ADVERTISEMENT
harie.id
  • SERAMI
  • BENGKON
  • BERANANG
  • GEGAYANG
  • KEBEN
  • REGEM
  • SANTON
  • SELADANG
  • Tentang HARIE.ID
  • NEWSROOM HARIE.ID
  • SERAMI
  • BENGKON
  • BERANANG
  • GEGAYANG
  • KEBEN
  • REGEM
  • SANTON
  • SELADANG
  • Tentang HARIE.ID
  • NEWSROOM HARIE.ID
No Result
View All Result
harie.id
No Result
View All Result
Home SERAMI

Mereka yang Terbatas Bersuara Lewat Podcast

by Arinos
10 Mei 2026
A A
Mereka yang Terbatas Bersuara Lewat Podcast

Podcast SLB Kebayakan (Photo/Ist)

*Oleh: Win Jeroh Miko, M.Pd., Gr.

Di sebuah ruangan sederhana di SLB Negeri Kebayakan, Takengon, suara-suara kecil mulai menemukan keberaniannya.

Ada anak yang terbata menyebut namanya sendiri. Ada yang tersenyum malu ketika mendengar kembali suaranya dari pengeras audio.

BACA JUGA

Kasus HIV/AIDS Aceh Tengah Capai 97 Orang, Separuh Indikasi Homoseksual 

Sosok Jauhari, Merangkul dengan Humor, Mundur karena Prinsip

Kadis Pertanian Aceh Tengah Jauhari Mengundurkan Diri 

Ada pula yang hanya mampu mengucapkan beberapa kata, tetapi sorot matanya menyimpan kebanggaan yang sulit dijelaskan.

Namun di sekolah luar biasa, ekspresi tidak selalu hadir lewat suara. Ada anak-anak tunarungu yang berbicara melalui bahasa isyarat, gerakan tangan, tatapan mata, dan mimik wajah yang penuh makna.

Mereka mungkin tidak mendengar dunia seperti kebanyakan orang, tetapi mereka tetap memiliki cerita yang ingin disampaikan. Di titik itulah podcast menemukan maknanya yang paling manusiawi.

Bagi sebagian orang, podcast hanyalah bagian dari tren digital, media hiburan, ruang obrolan, atau sekadar konten yang lalu-lalang di media sosial.

Tetapi di sekolah luar biasa, podcast menjelma menjadi sesuatu yang jauh lebih penting, ruang keberanian bagi anak-anak berkebutuhan khusus untuk hadir, dikenali, dan didengar dengan cara mereka sendiri.

Awalnya, kegiatan itu hanya dianggap variasi pembelajaran agar siswa tidak jenuh di kelas. Mikrofon sederhana, rekaman seadanya, dan percakapan ringan menjadi bagian dari aktivitas harian sekolah.

Namun perlahan, para guru menyadari ada perubahan yang tumbuh diam-diam.

Anak-anak yang biasanya sulit berinteraksi mulai berani memperkenalkan diri. Siswa yang cenderung pendiam mulai mau menjawab pertanyaan sederhana.

Bahkan beberapa anak mulai percaya diri menceritakan aktivitas favoritnya, baik melalui kata-kata maupun bahasa isyarat.

Bagi sekolah umum, hal-hal seperti itu mungkin terlihat biasa. Tetapi di SLB, keberanian tampil adalah pencapaian besar.

Ia lahir dari proses panjang, kesabaran, pengulangan, penerimaan, dan dukungan emosional yang tidak sedikit.

Podcast akhirnya bukan lagi sekadar media belajar. Tapi berubah menjadi ruang terapi sosial dan emosional.

Di ruang kecil itu, anak-anak belajar bahwa ekspresi mereka memiliki arti. Bahwa mereka tidak harus sempurna untuk didengar. Bahwa keterbatasan bukan alasan untuk disembunyikan.

Guru pun ikut belajar memahami satu hal penting, setiap anak sebenarnya mampu berkomunikasi, hanya saja caranya berbeda. Ada yang lancar berbicara, ada yang memakai bahasa isyarat, ada yang menyampaikan perasaan lewat ekspresi wajah, dan ada pula yang membutuhkan waktu panjang hanya untuk menyusun satu kalimat sederhana.

Dari situ sekolah mulai memahami kembali hakikat pendidikan yang sesungguhnya. Pendidikan bukan hanya tentang menyampaikan materi pelajaran, melainkan menghadirkan ruang yang membuat anak merasa dihargai keberadaannya.

Podcast juga perlahan mengubah hubungan guru dan siswa menjadi lebih dekat. Proses belajar terasa lebih cair, lebih hangat, dan lebih manusiawi.

Anak-anak merasa lebih nyaman belajar melalui percakapan, cerita, dan interaksi visual dibandingkan suasana kelas yang terlalu formal.

Perubahan itu bahkan mulai terasa di rumah. Orang tua melihat anak-anak mereka menjadi lebih aktif berkomunikasi.

Ada yang mulai berani menyampaikan keinginan sendiri. Ada yang lebih percaya diri berbicara dengan keluarga setelah rutin mengikuti podcast sekolah.

Tentu perjalanan ini tidak tanpa hambatan. Tidak semua anak siap tampil. Tidak semua guru akrab dengan media digital. Peralatan yang terbatas juga sering menjadi kendala.

Namun pendidikan sejatinya memang tidak selalu dimulai dari fasilitas mewah. Kadang yang paling penting hanyalah kemauan untuk mendengar dan memberi kesempatan.

Di tengah dunia digital yang bergerak semakin cepat, sekolah luar biasa tidak boleh hanya menjadi penonton perkembangan zaman. Anak-anak berkebutuhan khusus juga berhak mengenal media kreatif yang dapat membantu mereka tumbuh sesuai potensinya.

Karena itu, podcast di SLB bukan soal mengikuti tren teknologi. Ia adalah cara sederhana menghadirkan ruang yang ramah bagi suara-suara yang selama ini jarang diberi tempat.

Podcast menjadi pesan kecil yang sangat berarti, setiap anak layak dipahami. Layak dihargai. Layak memiliki ruang untuk mengekspresikan dirinya.

Mungkin hasilnya tidak langsung viral. Tidak selalu sempurna. Tidak pula menghasilkan tepuk tangan besar.

Namun dari suara-suara kecil yang lahir di ruang sederhana itu, tumbuh sesuatu yang jauh lebih penting, keberanian, kepercayaan diri, dan harapan.

Dan kadang, perubahan besar memang selalu dimulai dari keberanian kecil untuk didengar.

Penulis adalah Guru SLB Negeri Kebayakan, Takengon

Tags: Aceh TengahSLB Kebayakan
SendShare2Tweet1

BERITA TERKAIT

Sejak 2018-2026, Aceh Tengah Catat 85 Kasus HIV/AIDS, 30 Penderita AIDS Meninggal

Kasus HIV/AIDS Aceh Tengah Capai 97 Orang, Separuh Indikasi Homoseksual 

26 September 2026
Sosok Jauhari, Merangkul dengan Humor, Mundur karena Prinsip

Sosok Jauhari, Merangkul dengan Humor, Mundur karena Prinsip

25 September 2026
Kadis Pertanian Aceh Tengah Jauhari Mengundurkan Diri 

Kadis Pertanian Aceh Tengah Jauhari Mengundurkan Diri 

24 September 2026
Komitmen Bersama! “Jika Oknum TNI/Polri Terlibat PETI dan Mafia BBM Siap Dicopot”

Komitmen Bersama! “Jika Oknum TNI/Polri Terlibat PETI dan Mafia BBM Siap Dicopot”

24 September 2026
Peserta Aksi di DPRK, Minta Bupati Haili Yoga Hadir: “Kalau Tidak Kami Jemput ke Pendopo”

Peserta Aksi di DPRK, Minta Bupati Haili Yoga Hadir: “Kalau Tidak Kami Jemput ke Pendopo”

24 September 2026
Masjid Ruhama Takengon Dibahas dengan Menlu, Haili Yoga Prediksi Anggaran Rp300 – Rp500 Miliar

Masjid Ruhama Takengon Dibahas dengan Menlu, Haili Yoga Prediksi Anggaran Rp300 – Rp500 Miliar

23 September 2026
Next Post
Efek Pergub JKA, Permohonan Ubah Data Pekerjaan di Dukcapil Aceh Tengah Capai 300 Orang Per Hari 

Efek Pergub JKA, Permohonan Ubah Data Pekerjaan di Dukcapil Aceh Tengah Capai 300 Orang Per Hari 

BERITA TERKINI

Sejak 2018-2026, Aceh Tengah Catat 85 Kasus HIV/AIDS, 30 Penderita AIDS Meninggal

Kasus HIV/AIDS Aceh Tengah Capai 97 Orang, Separuh Indikasi Homoseksual 

26 September 2026
Sosok Jauhari, Merangkul dengan Humor, Mundur karena Prinsip

Sosok Jauhari, Merangkul dengan Humor, Mundur karena Prinsip

25 September 2026
Kadis Pertanian Aceh Tengah Jauhari Mengundurkan Diri 

Kadis Pertanian Aceh Tengah Jauhari Mengundurkan Diri 

24 September 2026
Komitmen Bersama! “Jika Oknum TNI/Polri Terlibat PETI dan Mafia BBM Siap Dicopot”

Komitmen Bersama! “Jika Oknum TNI/Polri Terlibat PETI dan Mafia BBM Siap Dicopot”

24 September 2026
Peserta Aksi di DPRK, Minta Bupati Haili Yoga Hadir: “Kalau Tidak Kami Jemput ke Pendopo”

Peserta Aksi di DPRK, Minta Bupati Haili Yoga Hadir: “Kalau Tidak Kami Jemput ke Pendopo”

24 September 2026
Masjid Ruhama Takengon Dibahas dengan Menlu, Haili Yoga Prediksi Anggaran Rp300 – Rp500 Miliar

Masjid Ruhama Takengon Dibahas dengan Menlu, Haili Yoga Prediksi Anggaran Rp300 – Rp500 Miliar

23 September 2026
Rotasi 9 Pejabat Eselon II, Khairmansyah Duduki Kursi Asisten, Haili Yoga: “Matahari Tetap Satu”

Rotasi 9 Pejabat Eselon II, Khairmansyah Duduki Kursi Asisten, Haili Yoga: “Matahari Tetap Satu”

23 September 2026
Besok, Bupati Haili Yoga Rotasi Pejabat Eselon II

Besok, Bupati Haili Yoga Rotasi Pejabat Eselon II

22 September 2026
Menagih Janji Bank Aceh, Bangun Tugu Gajah di Paya Tumpi Senilai Rp3,7 Miliar 

Menagih Janji Bank Aceh, Bangun Tugu Gajah di Paya Tumpi Senilai Rp3,7 Miliar 

22 September 2026
Skill Up Lab Dorong Anak Muda Bener Meriah Jadi Pelaku Ekonomi Kreatif

Skill Up Lab Dorong Anak Muda Bener Meriah Jadi Pelaku Ekonomi Kreatif

19 September 2026

BANYAK DIBACA

  • Kadis Pertanian Aceh Tengah Jauhari Mengundurkan Diri 

    Kadis Pertanian Aceh Tengah Jauhari Mengundurkan Diri 

    58 shares
    Share 23 Tweet 15
  • Rotasi 9 Pejabat Eselon II, Khairmansyah Duduki Kursi Asisten, Haili Yoga: “Matahari Tetap Satu”

    44 shares
    Share 18 Tweet 11
  • Peserta Aksi di DPRK, Minta Bupati Haili Yoga Hadir: “Kalau Tidak Kami Jemput ke Pendopo”

    39 shares
    Share 16 Tweet 10
  • Besok, Bupati Haili Yoga Rotasi Pejabat Eselon II

    22 shares
    Share 9 Tweet 6
  • Komitmen Bersama! “Jika Oknum TNI/Polri Terlibat PETI dan Mafia BBM Siap Dicopot”

    17 shares
    Share 7 Tweet 4
  • Tentang HARIE.ID
  • REDAKSI
  • KODE ETIK
  • PEDOMAN HAK JAWAB
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
PT.TANOH GAYO MULTIMEDIA

© 2024 harie.id .

No Result
View All Result
  • SERAMI
  • BENGKON
  • BERANANG
  • GEGAYANG
  • KEBEN
  • REGEM
  • SANTON
  • SELADANG
  • Tentang HARIE.ID
  • NEWSROOM HARIE.ID

© 2024 harie.id .