HARIE.ID | TAKENGON — Ketua DPD II Partai Golkar Kabupaten Aceh Tengah, Muchsin Hasan, sebut Musda ke-XI bagian dari konsolidasi organisasi dan penguatan kader dalam menghadapi agenda politik.
Muchsin menyebut, pelaksanaan Musda XI merupakan bagian dari mekanisme organisasi, sekaligus tindak lanjut instruksi Ketua Umum Partai Golkar dan Ketua DPD Partai Golkar Aceh, H. M Salim Fakhri
Menurutnya, Musda digelar untuk memperkuat soliditas internal, menyatukan langkah kader, serta mempersiapkan partai menghadapi agenda politik.
“Musda ini merupakan sesuatu yang wajar dan lumrah dalam organisasi partai politik. Ini bagian dari mekanisme untuk menentukan arah organisasi dan memperkuat kebersamaan,” ujar Muchsin, Sabtu 10 Oktober 2026.
Ia mengajak seluruh kader, pengurus, serta tokoh senior Partai Golkar untuk bersama-sama membangun kekuatan organisasi.
Setelah Musda katanya, agenda penting yang harus dilakukan adalah, konsolidasi hingga ke tingkat bawah agar mesin partai berjalan efektif.
Muchsin juga berujar, Partai Golkar Aceh Tengah membuka ruang bagi berbagai elemen masyarakat untuk bergabung dan berkontribusi melalui organisasi politik yang berlambangkan pohon beringin itu.
“Kami membuka pintu dan membuka diri bagi seluruh komponen masyarakat, termasuk tokoh-tokoh masyarakat, untuk bergabung bersama Partai Golkar,” katanya.
Dalam keterangan nya, Muchsin turut menyinggung capaian politik Partai Golkar di Aceh Tengah. Ia menyebut partai tersebut meraih lima kursi di DPRK dan menjadi bagian dari kekuatan politik yang mengusung pasangan Haili Yoga – Muchsin Hasan pada Pilkada 2024.
Capaian tersebut, menurutnya, menjadi modal organisasi yang perlu dijaga melalui kerja kolektif, penguatan struktur, dan pembinaan kader secara berkelanjutan.
Ia juga menyinggung peran kader Golkar yang berhasil memperoleh keterwakilan di tingkat provinsi dan nasional.
Dukungan serta arahan dari pengurus senior Partai Golkar, baik di tingkat kabupaten maupun provinsi, dinilai tetap dibutuhkan untuk memperkuat organisasi besutan Bahlil Lahadalia itu.
“Tantangan kita kedepan adalah, menerjemahkan capaian politik menjadi kerja organisasi yang terukur, menjaga kepercayaan masyarakat, serta mempersiapkan kader menghadapi kontestasi politik mendatang,” pungkasnya.
Laporan | Karmiadi







Komentar
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan.