REDELONG | HARIE.ID – Pembangunan Tajuk Enang-Enang yang digagas secara swadaya masyarakat resmi diresmikan pada Kamis 02 Juli 2026.
Pada momentum sebelum pemotongan pita di jembatan Enang – Enang, pelopor dibuka nya akses ini, Sahrial Abadi, memaparkan secara terbuka total dana swadaya yang berhasil dihimpun mencapai Rp1.081.893.000 (Satu miliar delapan puluh satu juta delapan ratus sembilan puluh tiga ribu rupiah).
Di hadapan masyarakat, Sahrial menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah memberikan dukungan secara sukarela hingga pembangunan Tajuk Enang-Enang dapat diwujudkan.
“Terima kasih kepada seluruh pihak yang telah peduli terhadap Enang-Enang. Semoga Allah SWT membalas seluruh kebaikan para donatur dengan cahaya keberkahan, umur yang panjang, rezeki yang melimpah, serta kesehatan,” ujar Sahrial Abadi.
Ia menjelaskan, dari total dana swadaya sebesar Rp1 Miliar lebih itu, anggaran yang telah digunakan untuk pembangunan mencapai sekitar Rp526 juta.
Sementara itu, masih tersisa sekitar Rp555 juta yang akan dimanfaatkan untuk melanjutkan sejumlah pekerjaan dilokasi tersebut.
Menurutnya, pembangunan Tajuk Enang-Enang belum sepenuhnya rampung. Masih terdapat beberapa fasilitas yang akan dibangun, di antaranya tempat wudhu serta berbagai penyempurnaan lainnya agar kawasan tersebut semakin nyaman dimanfaatkan masyarakat.
Sahrial juga berujar, untuk mengedepankan prinsip keterbukaan dalam pengelolaan dana swadaya. Seluruh penggunaan anggaran, katanya, akan disampaikan kepada publik sebagai bentuk pertanggungjawaban atas amanah yang diberikan masyarakat.
“Seluruh anggaran swadaya yang diberikan masyarakat secara sukarela akan kami sampaikan secara terbuka kepada publik. Ini adalah amanah yang harus dipertanggungjawabkan,” katanya.
“Dengan mengucapkan Bismillahirrahmanirrahim seraya mengharap ridha Allah SWT, pemotongan pita tajuk enang enang secara resmi dimulai,” begitu kata Sahrial Abadi.
Acara ini turut dihadiri Abiya Jeunieb atau Tgk. H. Muhammad Yusuf Nasir, ulama kharismatik Aceh sekaligus Pimpinan Dayah Rauhul Mudi Al-Aziziyah.
Laporan | Karmiadi











