ADVERTISEMENT
harie.id
  • SERAMI
  • BENGKON
  • BERANANG
  • GEGAYANG
  • KEBEN
  • REGEM
  • SANTON
  • SELADANG
  • Tentang HARIE.ID
  • NEWSROOM HARIE.ID
  • SERAMI
  • BENGKON
  • BERANANG
  • GEGAYANG
  • KEBEN
  • REGEM
  • SANTON
  • SELADANG
  • Tentang HARIE.ID
  • NEWSROOM HARIE.ID
No Result
View All Result
harie.id
No Result
View All Result
Home SERAMI

Ulak Bango

by Arinos
8 Mei 2026
A A
Ulak Bango

Ilustrasi Bangau (Photo/dok)

Ulak Bango, Sindiran Halus Masyarakat Gayo untuk yang Pergi Gagah Pulang Pasrah

Di dataran tinggi Gayo, ada satu kalimat yang terdengar sederhana, tapi makna sosial nya sangat tinggi, “Ulak Bango.”

Dalam percakapan sehari-hari, istilah ini kerap muncul sebagai ungkapan kecewa, sindiran halus, hingga bahan guyonan yang menohok.

Secara harfiah, “Ulak Bango” berarti burung bangau pulang. Namun dalam pemaknaan nya, kalimat ini jauh melampaui arti seekor burung yang kembali ke sarang.

BACA JUGA

Kasus HIV/AIDS Aceh Tengah Capai 97 Orang, Separuh Indikasi Homoseksual 

Sosok Jauhari, Merangkul dengan Humor, Mundur karena Prinsip

Kadis Pertanian Aceh Tengah Jauhari Mengundurkan Diri 

Tapi kontek nya tentang seseorang yang pergi dengan penuh harapan, tetapi kembali dengan tangan kosong.

Kiasan ini lahir dari pengamatan masyarakat terhadap perilaku burung bangau.

Sejak pagi, burung itu terbang jauh melintasi sawah, rawa, Sungai dan tepian Danau, demi mencari makan.

Kalau mau melihat bagaimana perilaku burung Bangau, lihat dan amati di tepian Danau, tepat nya di Dedalu, Lukup Penalam.

Kakinya panjang, paruhnya tajam, terbang nya gagah, bulunya berkilau, langkahnya serius seperti pejabat yang turun sidak.

Namun ketika sore tiba dan matahari mulai terbenam, bangau itu kembali tanpa membawa apa-apa.

Dari situlah masyarakat Gayo melahirkan istilah sosial yang halus tetapi sindiran nya sangat tajam.

Seseorang yang seharian keluar rumah mengaku “urus proyek”, “rapat penting”, atau “melobi sana-sini”, tampilan nya gagah, sisir rambut nya rapi (Sebeng e Lemus), pakai hand body, parpum wangi, tetapi malamnya tetap pulang dengan dompet tipis, sering disambut tawa, “Ulak Bango Geh.”

Kalau disederhanakan pergi gagah, pulang pasrah.

Ungkapan ini juga kerap kali dipakai untuk menggambarkan orang yang terlalu banyak gaya dibanding hasil.

Berangkat pagi wajah penuh percaya diri seperti calon Bupati, pulang sore hanya membawa debu jalan dan cerita panjang.

Bahkan dalam suasana warung kopi, istilah ini sering menjadi bahan sindiran menggelitik.

“Hana buet ketua?” (apa kerja ketua-red) tanya seorang kawan.

“Kerja lah, dari pagi keliling melobi, ada jumpa kadis, tadi jumpa juga sama Bupati, o ia tadi bertemu sama CEO tambang kami.”

“Hasil?”

“Ya gitulah…”

“Ulak Bango boh” Satu meja langsung tertawa.

Kadang, seseorang sangat menguasai materi di warung kopi, biar di akui hebat, penuh filosofi, satu harapan ingin dipuji, hilang ketika mau bayar kopi. Memang tuhan telah mengatur tentang Rejeki. upaya sang hamba hanya berusaha tidak berdiam diri.

Yang menarik, “Ulak Bango” tidak hanya sebagai ejekan. Tapi lawak kritik khas yang disampaikan dengan cara lembut, jenaka.

Ada pesan agar seseorang tidak hanya pandai bergerak, tetapi juga mampu membawa hasil. Jika terlalu sering “Ulak Bango” bisa menjadi pertanda hidup lebih sibuk pencitraan daripada perjuangan.

Kiasan bangau sendiri terasa sangat pas. Burung ini terlihat anggun saat terbang, tenang saat berdiri, bahkan tampak meyakinkan seperti sudah menguasai keadaan.

Tetapi kadang, penampilannya tidak sebanding dengan hasil buruannya.

Keluar rumah membawa map tebal, berbicara penuh istilah asing, memegang dua telepon genggam, sesekali mengunggah status “Pejabat Bengkep”.

Namun saat ditanya pencapaian, jawabannya lebih banyak angin daripada isi.

Perginya seperti investor besar, pulangnya seperti lupa isi dompet. Di situlah “Ulak Bango” hidup dan terus relevan.

Harus diingat, ukuran bukan seberapa jauh seseorang terbang, tetapi apa yang berhasil dibawa pulang.

Karena kita paham, bangau yang setiap hari pulang tanpa hasil lama-lama bukan lagi dikasihani, melainkan dijadikan perumpamaan dan dijadikan Kecap.

| REDAKSI

Tags: Aceh TengahGayo
SendShare2Tweet1

BERITA TERKAIT

Sejak 2018-2026, Aceh Tengah Catat 85 Kasus HIV/AIDS, 30 Penderita AIDS Meninggal

Kasus HIV/AIDS Aceh Tengah Capai 97 Orang, Separuh Indikasi Homoseksual 

26 September 2026
Sosok Jauhari, Merangkul dengan Humor, Mundur karena Prinsip

Sosok Jauhari, Merangkul dengan Humor, Mundur karena Prinsip

25 September 2026
Kadis Pertanian Aceh Tengah Jauhari Mengundurkan Diri 

Kadis Pertanian Aceh Tengah Jauhari Mengundurkan Diri 

24 September 2026
Komitmen Bersama! “Jika Oknum TNI/Polri Terlibat PETI dan Mafia BBM Siap Dicopot”

Komitmen Bersama! “Jika Oknum TNI/Polri Terlibat PETI dan Mafia BBM Siap Dicopot”

24 September 2026
Peserta Aksi di DPRK, Minta Bupati Haili Yoga Hadir: “Kalau Tidak Kami Jemput ke Pendopo”

Peserta Aksi di DPRK, Minta Bupati Haili Yoga Hadir: “Kalau Tidak Kami Jemput ke Pendopo”

24 September 2026
Masjid Ruhama Takengon Dibahas dengan Menlu, Haili Yoga Prediksi Anggaran Rp300 – Rp500 Miliar

Masjid Ruhama Takengon Dibahas dengan Menlu, Haili Yoga Prediksi Anggaran Rp300 – Rp500 Miliar

23 September 2026
Next Post
Lepas 235 JCH Aceh Tengah, Haili Yoga Ingatkan Khusyuk Ibadah, Jangan Sibuk Beli Oleh – Oleh

Lepas 235 JCH Aceh Tengah, Haili Yoga Ingatkan Khusyuk Ibadah, Jangan Sibuk Beli Oleh - Oleh

BERITA TERKINI

Sejak 2018-2026, Aceh Tengah Catat 85 Kasus HIV/AIDS, 30 Penderita AIDS Meninggal

Kasus HIV/AIDS Aceh Tengah Capai 97 Orang, Separuh Indikasi Homoseksual 

26 September 2026
Sosok Jauhari, Merangkul dengan Humor, Mundur karena Prinsip

Sosok Jauhari, Merangkul dengan Humor, Mundur karena Prinsip

25 September 2026
Kadis Pertanian Aceh Tengah Jauhari Mengundurkan Diri 

Kadis Pertanian Aceh Tengah Jauhari Mengundurkan Diri 

24 September 2026
Komitmen Bersama! “Jika Oknum TNI/Polri Terlibat PETI dan Mafia BBM Siap Dicopot”

Komitmen Bersama! “Jika Oknum TNI/Polri Terlibat PETI dan Mafia BBM Siap Dicopot”

24 September 2026
Peserta Aksi di DPRK, Minta Bupati Haili Yoga Hadir: “Kalau Tidak Kami Jemput ke Pendopo”

Peserta Aksi di DPRK, Minta Bupati Haili Yoga Hadir: “Kalau Tidak Kami Jemput ke Pendopo”

24 September 2026
Masjid Ruhama Takengon Dibahas dengan Menlu, Haili Yoga Prediksi Anggaran Rp300 – Rp500 Miliar

Masjid Ruhama Takengon Dibahas dengan Menlu, Haili Yoga Prediksi Anggaran Rp300 – Rp500 Miliar

23 September 2026
Rotasi 9 Pejabat Eselon II, Khairmansyah Duduki Kursi Asisten, Haili Yoga: “Matahari Tetap Satu”

Rotasi 9 Pejabat Eselon II, Khairmansyah Duduki Kursi Asisten, Haili Yoga: “Matahari Tetap Satu”

23 September 2026
Besok, Bupati Haili Yoga Rotasi Pejabat Eselon II

Besok, Bupati Haili Yoga Rotasi Pejabat Eselon II

22 September 2026
Menagih Janji Bank Aceh, Bangun Tugu Gajah di Paya Tumpi Senilai Rp3,7 Miliar 

Menagih Janji Bank Aceh, Bangun Tugu Gajah di Paya Tumpi Senilai Rp3,7 Miliar 

22 September 2026
Skill Up Lab Dorong Anak Muda Bener Meriah Jadi Pelaku Ekonomi Kreatif

Skill Up Lab Dorong Anak Muda Bener Meriah Jadi Pelaku Ekonomi Kreatif

19 September 2026

BANYAK DIBACA

  • Kadis Pertanian Aceh Tengah Jauhari Mengundurkan Diri 

    Kadis Pertanian Aceh Tengah Jauhari Mengundurkan Diri 

    58 shares
    Share 23 Tweet 15
  • Rotasi 9 Pejabat Eselon II, Khairmansyah Duduki Kursi Asisten, Haili Yoga: “Matahari Tetap Satu”

    44 shares
    Share 18 Tweet 11
  • Peserta Aksi di DPRK, Minta Bupati Haili Yoga Hadir: “Kalau Tidak Kami Jemput ke Pendopo”

    39 shares
    Share 16 Tweet 10
  • Besok, Bupati Haili Yoga Rotasi Pejabat Eselon II

    22 shares
    Share 9 Tweet 6
  • Sosok Jauhari, Merangkul dengan Humor, Mundur karena Prinsip

    18 shares
    Share 7 Tweet 5
  • Tentang HARIE.ID
  • REDAKSI
  • KODE ETIK
  • PEDOMAN HAK JAWAB
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
PT.TANOH GAYO MULTIMEDIA

© 2024 harie.id .

No Result
View All Result
  • SERAMI
  • BENGKON
  • BERANANG
  • GEGAYANG
  • KEBEN
  • REGEM
  • SANTON
  • SELADANG
  • Tentang HARIE.ID
  • NEWSROOM HARIE.ID

© 2024 harie.id .