ADVERTISEMENT

Geruduk DPRK Aceh Tengah, Masyarakat Ketol Tagih Kepastian Relokasi

Picture of Karmiadi Arinos

Karmiadi Arinos

Masyarakat Ketol saat unjuk rasa ke gedung DPRK Aceh Tengah (Photo.Harie)

TAKENGON | HARIE.ID — Forum Masyarakat Ketol (Formasket) mendatangi Gedung DPRK Aceh Tengah, Kamis 20 Agustus 2026.

Mereka mendesak Bupati Aceh Tengah, Haili Yoga segera memberikan kepastian terkait relokasi warga Kampung Serempah, Kecamatan Ketol, yang hingga kini masih menunggu hunian tetap pascabencana.

Masyarakat menilai persoalan relokasi tidak cukup hanya disampaikan melalui janji atau pernyataan di media sosial.

BACA JUGA

Mereka meminta pemerintah daerah memastikan langsung kapan warga dapat menempati hunian tetap serta bagaimana nasib bantuan yang hingga kini disebut belum seluruhnya diterima.

Penanggung jawab aksi, Sutrisno, meminta Bupati Haili Yoga menemui langsung masyarakat. “Kami hari ini sudah janji bertemu Bupati hari ini. Kami butuh kepastian sekarang,” kata Sutris.

Menurut Sutris, masyarakat telah cukup lama menunggu di hunian sementara. Karena itu, mereka meminta pemerintah tidak lagi memberikan jawaban yang bersifat normatif.

Ia berujar, masyarakat akan tetap bertahan di Gedung DPRK Aceh Tengah apabila Bupati tidak hadir menemui mereka.

“Jika Bupati tidak hadir, kami akan bermalam di DPRK ini,” tegasnya.

Sutris juga mengkritik pemerintah daerah yang dinilai lebih banyak menampilkan aktivitas penanganan bencana melalui media sosial, sementara realisasi di lapangan belum sesuai dengan harapan masyarakat.

“Pemerintah daerah kita hanya pencitraan di media sosial. Masalah realisasi jauh dari harapan. Hari ini kami butuh kepastian,” katanya.

Formasket mendesak Pemkab Aceh Tengah segera merelokasi warga Kampung Serempah dan membangun hunian tetap bagi masyarakat yang masih bertahan di hunian sementara.

Tuntutan tersebut disampaikan karena persoalan relokasi dan pembangunan hunian tetap belum memperoleh kepastian yang jelas.

Selain itu, sebagian warga yang masih menempati hunian sementara disebut belum menerima sejumlah bantuan yang sebelumnya dijanjikan pemerintah.

Laporan | Karmiadi 

BERITA TERKAIT