ADVERTISEMENT

Wabup Muchsin Harap Sewa Lapak di Blang Bebangka “Dirasionalkan” 

Picture of Karmiadi Arinos

Karmiadi Arinos

Wakil Bupati Aceh Tengah, Muchsin Hasan saat membuka kegiatan pacuan Kuda Tradisional Gayo dalam rangka memeriahkan HUT Ke-82 RI di Blang Bebangka, Pegasing (Photo.Ist)

HARIE.ID | TAKENGON — Wakil Bupati Aceh Tengah, Muchsin Hasan, meminta penyelenggara Pacuan Kuda Tradisional Gayo merasionalisasi kembali tarif sewa lapak yang tengah menjadi sorotan publik.

Ia berujar, event yang digelar untuk rakyat jangan justru membuat pedagang dan masyarakat terbebani.

Permintaan itu disampaikan Muchsin Hasan saat membuka Pacuan Kuda Tradisional Gayo dalam rangka memeriahkan HUT ke-81 Republik Indonesia di Lapangan H. M Hasan Gayo, Blang Bebangka, Kecamatan Pegasing, Senin 24 Agustus 2026.

BACA JUGA

Menurut Muchsin, besaran sewa lapak perlu dikaji kembali dengan mempertimbangkan kondisi ekonomi masyarakat. Terlebih, Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah telah mengalokasikan anggaran untuk mendukung pelaksanaan event tersebut.

“Bantu pedagang kita, besar harapan kami dirasionalkan kembali. Kenapa hari ini jadi lebih mahal, dirasionalkan. Kami tidak katakan berapa seyogyanya, karena Pemda sudah memberikan anggaran,” kata Muchsin.

Ia meminta pihak ketiga yang memenangkan tender kegiatan atau event organizer (EO) tidak hanya mengejar sisi penyelenggaraan, tetapi juga memperhatikan suara masyarakat yang menjadi bagian penting dari event tahunan tersebut.

Suara masyarakat, kata Muchsin, harus menjadi pertimbangan bersama.

“Supaya pacuan kuda ini menjadi hiburan untuk rakyat. Apalagi saat ini masyarakat masih berusaha untuk bangkit dari bencana hidrometeorologi, ditambah kopi belum masuk panen,” kata Politisi besutan Bahlil Lahadalia itu.

Tak hanya persoalan lapak, Muchsin juga menyoroti tarif parkir selama pelaksanaan pacuan kuda. Ia meminta penyelenggara memastikan tidak terjadi pungutan liar maupun tarif yang dianggap memberatkan pengunjung.

“Kami harap tidak sampai Rp20 ribu tarif parkir. Kalau ada, kami dengar, akan menjadi evaluasi kami terkait event ini. Harus wajar,” tegasnya.

Ia juga mengajak empat desa di sekitar Blang Bebangka ikut membantu menciptakan suasana event yang nyaman bagi masyarakat.

“Jangan memungut parkir yang mencekik rakyat,” katanya.

Muchsin juga menyoroti kondisi tangga keramik di kawasan tribun utama kegiatan yang dinilai perlu segera dibenahi dan dibersihkan.

Ia meminta EO berkoordinasi dengan dinas kebersihan untuk memastikan area pacuan nyaman bagi pengunjung.

“Sepertinya tidak pernah disapu. Supaya masyarakat hadir ke sini merasa nyaman, penyelenggara EO turunkan tim kebersihan,” ujarnya.

Ia sekaligus mengingatkan seluruh pihak agar tidak melakukan pungutan liar selama event berlangsung.

Di sisi lain, Muchsin berharap, pemerintah tidak menginginkan adanya aktivitas perjudian selama pacuan kuda berlangsung. Ia meminta penyelenggara memastikan event tetap menjadi tontonan dan hiburan masyarakat.

Diketahui, Pacuan Kuda Tradisional Gayo tersebut berlangsung 24-30 Agustus 2026. Event dalam rangka memeriahkan HUT ke-81 RI itu diikuti 204 ekor kuda dari tiga kabupaten di Aceh, yakni Aceh Tengah, Bener Meriah, dan Gayo Lues.

Laporan | Karmiadi 

BERITA TERKAIT