HARIE.ID | TAKENGON — Akses jalan menuju perkebunan masyarakat Kampung Serempah atau secara umum masyarakat Ketol, Aceh Tengah, dilaporkan lumpuh total pascabencana hidrometeorologi.
Kondisi tersebut membuat aktivitas ekonomi warga terganggu dan mendorong masyarakat meminta pemerintah segera melakukan penanganan.
Koordinator aksi, Sutris, menyampaikan kondisi itu kepada pihak eksekutif dan legislatif saat menyampaikan tuntutan masyarakat, Kamis 20 Agustus 2026.
“Pasca bencana akses jalan perkebunan lumpuh total, ekonomi masyarakat sangat terganggu,” kata Sutris.
Merespons keluhan tersebut, Wakil Bupati Aceh Tengah, Muchsin Hasan, langsung meminta Kepala Dinas PUPR melakukan peninjauan ke lokasi.
Muchsin mengatakan, jika hasil survei menemukan ruas jalan yang tertimbun atau mengalami kerusakan akibat bencana, pemerintah akan segera menurunkan alat berat untuk membuka kembali akses masyarakat.
“Kadis PUPR segera melihat. Kalau ada jalan yang tertimbun, dalam dua atau tiga hari ke depan kita turunkan alat berat,” kata Muchsin.
Menurutnya, pemerintah tidak menutup mata terhadap kondisi yang dirasakan masyarakat Kampung Serempah. Ia berujar, keluhan warga menjadi bagian dari persoalan yang juga dirasakan pemerintah daerah.
“Apa yang bapak ibu rasakan, ikut kami rasakan,” ujarnya.
Muchsin menambahkan, penanganan tidak hanya menyasar jalan perkebunan, tetapi juga jembatan yang mengalami kerusakan akibat bencana.
Setelah survei dilakukan, pemerintah akan menentukan kebutuhan penanganan dan mengerahkan alat berat sesuai kondisi di lapangan.
Ia menjelaskan, pemerintah juga memiliki program perbaikan dan rehabilitasi terhadap infrastruktur yang terdampak bencana hidrometeorologi.
Namun, program tersebut tidak sepenuhnya menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Kabupaten (APBK) Aceh Tengah.
“Itu bukan dari anggaran APBK, melainkan dari pemerintah pusat,” jelasnya.
Muchsin memastikan pemerintah daerah tetap berada bersama masyarakat Kampung Serempah, terutama dalam proses pemulihan akses dan infrastruktur yang terdampak bencana.
“Kami tetap bersama masyarakat Kampung Serempah,” pungkasnya.
Laporan | Karmiadi











