ADVERTISEMENT

Nahkodai KNPI, Feriyanto Sebut Wilayah Tengah Aceh Krisis Kaderisasi

Picture of Karmiadi Arinos

Karmiadi Arinos

Pengurus KNPI Aceh Tengah Periode 2015-2028 saat dilantik (Photo/HR)

TAKENGON | HARIE.ID – Ketua DPD II KNPI Aceh Tengah periode 2025–2028, Feriyanto, sebut, organisasi yang kini dipimpinnya akan menjadi wadah kaderisasi lintas profesi untuk menyiapkan pemimpin masa depan.

Bukan hanya sekadar organisasi kepemudaan yang aktif dalam kegiatan seremonial. Feri menyampaikan hal itu usai resmi dilantik sebagai Ketua DPD II KNPI Aceh Tengah, Sabtu 18 Juli 2026.

Menurutnya, kepengurusan yang dilantik saat ini merupakan representasi dari hampir seluruh elemen pemuda di Kabupaten Aceh Tengah.

BACA JUGA

“KNPI hari ini dihuni oleh pemuda dari berbagai latar belakang. Ada seniman, politisi, birokrat, pengusaha, ASN, akademis, jurnalis, ulama hingga para aktivis. Ini adalah kolaborasi besar kepemudaan yang ingin kita bangun bersama,” kata Feri.

Ia menjelaskan, pelantikan kepengurusan tersebut sejatinya dijadwalkan berlangsung pada November 2025 lalu. Namun agenda itu terpaksa ditunda setelah bencana hidrometeorologi yang melanda wilayah Aceh dan Sumatera Utara mengharuskan seluruh pihak memusatkan perhatian pada penanganan masyarakat terdampak.

Menurut Feri, fokus utama KNPI ke depan adalah membangun sistem kaderisasi yang terarah dan berkelanjutan agar Aceh Tengah tidak terus menghadapi krisis regenerasi di berbagai sektor.

“Yang ingin kita ciptakan ke depan adalah kaderisasi yang terarah. Harapan kami, kader-kader muda ini dibimbing oleh seluruh komponen yang ada sehingga mampu menjadi pemimpin di masa depan,” ujarnya.

Selain menjadi ruang pembinaan generasi muda, KNPI juga berkomitmen menggerakkan pemuda untuk mengambil bagian dalam mendukung pembangunan daerah bersama Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah.

Feri menilai, Aceh Tengah saat ini menghadapi persoalan serius berupa minimnya regenerasi kepemimpinan, baik di bidang politik, birokrasi maupun sektor swasta.

“Kita harus melihat lebih jauh ke depan. Hari ini Aceh Tengah mengalami krisis kaderisasi. Karena itu kami mengajak semua pihak, termasuk Bapak Bupati, duduk bersama memikirkan bagaimana generasi muda Aceh Tengah bisa naik kelas, bukan hanya untuk hari ini tetapi untuk masa depan daerah,” tegasnya.

Ia juga menyoroti minimnya representasi wilayah tengah Aceh di tingkat nasional. Menurutnya, sudah dua periode kawasan tengah Aceh tidak memiliki wakil di DPR RI karena lemahnya persiapan kader dan kurangnya soliditas.

“Pemuda dari poros tengah harus berani tampil di dunia politik. Kita harus mulai menyiapkan kader sejak sekarang agar ke depan ada putra-putri terbaik yang mampu bersaing hingga tingkat nasional,” katanya.

Feri berujar, proses kaderisasi tidak bisa dibangun dalam waktu singkat. Dibutuhkan konsistensi, pembinaan berkelanjutan serta keberanian melahirkan banyak kader agar estafet kepemimpinan tidak terputus.

“Kaderisasi adalah proses panjang dan penuh tantangan. Tidak boleh hanya bergantung pada satu atau dua orang. Harus banyak kader yang disiapkan. Ketika ada yang gagal, masih ada yang melanjutkan perjuangan. Itulah pentingnya membangun sistem kaderisasi yang kuat,” ujarnya.

Lebih jauh, Feri berharap seluruh elemen pemuda memiliki manifesto bersama tentang arah pembangunan Aceh, khususnya Tanoh Gayo, dalam 10 hingga 15 tahun mendatang.

Di sisi lain, KNPI Aceh Tengah juga memastikan siap menjadi mitra strategis pemerintah daerah dalam mengawal pelaksanaan visi dan misi Bupati serta Wakil Bupati Aceh Tengah.

“Insya Allah KNPI selalu siap bersama Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah. Pemuda tentu akan menyampaikan kritik dan masukan apabila diperlukan. Itu bukan bentuk perlawanan, tetapi wujud cinta kepada daerah dan kepedulian agar pemerintahan berjalan di jalur yang benar. Keberhasilan visi dan misi Bupati bukan hanya cita-cita kepala daerah, tetapi juga harapan seluruh masyarakat Aceh Tengah, termasuk pemuda yang berhimpun di KNPI,” pungkas Feri.

Laporan| Karmiadi 

BERITA TERKAIT