ADVERTISEMENT
harie.id
  • SERAMI
  • BENGKON
  • BERANANG
  • GEGAYANG
  • KEBEN
  • REGEM
  • SANTON
  • SELADANG
  • Tentang HARIE.ID
  • NEWSROOM HARIE.ID
  • SERAMI
  • BENGKON
  • BERANANG
  • GEGAYANG
  • KEBEN
  • REGEM
  • SANTON
  • SELADANG
  • Tentang HARIE.ID
  • NEWSROOM HARIE.ID
No Result
View All Result
harie.id
No Result
View All Result
Home SERAMI

Tangis di Gerbang Sekolah, Siswa SMPN 1 Takengon Harus Pulang karena Terlambat

by Arinos
5 September 2026
A A
Tangis di Gerbang Sekolah, Siswa SMPN 1 Takengon Harus Pulang karena Terlambat

Gerbang SMP N 1 Takengon sebelum pukul 08.00 WIB (Foto.Harie)

HARIE.ID | TAKENGON — Beberapa menit terlambat datang ke sekolah, sejumlah siswa SMPN 1 Takengon harus menerima konsekuensi, tidak diperbolehkan masuk dan diminta pulang.

Aturan itu terpampang jelas di depan gerbang sekolah. Sebuah spanduk bertuliskan, “Siswa Dilarang Masuk Jika Sudah Terlambat.” Di bawahnya tercantum waktu masuk pukul 07.30 WIB dan waktu pulang pukul 13.15 WIB.

Pantauan Harie.id, Sabtu 05 September 2026 pagi, sejumlah siswa tiba di gerbang setelah batas waktu yang ditentukan. Ada yang datang sendiri, ada pula yang diantar orang tua.

BACA JUGA

Kasus HIV/AIDS Aceh Tengah Capai 97 Orang, Separuh Indikasi Homoseksual 

Sosok Jauhari, Merangkul dengan Humor, Mundur karena Prinsip

Kadis Pertanian Aceh Tengah Jauhari Mengundurkan Diri 

Seorang pelajar laki-laki yang datang menggunakan sepeda motor tidak banyak memberikan keterangan. Setelah dinyatakan terlambat, ia langsung memutar arah dan meninggalkan gerbang sekolah.

Dua siswi lainnya yang datang berboncengan juga mengalami hal serupa. Keduanya sempat membubuhkan nama di buku sekolah sebelum akhirnya meninggalkan lokasi.

Namun, pemandangan berbeda terlihat dari seorang siswi berseragam Pramuka. Dengan wajah berat, ia harus meninggalkan gerbang sekolah setelah tidak mendapatkan izin masuk.

Ia kemudian dibonceng orang tuanya menggunakan sepeda motor Honda Verza. Jaket yang dikenakan orang tua tersebut tampak lusuh.

Sebelum meninggalkan sekolah, sang orang tua sempat bernegosiasi dengan guru piket, berharap anaknya tetap diperbolehkan mengikuti kegiatan belajar. Upaya itu tidak membuahkan hasil.

Tidak jauh dari sana, seorang siswa yang datang diantar ibunya menggunakan sepeda motor Honda Scoopy juga harus kembali ke rumah karena tiba setelah batas waktu yang ditentukan.

Sementara seorang siswi lainnya terlihat menangis tersedu di trotoar sekolah. Ia kemudian meninggalkan lokasi setelah tidak memperoleh izin untuk masuk.

Di tengah suasana itu, guru piket sempat memberikan pesan kepada salah seorang siswa yang telah duduk di atas sepeda motor bersama orang tuanya.

“Besok jangan terlambat lagi, ya.” kalimat itu disampaikan sembari mengelus pundak siswa tersebut.

Proses negosiasi antara orang tua dan pihak sekolah berlangsung sekitar pukul 07.46 hingga 07.57 WIB.

Memasuki pukul 08.00 WIB, tidak terlihat lagi aktivitas siswa yang datang untuk mengikuti pembelajaran.

Namun, di tengah ketatnya penerapan aturan tersebut, pantauan di lokasi juga menunjukkan masih terdapat guru yang datang setelah batas waktu kehadiran siswa dan baru tiba di gerbang sekolah.

Penerapan aturan tersebut sebelumnya menuai keluhan dari salah seorang orang tua siswa.

Kepada Harie.id melalui WhatsApp, Jumat 04 September 2026 malam, ia mengaku keberatan apabila siswa yang terlambat langsung diminta pulang.

Menurutnya, kondisi pagi hari cukup padat karena orang tua memiliki sejumlah aktivitas yang harus diselesaikan dalam waktu bersamaan.

Selain mengantar anak lainnya ke sekolah dasar yang berada di lokasi berbeda, ia juga harus menitipkan usaha kulinernya di salah satu toko.

“Apalagi pagi itu jalanan macet. Tapi tidak ada dispensasi, harus pulang. Seharusnya diberikan sanksi, artinya tetap mengikuti kegiatan belajar mengajar,” keluhnya.

Kepala SMPN 1 Takengon, Zakaria, membenarkan, aturan tersebut memang diterapkan di sekolah.

Menurutnya, sebelumnya siswa diwajibkan sudah berada di sekolah pukul 07.20 WIB. Namun, karena masih banyak siswa yang datang terlambat, waktu tersebut kemudian disesuaikan menjadi pukul 07.30 WIB.

“Sebelumnya waktu harus di sekolah pukul 07.20 WIB. Karena banyak yang terlambat, dinaikkan 10 menit lagi,” kata Zakaria memberikan dispensasi.

Ia mengatakan, keterlambatan karena kondisi tertentu tetap dapat dipertimbangkan. Namun, secara umum aturan tersebut merupakan bagian dari penerapan disiplin dan pembentukan karakter siswa.

Zakaria menjelaskan, sebelum kegiatan belajar mengajar dimulai, siswa juga memiliki waktu sekitar 15 menit untuk membaca Al-Qur’an.

Karena itu, menurutnya, penetapan batas waktu kehadiran bukan keputusan yang dibuat secara tiba-tiba.

Pihak sekolah telah beberapa kali mempertimbangkan aturan tersebut dengan tujuan membangun kedisiplinan siswa.

“Penetapan waktu keterlambatan siswa itu sudah beberapa kali dipertimbangkan. Itu demi disiplin karakter pelajar SMPN 1 Takengon,” ujarnya.

Laporan | Karmiadi 

Tags: Aturan AnehSMPN 1 Takengon
SendShare15Tweet9

BERITA TERKAIT

Sejak 2018-2026, Aceh Tengah Catat 85 Kasus HIV/AIDS, 30 Penderita AIDS Meninggal

Kasus HIV/AIDS Aceh Tengah Capai 97 Orang, Separuh Indikasi Homoseksual 

26 September 2026
Sosok Jauhari, Merangkul dengan Humor, Mundur karena Prinsip

Sosok Jauhari, Merangkul dengan Humor, Mundur karena Prinsip

25 September 2026
Kadis Pertanian Aceh Tengah Jauhari Mengundurkan Diri 

Kadis Pertanian Aceh Tengah Jauhari Mengundurkan Diri 

24 September 2026
Komitmen Bersama! “Jika Oknum TNI/Polri Terlibat PETI dan Mafia BBM Siap Dicopot”

Komitmen Bersama! “Jika Oknum TNI/Polri Terlibat PETI dan Mafia BBM Siap Dicopot”

24 September 2026
Peserta Aksi di DPRK, Minta Bupati Haili Yoga Hadir: “Kalau Tidak Kami Jemput ke Pendopo”

Peserta Aksi di DPRK, Minta Bupati Haili Yoga Hadir: “Kalau Tidak Kami Jemput ke Pendopo”

24 September 2026
Masjid Ruhama Takengon Dibahas dengan Menlu, Haili Yoga Prediksi Anggaran Rp300 – Rp500 Miliar

Masjid Ruhama Takengon Dibahas dengan Menlu, Haili Yoga Prediksi Anggaran Rp300 – Rp500 Miliar

23 September 2026
Next Post
RRI Fest 2026 Dibuka di Lukup Badak, Tanam 200 Bibit Pohon

RRI Fest 2026 Dibuka di Lukup Badak, Tanam 200 Bibit Pohon

BERITA TERKINI

Sejak 2018-2026, Aceh Tengah Catat 85 Kasus HIV/AIDS, 30 Penderita AIDS Meninggal

Kasus HIV/AIDS Aceh Tengah Capai 97 Orang, Separuh Indikasi Homoseksual 

26 September 2026
Sosok Jauhari, Merangkul dengan Humor, Mundur karena Prinsip

Sosok Jauhari, Merangkul dengan Humor, Mundur karena Prinsip

25 September 2026
Kadis Pertanian Aceh Tengah Jauhari Mengundurkan Diri 

Kadis Pertanian Aceh Tengah Jauhari Mengundurkan Diri 

24 September 2026
Komitmen Bersama! “Jika Oknum TNI/Polri Terlibat PETI dan Mafia BBM Siap Dicopot”

Komitmen Bersama! “Jika Oknum TNI/Polri Terlibat PETI dan Mafia BBM Siap Dicopot”

24 September 2026
Peserta Aksi di DPRK, Minta Bupati Haili Yoga Hadir: “Kalau Tidak Kami Jemput ke Pendopo”

Peserta Aksi di DPRK, Minta Bupati Haili Yoga Hadir: “Kalau Tidak Kami Jemput ke Pendopo”

24 September 2026
Masjid Ruhama Takengon Dibahas dengan Menlu, Haili Yoga Prediksi Anggaran Rp300 – Rp500 Miliar

Masjid Ruhama Takengon Dibahas dengan Menlu, Haili Yoga Prediksi Anggaran Rp300 – Rp500 Miliar

23 September 2026
Rotasi 9 Pejabat Eselon II, Khairmansyah Duduki Kursi Asisten, Haili Yoga: “Matahari Tetap Satu”

Rotasi 9 Pejabat Eselon II, Khairmansyah Duduki Kursi Asisten, Haili Yoga: “Matahari Tetap Satu”

23 September 2026
Besok, Bupati Haili Yoga Rotasi Pejabat Eselon II

Besok, Bupati Haili Yoga Rotasi Pejabat Eselon II

22 September 2026
Menagih Janji Bank Aceh, Bangun Tugu Gajah di Paya Tumpi Senilai Rp3,7 Miliar 

Menagih Janji Bank Aceh, Bangun Tugu Gajah di Paya Tumpi Senilai Rp3,7 Miliar 

22 September 2026
Skill Up Lab Dorong Anak Muda Bener Meriah Jadi Pelaku Ekonomi Kreatif

Skill Up Lab Dorong Anak Muda Bener Meriah Jadi Pelaku Ekonomi Kreatif

19 September 2026

BANYAK DIBACA

  • Kadis Pertanian Aceh Tengah Jauhari Mengundurkan Diri 

    Kadis Pertanian Aceh Tengah Jauhari Mengundurkan Diri 

    58 shares
    Share 23 Tweet 15
  • Rotasi 9 Pejabat Eselon II, Khairmansyah Duduki Kursi Asisten, Haili Yoga: “Matahari Tetap Satu”

    44 shares
    Share 18 Tweet 11
  • Peserta Aksi di DPRK, Minta Bupati Haili Yoga Hadir: “Kalau Tidak Kami Jemput ke Pendopo”

    39 shares
    Share 16 Tweet 10
  • Besok, Bupati Haili Yoga Rotasi Pejabat Eselon II

    22 shares
    Share 9 Tweet 6
  • Sosok Jauhari, Merangkul dengan Humor, Mundur karena Prinsip

    18 shares
    Share 7 Tweet 5
  • Tentang HARIE.ID
  • REDAKSI
  • KODE ETIK
  • PEDOMAN HAK JAWAB
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
PT.TANOH GAYO MULTIMEDIA

© 2024 harie.id .

No Result
View All Result
  • SERAMI
  • BENGKON
  • BERANANG
  • GEGAYANG
  • KEBEN
  • REGEM
  • SANTON
  • SELADANG
  • Tentang HARIE.ID
  • NEWSROOM HARIE.ID

© 2024 harie.id .