TAKENGON | HARIE.ID — Baitul Mal Kabupaten (BMK) Aceh Tengah salurkan bantuan masa panik senilai Rp210 juta kepada 84 Kepala Keluarga (KK) korban kebakaran di Kecamatan Jagong Jeget.
Masing-masing keluarga menerima bantuan tunai sebesar Rp2,5 juta untuk memenuhi kebutuhan darurat setelah kehilangan tempat tinggal.
Penyaluran bantuan dilakukan secara bertahap. Sebanyak 10 KK menerima bantuan secara simbolis dari Bupati Aceh Tengah, Haili Yoga, di lokasi pengungsian pada Minggu 09 Agustus 2026.
Selanjutnya, bantuan untuk warga terdampak lainnya diserahkan tim lapangan BMK Aceh Tengah, Selasa 11 Agustus 2026.
Penyaluran lanjutan tersebut dihadiri Ketua BMK Aceh Tengah, Ir. Azkia Umar, ST, bersama jajaran komisioner, Kepala Sekretariat Majid, SE, M.A.P, serta pejabat teknis BMK. Hadir pula Wakil Bupati Aceh Tengah, Muchsin Hasan, MSP.
Azkia Umar mengatakan, bantuan tersebut bersumber dari dana zakat, infak, dan sedekah yang dihimpun Baitul Mal dari para muzakki.
Menurutnya, bantuan masa panik merupakan bentuk kepedulian untuk membantu warga memenuhi kebutuhan paling mendesak setelah bencana.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada para muzakki yang telah mempercayakan zakatnya melalui Baitul Mal. Kepada masyarakat yang terdampak, kami berharap tetap sabar dan tawakal menghadapi ujian ini,” ujar Azkia Umar, Rabu 12 Agustus 2026.
Ia berharap, bantuan tersebut dapat meringankan beban warga yang kini harus menjalani kehidupan di tengah kondisi serba terbatas.
Kepala Sekretariat BMK Aceh Tengah, Majid mengatakan, pihaknya tidak berhenti pada penyaluran bantuan masa panik.
BMK Aceh Tengah juga berkoordinasi dengan pemerintah provinsi dan telah mengusulkan data warga terdampak kepada Baitul Mal Aceh (BMA) untuk memperoleh dukungan tambahan.
Upaya tersebut kemudian mendapat respons melalui penyaluran bantuan pendamping dari BMA senilai Rp359,9 juta.
Bantuan tersebut diberikan dalam berbagai bentuk, mulai dari uang tunai, sembako, kasur hingga perlengkapan sekolah bagi warga terdampak.
Dengan tambahan dukungan dari BMA, total bantuan yang telah bergulir melalui jaringan Baitul Mal untuk korban kebakaran Jagong Jeget mencapai Rp569,9 juta.
Bantuan tersebut diharapkan tidak hanya menjadi penyangga kebutuhan warga pada masa-masa awal pascabencana, tetapi, menjadi bagian dari ikhtiar bersama untuk membantu keluarga korban.
“Bantuan ini diharapkan dapat menata kehidupan kembali setelah kehilangan tempat tinggal dan harta benda akibat kebakaran,” pungkasnya.
Laporan | Karmiadi











