ADVERTISEMENT

Haili Yoga Temui Menteri Pariwisata RI, Pemulihan Destinasi Wisata Aceh Tengah Jadi Prioritas

HARIE.ID | JAKARTA — Menteri Pariwisata RI Widiyanti Putri Wardhana mendukung pemulihan sektor pariwisata di Kabupaten Aceh Tengah pascabanjir dan longsor yang sempat melumpuhkan sejumlah destinasi wisata dan aktivitas ekonomi masyarakat.

Dukungan tersebut disampaikan saat menerima audiensi Bupati Haili Yoga di Gedung Sapta Pesona, Jakarta Pusat, Rabu 13 Mei 2026.

Dalam pertemuan itu, Kementerian Pariwisata RI membahas percepatan rehabilitasi sektor wisata, penguatan destinasi unggulan, hingga peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) pariwisata di Aceh Tengah.

BACA JUGA

Widiyanti menilai Aceh Tengah memiliki potensi besar sebagai destinasi wisata alam dan budaya. Keindahan Danau Lut Tawar serta kopi Gayo yang telah dikenal hingga mancanegara disebut menjadi kekuatan utama pengembangan wisata daerah.

“Kawasan ini memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai destinasi wisata alam, ekowisata, dan wisata berbasis budaya masyarakat,” ujar Menteri Pariwisata RI.

Ia juga menyampaikan keprihatinan atas bencana hidrometeorologi yang melanda Aceh Tengah dan berdampak pada masyarakat serta sektor pariwisata.

“Atas nama Kementerian Pariwisata Republik Indonesia, kami menyampaikan rasa prihatin kepada masyarakat Aceh Tengah yang terdampak bencana. Kami berharap proses pemulihan dapat segera berjalan dengan baik melalui gotong royong dan koordinasi pemerintah pusat dan daerah,” tambahnya.

Selain membuka ruang koordinasi rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana, Kementerian Pariwisata juga mendorong pengembangan event wisata dan paket wisata terintegrasi, mulai dari wisata kopi Gayo, wisata alam, budaya hingga wisata religi.

Sementara itu, Bupati Aceh Tengah, Haili Yoga menyebut, sektor pariwisata menjadi salah satu penggerak ekonomi masyarakat Aceh Tengah dengan lebih dari 100 destinasi wisata yang tersebar di berbagai wilayah.

Namun, sejumlah objek wisata mengalami kerusakan akibat banjir dan longsor.

“Kami membutuhkan dukungan peningkatan SDM, khususnya bagi kelompok sadar wisata, desa wisata, dan pengelola homestay agar mampu memberikan pelayanan terbaik kepada wisatawan,” katanya.

Menurut Haili, pemerintah daerah saat ini juga tengah mengembangkan program Kampung Inggris, desa wisata, serta penguatan Pokdarwis di kawasan Danau Lut Tawar dan destinasi lainnya.

Selain wisata alam, kopi Gayo juga diproyeksikan menjadi bagian dari wisata berbasis kopi dan budaya lokal yang dapat menarik wisatawan domestik maupun mancanegara.

Pertemuan tersebut turut dihadiri Kepala Dinas Pariwisata Aceh Tengah Erwin Pratama, Tenaga Ahli Bupati Alwin Al Lahad, Kepala Bagian Prokopim Setdakab Aceh Tengah Hidayat, serta jajaran Kementerian Pariwisata RI.

Laporan | Karmiadi 

BERITA TERKAIT