Channel Youtube Harie.id PodcastTonton

Haili Yoga Ingatkan Reje Terpilih, Kelola Dana Kampung dengan Tertib dan Transparan

Arinos
Bupati Haili Yoga saat bersama reje Kampung Aceh Tengah terpilih (Foto. Ist)

HARIE.ID | TAKENGON – Bupati Aceh Tengah, Haili Yoga, mengingatkan para reje terpilih periode 2025–2026 agar mengelola dana kampung secara tertib, transparan, dan akuntabel. Ia juga meminta para pemimpin kampung memahami kondisi masyarakat agar pembangunan tepat sasaran.

Pesan itu disampaikan Haili Yoga saat membuka Pelatihan Awal Masa Jabatan Reje Terpilih se-Kabupaten Aceh Tengah di Hotel Grand Penemas, Kecamatan Lut Tawar, Selasa (27/10/2026).

Menurut Haili, pengelolaan anggaran menjadi salah satu hal penting yang harus dipahami reje sejak awal masa jabatan. Sebab, reje tidak hanya bertanggung jawab menjalankan pemerintahan kampung, tetapi juga menjadi penggerak pembangunan dan pelayanan masyarakat.

Dalam kesempatan tersebut, Haili mengungkapkan bahwa pemerintah daerah telah menyiapkan program pada 2027 untuk menyelaraskan arah kebijakan pemerintah kampung dengan pemerintah kabupaten, sekaligus menyesuaikannya dengan kebijakan pemerintah pusat.

Dengan penyelarasan tersebut, pembangunan di tingkat kampung diharapkan berjalan searah dengan program pemerintah di tingkat yang lebih tinggi, bukan berjalan sendiri-sendiri.

Pelatihan yang berlangsung selama dua hari itu diikuti 75 reje terpilih pada hari pertama. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya membekali para pemimpin kampung agar mampu menjalankan pemerintahan secara profesional dan bertanggung jawab.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung (DPMK) Aceh Tengah, Ismail, SE, M.Si., dalam laporannya menyampaikan bahwa pembekalan pada awal masa jabatan penting untuk memperkuat kapasitas reje dalam menjalankan tugas pemerintahan dan pembangunan.

“Reje tidak hanya berperan sebagai pemimpin pemerintahan kampung, tetapi juga sebagai penggerak pembangunan di tengah masyarakat,” kata Ismail.

Sebanyak 14 narasumber dihadirkan dalam pelatihan tersebut. Materi yang diberikan mencakup arah kebijakan pembangunan Aceh Tengah oleh bupati, keamanan dan ketertiban masyarakat oleh Kapolres Aceh Tengah, serta wawasan kebangsaan oleh Dandim 0106 Aceh Tengah.

Peserta juga menerima materi dari jajaran Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah mengenai pengelolaan keuangan pemerintahan serta tugas pokok dan fungsi reje.

Selain menyoroti pengelolaan anggaran, Haili meminta para reje terpilih memahami kondisi wilayah dan masyarakat yang dipimpinnya secara menyeluruh.

Pemahaman tersebut mencakup luas wilayah kampung, jumlah penduduk, jumlah masyarakat miskin, hingga jumlah anak yatim. Data itu penting agar pemerintah kampung mengetahui persoalan yang dihadapi warganya dan dapat menentukan prioritas pembangunan sesuai kebutuhan.

Dalam kegiatan tersebut, Haili bahkan meminta sejumlah reje menjelaskan kondisi kampung masing-masing, termasuk data kewilayahan dan sosial masyarakat.

Menurutnya, tanggung jawab seorang reje tidak berhenti pada urusan administrasi pemerintahan. Reje juga perlu hadir untuk mengenali persoalan masyarakat dan menggerakkan berbagai kegiatan yang membawa manfaat bagi kampung.

Dalam pemaparan arah kebijakan pembangunan Aceh Tengah, Haili turut menyinggung program Aceh Tengah Bersih dan gerakan Gemar Membaca Al-Quran.

Ia secara khusus memberikan apresiasi kepada tujuh reje yang aktif mengajak masyarakat membaca Al-Quran, baik melalui grup WhatsApp maupun pengumuman di masjid.

Ketujuh reje tersebut berasal dari Kampung Pantan Musara, Blang Mancung Bawah, Ise-Ise, Wih Sagi Indah, Keramat Mupakat, Atu Payung, dan Simpang Tiga Uning.

“Ini yang saya mau. Reje harus menjadi contoh dan penggerak. Terima kasih kepada reje yang sudah aktif mengajak warganya mengaji,” ujar Haili.

Apresiasi tersebut menjadi bagian dari pesan Haili bahwa kepemimpinan di tingkat kampung juga berkaitan dengan keteladanan dan kepedulian sosial, selain pengelolaan pemerintahan dan anggaran.

Melalui pelatihan ini, para reje terpilih diharapkan mampu membangun tata kelola pemerintahan kampung yang tertib dan transparan, memahami kebutuhan masyarakat, serta menyelaraskan program pembangunan dengan arah kebijakan daerah dan pusat.

Dengan bekal tersebut, pemerintah kampung diharapkan dapat menjalankan pembangunan secara partisipatif dan berkelanjutan demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat Aceh Tengah.

Laporan | Karmiadi

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan.

Tulis Komentar

Email Anda tidak akan dipublikasikan.

Podcast Harie.id

Ketua Dewas akan Ratakan Baitul Mal Aceh Tengah, Jika? #podcast
Ketua Dewas akan Ratakan Baitul Mal Aceh Tengah, Jika? #podcast