ADVERTISEMENT
harie.id
  • SERAMI
  • BENGKON
  • BERANANG
  • GEGAYANG
  • KEBEN
  • REGEM
  • SANTON
  • SELADANG
  • Tentang HARIE.ID
  • NEWSROOM HARIE.ID
  • SERAMI
  • BENGKON
  • BERANANG
  • GEGAYANG
  • KEBEN
  • REGEM
  • SANTON
  • SELADANG
  • Tentang HARIE.ID
  • NEWSROOM HARIE.ID
No Result
View All Result
harie.id
No Result
View All Result
Home SERAMI

Cangkul Padang “Gugur” Sebelum Ditindak

by Arinos
15 Mei 2025
A A
Cangkul Padang “Gugur” Sebelum Ditindak

Bupati dan Wakil Bupati Aceh Tengah, Haili Yoga dan Muchsin Hasan saat menyaksikan langsung pembongkaran Cangkul Padang milik warga Kala Bintang (Photo/Ist)

HARIE.ID, TAKENGON – Di tepian Danau Lut Tawar yang pagi itu tenang dan berkabut, sejumlah warga tampak sibuk membongkar sendiri alat tangkap ikan yang selama ini menjadi andalan mereka cangkul padang.

Tak ada paksaan, tak ada razia. Hanya ada kesadaran yang tumbuh, pelan tapi pasti, yang mereka lakukan dulu, ternyata mengancam Danau yang selama ini mereka gantungkan hidup.

Bagi sebagian orang, membongkar cangkul padang bisa jadi keputusan pahit. Namun bagi warga Kampung Kala Bintang dan sekitarnya, ini adalah titik balik.

BACA JUGA

Kasus HIV/AIDS Aceh Tengah Capai 97 Orang, Separuh Indikasi Homoseksual 

Sosok Jauhari, Merangkul dengan Humor, Mundur karena Prinsip

Kadis Pertanian Aceh Tengah Jauhari Mengundurkan Diri 

“Kami sadar. Kalau bukan kami yang jaga Danau ini, siapa lagi?” ujar salah seorang nelayan dengan suara lirih, sesaat setelah ia menyandarkan kayu bekas alat tangkap itu di pinggir Danau.

Langkah tak biasa ini menuai apresiasi dari Bupati Aceh Tengah, Haili Yoga,. Ia datang langsung meninjau lokasi pembongkaran, Selasa 13 Mei 2025.

Di hadapan Camat, Reje, dan tokoh masyarakat, ia menyampaikan penghargaan atas sikap sukarela para pemilik cangkul padang.

“Kami sangat mengapresiasi kesadaran masyarakat yang telah secara sukarela membongkar cangkul padang dan cangkul dedem. Ini bukti nyata dari dukungan masyarakat terhadap pelestarian lingkungan dan keberlanjutan sumber daya Danau Lut Tawar,” kata Bupati Haili Yoga.

Cangkul padang atau cangkul dedem, selama ini dikenal sebagai jenis alat tangkap yang efektif namun kontroversial. Menyapu dasar danau dengan cara merusak, menangkap semua yang ada dari ikan dewasa hingga benih-benih muda yang belum sempat tumbuh.

Penggunaan alat ini telah lama dikeluhkan nelayan tradisional yang masih bertahan dengan jaring dan alat ramah lingkungan.

“Kadang kami tidak dapat apa-apa. Tapi yang pakai cangkul padang bisa bawa pulang ember-ember penuh,” ujar seorang nelayan tua yang sejak dulu menolak beralih ke alat tangkap destruktif.

Kini, kesadaran mulai tumbuh. Perlahan tapi mengakar. Di Kala Bintang, cangkul padang tak perlu disita, tak perlu ditertibkan. Ia gugur oleh niat baik pemiliknya.

Langkah ini juga tak berdiri sendiri. Tokoh adat, alim ulama, akademisi, hingga organisasi kepemudaan menyuarakan dukungan.

Mereka menilai, kerusakan Danau Lut Tawar tidak bisa lagi ditoleransi. Apalagi, danau ini rumah bagi ikan Depik, spesies endemik yang mulai terancam.

“Kalau bukan sekarang, kapan lagi?” kata seorang pemuda dari komunitas lingkungan.

“Kerusakan sudah nyata. Tapi kita masih bisa memperbaikinya.” kata Dedy LSM Leuser Hijau Lestari.

Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah menyatakan komitmen untuk terus melakukan sosialisasi dan pendampingan kepada para nelayan. Bahkan, Pemkab telah menerbitkan teguran pertama untuk 175 pemilik alat tangkap ikan ini.

Tujuannya jelas, mengganti alat tangkap merusak dengan yang lebih ramah lingkungan.

Bupati Haili Yoga berharap, tindakan sukarela ini tak hanya berhenti di Kala Bintang. Ia ingin gelombang kesadaran ini menyebar luas, menjadi budaya, bukan sekadar kebijakan sementara.

Karena di balik setiap cangkul padang yang dibongkar, tersimpan harapan agar Danau Lut Tawar kembali jernih, populasi ikan kembali sehat, dan para nelayan bisa kembali tersenyum.

Bukan karena hasil tangkapan yang melimpah, tapi karena tahu mereka telah memilih jalan yang benar.

* Catatan Redaksi

Tags: Aceh TengahCangkul DedemCangkul Padangdanau lut tawarHaili Yoga - Muchsin Hasan
SendShare15Tweet10

BERITA TERKAIT

Sejak 2018-2026, Aceh Tengah Catat 85 Kasus HIV/AIDS, 30 Penderita AIDS Meninggal

Kasus HIV/AIDS Aceh Tengah Capai 97 Orang, Separuh Indikasi Homoseksual 

26 September 2026
Sosok Jauhari, Merangkul dengan Humor, Mundur karena Prinsip

Sosok Jauhari, Merangkul dengan Humor, Mundur karena Prinsip

25 September 2026
Kadis Pertanian Aceh Tengah Jauhari Mengundurkan Diri 

Kadis Pertanian Aceh Tengah Jauhari Mengundurkan Diri 

24 September 2026
Komitmen Bersama! “Jika Oknum TNI/Polri Terlibat PETI dan Mafia BBM Siap Dicopot”

Komitmen Bersama! “Jika Oknum TNI/Polri Terlibat PETI dan Mafia BBM Siap Dicopot”

24 September 2026
Peserta Aksi di DPRK, Minta Bupati Haili Yoga Hadir: “Kalau Tidak Kami Jemput ke Pendopo”

Peserta Aksi di DPRK, Minta Bupati Haili Yoga Hadir: “Kalau Tidak Kami Jemput ke Pendopo”

24 September 2026
Masjid Ruhama Takengon Dibahas dengan Menlu, Haili Yoga Prediksi Anggaran Rp300 – Rp500 Miliar

Masjid Ruhama Takengon Dibahas dengan Menlu, Haili Yoga Prediksi Anggaran Rp300 – Rp500 Miliar

23 September 2026
Next Post
Geruduk DPRK, Warga Desak Copot Reje Kampung Serule

Geruduk DPRK, Warga Desak Copot Reje Kampung Serule

BERITA TERKINI

Sejak 2018-2026, Aceh Tengah Catat 85 Kasus HIV/AIDS, 30 Penderita AIDS Meninggal

Kasus HIV/AIDS Aceh Tengah Capai 97 Orang, Separuh Indikasi Homoseksual 

26 September 2026
Sosok Jauhari, Merangkul dengan Humor, Mundur karena Prinsip

Sosok Jauhari, Merangkul dengan Humor, Mundur karena Prinsip

25 September 2026
Kadis Pertanian Aceh Tengah Jauhari Mengundurkan Diri 

Kadis Pertanian Aceh Tengah Jauhari Mengundurkan Diri 

24 September 2026
Komitmen Bersama! “Jika Oknum TNI/Polri Terlibat PETI dan Mafia BBM Siap Dicopot”

Komitmen Bersama! “Jika Oknum TNI/Polri Terlibat PETI dan Mafia BBM Siap Dicopot”

24 September 2026
Peserta Aksi di DPRK, Minta Bupati Haili Yoga Hadir: “Kalau Tidak Kami Jemput ke Pendopo”

Peserta Aksi di DPRK, Minta Bupati Haili Yoga Hadir: “Kalau Tidak Kami Jemput ke Pendopo”

24 September 2026
Masjid Ruhama Takengon Dibahas dengan Menlu, Haili Yoga Prediksi Anggaran Rp300 – Rp500 Miliar

Masjid Ruhama Takengon Dibahas dengan Menlu, Haili Yoga Prediksi Anggaran Rp300 – Rp500 Miliar

23 September 2026
Rotasi 9 Pejabat Eselon II, Khairmansyah Duduki Kursi Asisten, Haili Yoga: “Matahari Tetap Satu”

Rotasi 9 Pejabat Eselon II, Khairmansyah Duduki Kursi Asisten, Haili Yoga: “Matahari Tetap Satu”

23 September 2026
Besok, Bupati Haili Yoga Rotasi Pejabat Eselon II

Besok, Bupati Haili Yoga Rotasi Pejabat Eselon II

22 September 2026
Menagih Janji Bank Aceh, Bangun Tugu Gajah di Paya Tumpi Senilai Rp3,7 Miliar 

Menagih Janji Bank Aceh, Bangun Tugu Gajah di Paya Tumpi Senilai Rp3,7 Miliar 

22 September 2026
Skill Up Lab Dorong Anak Muda Bener Meriah Jadi Pelaku Ekonomi Kreatif

Skill Up Lab Dorong Anak Muda Bener Meriah Jadi Pelaku Ekonomi Kreatif

19 September 2026

BANYAK DIBACA

  • Kadis Pertanian Aceh Tengah Jauhari Mengundurkan Diri 

    Kadis Pertanian Aceh Tengah Jauhari Mengundurkan Diri 

    57 shares
    Share 23 Tweet 14
  • Rotasi 9 Pejabat Eselon II, Khairmansyah Duduki Kursi Asisten, Haili Yoga: “Matahari Tetap Satu”

    44 shares
    Share 18 Tweet 11
  • Peserta Aksi di DPRK, Minta Bupati Haili Yoga Hadir: “Kalau Tidak Kami Jemput ke Pendopo”

    39 shares
    Share 16 Tweet 10
  • Besok, Bupati Haili Yoga Rotasi Pejabat Eselon II

    22 shares
    Share 9 Tweet 6
  • Komitmen Bersama! “Jika Oknum TNI/Polri Terlibat PETI dan Mafia BBM Siap Dicopot”

    17 shares
    Share 7 Tweet 4
  • Tentang HARIE.ID
  • REDAKSI
  • KODE ETIK
  • PEDOMAN HAK JAWAB
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
PT.TANOH GAYO MULTIMEDIA

© 2024 harie.id .

No Result
View All Result
  • SERAMI
  • BENGKON
  • BERANANG
  • GEGAYANG
  • KEBEN
  • REGEM
  • SANTON
  • SELADANG
  • Tentang HARIE.ID
  • NEWSROOM HARIE.ID

© 2024 harie.id .