Aceh Tengah, Selasa 11 Agustus 2026.

Kunjungan tersebut dilakukan atas nama Pemerintah Aceh sebagai bentuk kepedulian sekaligus menyampaikan dukungan kepada warga yang kehilangan rumah dan harta benda akibat musibah kebakaran.

Budi Afrizal menyampaikan keprihatinan dan belasungkawa kepada seluruh korban.

BACA JUGA

Menurutnya, kebakaran bukan hanya menyebabkan kerugian material, tetapi juga meninggalkan duka dan rasa kehilangan bagi keluarga yang terdampak.

“Kami turut prihatin dan berduka atas musibah kebakaran yang menimpa saudara-saudara kita di Desa Jeget Ayu. Musibah ini tentu meninggalkan duka dan kehilangan yang mendalam, baik harta benda maupun rasa aman,” ujar Budi Afrizal.

Atas nama Gubernur, Wakil Gubernur, dan Sekretaris Daerah Aceh, ia berharap para korban diberi kekuatan untuk melewati masa sulit dan kembali menata kehidupan mereka.

“Semoga Allah SWT memberikan kesabaran dan ketabahan kepada seluruh korban dan keluarga yang terdampak. Semoga segala sesuatu yang hilang mendapatkan pengganti yang lebih baik dan Allah SWT memberikan kekuatan kepada kita semua untuk melewati ujian ini,” katanya.

Di tengah musibah tersebut, Budi melihat kuatnya solidaritas masyarakat. Bantuan dan kepedulian yang terus berdatangan, menurutnya, menjadi bukti, para korban tidak menghadapi masa sulit ini seorang diri.

“Di tengah musibah ini, kita juga melihat indahnya kebersamaan. Bantuan, do’a, dan empati dari berbagai pihak menunjukkan saudara-saudara kita yang terdampak tidak sendiri. Inilah kekuatan gotong royong dan kepedulian masyarakat Aceh,” ujarnya.

Ia pun mengajak seluruh elemen masyarakat Aceh Tengah untuk terus bergandengan tangan membantu para korban selama masa pemulihan.

Budi menegaskan, dukungan tidak selalu harus berupa bantuan materi. Kehadiran, tenaga, do’a, dan kepedulian juga menjadi bagian penting dalam menguatkan warga yang sedang bangkit dari musibah.

“Kami mengajak seluruh masyarakat Aceh Tengah untuk bersama-sama meringankan beban saudara-saudara kita yang sedang tertimpa musibah. Mari kita hadir bersama dan memberikan dukungan sesuai kemampuan masing-masing, baik melalui doa, tenaga, maupun bantuan materi,” katanya.

Menurut Budi, solidaritas tersebut perlu dijaga agar para korban memiliki kekuatan untuk kembali menata kehidupan setelah kehilangan yang mereka alami.

“Semoga semangat gotong royong dan kepedulian ini terus kita jaga. Dengan kebersamaan, kita berharap saudara-saudara kita yang terdampak dapat segera bangkit dan kembali menata kehidupan mereka,” pungkasnya.

Laporan | Karmiadi 

BERITA TERKAIT