HARIE.ID | TAKENGON — TRB Kampas Paya Ilang bersama TikTok Agensi TRB menggelar kegiatan Jumat Berkah dengan doa bersama dan santunan anak yatim di Cafe Gaya Nggile, Jumat 09 Oktober 2026 di Kawasan Uning Kirip, Bebesen.
Kegiatan yang telah memasuki pelaksanaan kelima ini menjadi ajakan bagi para kreator konten untuk memanfaatkan media sosial sebagai sarana berbagi dan memperkuat kepedulian sosial.
Duan, yang dikenal sebagai Gaya TRB atau pemilik akun TikTok GAYA TRB mengatakan, kegiatan tersebut merupakan bentuk kepedulian komunitas TikToker TRB terhadap anak yatim sekaligus upaya mempererat silaturahmi antar sesama.
Ia berharap, kegiatan yang selama ini digelar dapat berkembang menjadi gerakan sosial yang lebih berdampak besar dan melibatkan lebih banyak pihak.
“Ini sudah kelima kalinya digelar. Kita sering mengadakan kegiatan seperti ini. Insya Allah, cita-cita kita ke depan bisa mengadakan acara yang lebih besar lagi,” kata Duan saat diwawancarai Harie.id.
Ia berujar, perhatian terhadap anak yatim tidak cukup hanya melalui kepedulian sesaat, tetapi perlu diwujudkan dalam aksi berkelanjutan.
“Semoga saudara-saudara kita terbuka mata hatinya untuk terus menggelar acara seperti ini. Karena anak yatim ini, kalau bukan kita, siapa lagi yang peduli,” ujarnya.
Duan menilai, perkembangan TikTok telah membuka peluang bagi masyarakat untuk membangun jaringan pertemanan, mengembangkan bisnis, hingga menggalang bantuan kemanusiaan.
Duan menilai, penggunaan TikTok tidak seharusnya selalu dipandang negatif.
Menurutnya, media sosial bergantung pada bagaimana seseorang memanfaatkannya. Jika digunakan secara bijak, TikTok dapat menjadi ruang untuk membangun silaturahmi, mengembangkan usaha, menyebarkan inspirasi, hingga menghadirkan manfaat bagi masyarakat.
Karena itu, ia berharap masyarakat tidak hanya melihat TikTok dari sisi hiburan, tetapi juga dari berbagai peluang positif yang dapat dibangun melalui platform tersebut.
Ia juga mengingatkan agar TikTok tidak dijadikan sarana menyebarkan hal-hal negatif, memicu perselisihan, atau merugikan orang lain.
Sebaliknya, popularitas dan jangkauan media sosial semestinya dimanfaatkan untuk menebarkan kebaikan, menguatkan kepedulian, serta membantu mereka yang membutuhkan.
“Mari jadikan TikTok sebagai wadah untuk berbagi, mempererat silaturahmi, dan saling mendukung dalam hal-hal positif,” ujarnya.
Ia menyebut, berbagai aktivitas di platform tersebut menunjukkan, media sosial dapat dimanfaatkan untuk membantu anak yatim, masyarakat kurang mampu, hingga warga yang tertimpa musibah.
Katanya lagi, TikTok juga mempertemukan orang-orang dari berbagai daerah, bahkan lintas negara, sehingga membuka ruang untuk membangun persaudaraan dan solidaritas.
“TikTok ini mempersatukan juga. Kita bisa mengenal saudara-saudara kita di luar negeri, di Indonesia, maupun di Aceh secara umum,” katanya.
Bagi Duan, potensi tersebut perlu diarahkan pada kegiatan yang memberikan manfaat bagi masyarakat. Dengan begitu, aktivitas di media sosial tidak hanya berorientasi pada konten dan popularitas, tetapi mampu menumbuhkan kepedulian sosial.
Duan turut mengajak para influencer, selebgram, serta kreator dan host TikTok lainnya untuk terlibat dalam kegiatan sosial serupa.
Ia berharap semakin banyak figur media sosial yang tergerak menyelenggarakan kegiatan berbagi, sehingga manfaatnya dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat yang membutuhkan.
Gerakan sosial lanjut nya, tidak harus dimulai dengan kegiatan besar. Kepedulian yang dilakukan secara konsisten dan bersama-sama dapat menjadi langkah untuk membangun solidaritas di tengah masyarakat.
“Harapannya, teman-teman yang lain juga bisa berbagi melalui Jumat Berkah. Kita harus kompak selalu di TikTok dan terus menjalin tali silaturahmi,” pungkas Duan.
Laporan | Karmiadi
TRB Kampas dan Agensi TRB Santuni Anak Yatim, Dorong TikToker Aktif Berbagi
Podcast Harie.id

Kesaksian Jauhari, Mundur Dari Kepala Dinas Karena Tiga Alasan Ini? #podcast







Komentar
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan.