TAKENGON | HARIE.ID – Dandim 0106 Aceh Tengah, Letkol Czi Rudy Haryanto menyebut dirinya tidak anti terhadap kritik media.
Ia justru meminta wartawan tetap menjalankan fungsi kontrol, dengan memberikan ruang bagi para pihak yang diberitakan untuk menyampaikan klarifikasi.
Hal itu disampaikan Rudy saat bersilaturahmi dengan sejumlah awak media yang bertugas di Kabupaten Aceh Tengah, Sabtu 03 Oktober 2026.
Menurut Rudy, media memiliki posisi penting dalam pembangunan karena menjadi salah satu pintu utama masyarakat memperoleh informasi.
Karena itu, ia berharap pemberitaan yang disajikan tidak hanya cepat, tetapi juga sehat, berimbang dan tidak mengandung hoaks.
“Media adalah kunci pembangunan,” kata Rudy.
Ia mengatakan, perkembangan teknologi saat ini membuat siapa saja dapat menyampaikan informasi kepada publik. Kondisi tersebut, menurutnya, perlu diimbangi dengan tanggung jawab dalam memastikan informasi yang disebarkan telah melalui proses verifikasi dan tidak merugikan pihak tertentu.
Rudy secara terbuka mempersilakan wartawan mengkritisi kinerja Kodim 0106 Aceh Tengah. Baginya, kritik merupakan bagian dari kontrol publik yang dapat menjadi bahan evaluasi.
“Saya tidak anti kritik. Silakan rekan-rekan kritik Kodim 0106,” ujarnya.
Namun, ia meminta kritik tersebut tetap disertai ruang klarifikasi. Menurutnya, kesempatan menjelaskan persoalan dari sisi pihak yang diberitakan, supaya masyarakat tidak hanya menerima informasi dari satu sudut pandang.
“Tapi beri ruang klarifikasi kami, meski hanya sedikit meluruskan,” katanya.
Rudy juga menyinggung adanya pemberitaan yang menurut penilaiannya belum menggambarkan persoalan secara utuh.
Ia mencontohkan pemberitaan mengenai pembangunan jembatan. Menurut Rudy, pemilihan foto dalam sebuah berita juga perlu disesuaikan dengan substansi informasi agar tidak menimbulkan persepsi berbeda di tengah masyarakat.
“Seperti pembangunan jembatan yang difoto malah yang menyeberang, sedangkan jembatannya sedang dibangun,” ujarnya.
Menurutnya, persoalan tersebut bukan karena soal kritik, melainkan penting nya komunikasi antara wartawan dan narasumber. Dengan komunikasi yang terbuka, informasi yang disampaikan kepada publik diharapkan dapat menggambarkan persoalan secara lebih lengkap.
“Kami butuh dengan rekan-rekan media,” kata Rudy.
Ia menilai hubungan TNI dan media di Aceh Tengah perlu terus dibangun dalam suasana terbuka. Media tetap memiliki kebebasan menjalankan fungsi jurnalistik, sementara Kodim juga siap memberikan informasi maupun klarifikasi ketika terdapat persoalan yang menjadi perhatian publik.
Rudy juga memberikan pandangan terkait pemberitaan yang menyangkut institusi TNI.
Menurutnya, keberadaan institusi militer memang kerap menarik perhatian ketika muncul persoalan yang dapat diberitakan.
“TNI ini seksi, apalagi kalau ada celah untuk diberitakan paling enak menggorengnya,” katanya.
Pernyataan tersebut disampaikannya dalam konteks pentingnya menjaga komunikasi antara media dan institusi publik. Kritik tetap diperlukan, namun verifikasi, keberimbangan dan ruang klarifikasi menjadi bagian penting agar pemberitaan tidak berhenti pada satu sisi persoalan.
Ia berharap, pertemuan itu terus berlangsung, sehingga kebersamaan terus terawat. “Kita agendakan apakah sebulan sekali, atau bagaimana, itu nanti akan kita susun jadwal,” pungkasnya.
Laporan | Karmiadi








Komentar
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan.