ADVERTISEMENT

Muchsin Hasan Sidak Tiga SPBU di Takengon, Cek CCTV Hingga Desak Polisi Tangkap Penimbun BBM

HARIE.ID | TAKENGON — Wakil Bupati Aceh Tengah, Muchsin Hasan turun langsung mengecek tiga titik SPBU di tengah Kota.

Di tengah antrean panjang kendaraan yang mengular di sejumlah SPBU di Takengon, dahinya tampak berkerut mendengar kabar adanya dugaan penimbunan Bahan Bakar Minyak (BBM).

BBM yang menjadi sorotan adalah jenis Pertalite dan Pertamax. Meski pemerintah memastikan stok dalam kondisi normal, kepanikan masyarakat justru membuat antrean panjang terjadi di beberapa titik.

BACA JUGA

Tak ingin hanya menerima laporan, Muchsin Hasan didampingi Staf Ahli Jauhari dan Asisten, langsung melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke tiga SPBU di Takengon, yakni SPBU Jalan Lintang, Kemili, dan Tansaril.

Di lokasi, ia menyaksikan sendiri bagaimana warga harus mengantre cukup lama di bawah terik matahari demi mendapatkan bahan bakar.

“Kalau stok normal, kenapa antrean panjang begini. Jangan sampai ada oknum yang bermain,” kata Muchsin di sela-sela sidak, Kamis 05 Maret 2026.

Di SPBU Kemili, Muchsin bahkan meminta pengelola membuka rekaman CCTV untuk memastikan tidak ada kendaraan yang mengisi BBM berulang kali dengan nomor polisi yang sama.

Menurutnya, praktik kendaraan bolak-balik mengisi BBM bisa menjadi indikasi adanya penimbunan atau permainan distribusi.

“Kalau ada kendaraan dengan plat yang sama bolak-balik, silakan proses hukum. Kami minta aparat kepolisian menindak,” tegasnya.

Untuk memastikan kondisi stok BBM di hulu distribusi, Muchsin juga langsung menghubungi pihak Patra Niaga Lhokseumawe melalui sambungan WhatsApp.

Ia ingin memastikan, distribusi Depot Lhokseumawe yang turut melayani Kabupaten Aceh Tengah, stok BBM dalam kondisi aman.

Serta memastikan jumlah Pertamax : 1.340.000 liter, Pertalite 4.360.000 liter dan Solar 2.300.000 liter.

Dari percakapan tersebut, pria yang disebut bernama Ferdi iru memastikan pasokan BBM untuk Aceh Tengah dalam kondisi aman, bahkan telah ditambah untuk menghadapi Idul Fitri 1447 Hijriah yang semakin dekat.

“Betul pak, stok kami di depot Lhokseumawe terus ditop up. Persiapan lebaran sudah berjalan. Harapan kami masyarakat tidak panik, karena kalau panik justru minyak cepat habis,” ujar Ferdi, perwakilan Patra Niaga.

Ia juga mengingatkan kemungkinan adanya oknum yang mencoba memanfaatkan situasi kepanikan masyarakat

Selain SPBU, Muchsin juga mengecek sejumlah gerai Pertamini di Takengon. Beberapa di antaranya dilaporkan kosong karena pasokan kosong.

 

Meski begitu, ia meminta para pedagang tidak menaikkan harga secara tidak wajar.

Menurutnya, harga BBM eceran masih harus berada di kisaran Rp13 ribu per liter. Jika ditemukan harga di atas itu, pemerintah tidak segan memberikan sanksi tegas.

“Kalau ada yang menjual di atas harga wajar, kami tidak main-main. Izin usaha bisa dicabut,” tegasnya.

Dalam sidak tersebut, Muchsin juga menemukan laporan adanya penjualan Pertamax hingga Rp30 ribu per liter di sejumlah tempat.

Hal ini membuatnya geram, apalagi kabar tersebut sudah ramai diperbincangkan di media sosial dan memicu kepanikan warga.

Ia menegaskan, tidak ada alasan bagi pedagang maupun pihak lain menaikkan harga secara sepihak karena stok BBM dipastikan aman.

“Kami bersama asisten dan staf ahli turun langsung memastikan pelayanan di SPBU berjalan lancar. Tidak ada yang menimbun dan tidak ada alasan menaikkan harga, baik BBM maupun bahan pokok lainnya,” ujar Muchsin.

Ia pun mengimbau masyarakat Aceh Tengah untuk tidak terpancing isu kelangkaan BBM yang beredar, termasuk rumor yang dikaitkan dengan situasi geopolitik internasional.

“Stok aman. Masyarakat tidak perlu khawatir,” pungkasnya.

Laporan | Karmiadi 

BERITA TERKAIT