HARIE.ID | TAKENGON — Bupati Aceh Tengah Haili Yoga memaparkan realisasi bantuan keuangan senilai Rp27 miliar dalam Focus Group Discussion (FGD) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Alam Provinsi Aceh 2026 di Takengon, Jumat, 2 Oktober 2026.
Paparan tersebut disampaikan di hadapan Kepala Posko Wilayah Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Aceh, Safrizal ZA, dalam agenda yang turut membahas realisasi Transfer ke Daerah (TKD) tambahan kabupaten/kota di Aceh.
Dari total Rp27 miliar yang dipaparkan, Haili menyebut realisasi keuangan telah mencapai Rp7.290.426.680 atau sekitar 27 persen. Sementara capaian fisik disebut telah berjalan.
Anggaran tersebut mencakup 59 paket kegiatan yang tersebar pada enam Organisasi Perangkat Daerah (OPD).
Rinciannya, BPBD mengelola Rp870 juta untuk satu paket dengan realisasi Rp847.804.125. Dinas Lingkungan Hidup mendapat Rp99 juta untuk satu paket dengan realisasi Rp92.599.998.
Selanjutnya, Dinas PUPR mengelola Rp18.632.500.000 untuk 21 paket dengan realisasi Rp4.716.134.067.
Sektor pendidikan mendapat Rp200 juta untuk enam paket dan disebut telah terealisasi. Sementara bidang pertanahan mendapat Rp1,56 miliar untuk sembilan paket dengan realisasi Rp1.565.340.
Adapun sektor perumahan dan permukiman mendapat Rp5.638.500.000 untuk 21 paket dengan realisasi Rp1.632.323.150.
Namun, dalam paparan Satgas PRR, angka TKD yang tercatat untuk Aceh Tengah mencapai Rp28.101.089.000. Angka ini lebih tinggi sekitar Rp1,1 miliar dibandingkan nilai Rp27 miliar yang menjadi fokus paparan Bupati.
Safrizal ZA pun meminta pemerintah daerah mempercepat realisasi anggaran tersebut.
“Kalau bisa dipercepat realisasinya ya, Pak Bupati,” kata Safrizal dalam forum tersebut.
Asisten II, Khairmansyah saat dikonfirmasi Harie.id menjelaskan, anggaran Rp27 miliar yang dipaparkan Bupati merupakan bantuan keuangan dari Pemerintah Provinsi Sumatera Utara dan Pemerintah Kabupaten Solok.
Anggaran tersebut katanya telah memiliki realisasi fisik 20,38 persen dan realisasi keuangan 27 persen.
Sementara selisih sekitar Rp1,1 miliar dalam data TKD yang dipaparkan Satgas PRR disebut berkaitan dengan Dana Otonomi Khusus Aceh (DOKA).
“Sumber mya dari DOKA yang dirangkum dalam TKD,” katanya.
Kata Khairmansyah, meski realisasi masih berada di bawah 50 persen, seluruh proses tender telah dilaksanakan dan pekerjaan fisik terus dimaksimalkan.
Ia berharap seluruh kegiatan dapat diselesaikan sesuai target sehingga pemerintah daerah memiliki dasar untuk mengajukan dukungan pendanaan tambahan.
“Semoga seluruh kegiatan mencapai 100 persen agar Pemda Aceh Tengah dapat mengajukan dana tambahan lainnya,” katanya.
Laporan | Karmiadi
Haili Yoga Paparkan Realisasi Rp27 Miliar, Data TKD Tercatat Rp28,1 Miliar, Begini kata Khairmansyah?
Podcast Harie.id

Kesaksian Jauhari, Mundur Dari Kepala Dinas Karena Tiga Alasan Ini? #podcast







Komentar
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan.