ADVERTISEMENT

Jembatan Enang-Enang Rp700 Miliar Mulai Dibangun 2027, Mendagri Sebut Akan Jadi Ikon Gayo

Picture of Karmiadi Arinos

Karmiadi Arinos

Mendagri Tito Karnavian saat mendarat di Bandara Rembele, Kabupaten Bener Meriah, Aceh (Photo/HR)

BENER MERIAH  | HARIE.ID – Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian memastikan pembangunan jembatan utama yang akan menghubungkan kawasan Enang-Enang, Kabupaten Bener Meriah, dijadwal mulai tahun 2027.

Jembatan sepanjang sekitar 300 meter dengan nilai sekitar Rp700 miliar itu diproyeksikan menjadi ikon baru Tanoh Gayo.

Kepastian tersebut disampaikan Tito saat meninjau langsung kondisi Jembatan Tajuk Enang-Enang, Selasa 07 Juli 2026 sore.

BACA JUGA

Menurutnya, meski terdapat beberapa jembatan lain yang menghubungkan aliran sungai di kawasan tersebut, pemerintah akan membangun satu jembatan utama berskala besar sebagai akses strategis sekaligus penanda kemajuan infrastruktur daerah.

“Jembatan ini nanti akan menjadi ikon Tanoh Gayo,” kata Tito.

Ia menjelaskan, proyek jembatan tersebut diperkirakan memiliki panjang sekitar 300 meter dengan kebutuhan anggaran mencapai Rp700 miliar.

Pembangunannya ditargetkan berlangsung selama tiga tahun sejak dimulai pada 2027.

Meski demikian, Tito berujar, Jembatan Tajuk Enang-Enang yang dibangun secara swadaya oleh masyarakat tidak akan dihilangkan.

Menurutnya, jembatan tersebut memiliki nilai sejarah dan menjadi simbol semangat gotong royong nenek moyang dan semangat gotong royong yang dilakukan.

“Tapi jembatan yang ada saat ini tidak kita hilangkan, karena punya sejarah,” ujarnya.

Tito juga mengungkapkan, Menteri Pekerjaan Umum dijadwalkan meninjau langsung lokasi, Rabu 08 Juli 2026 sebagai bagian dari percepatan penyelesaian pembangunan infrastruktur di kawasan tersebut.

“Besok Menteri PU akan datang ke sini. Kami datang ke sini atas perintah Pak Presiden Prabowo Subianto. Saya ditelepon langsung oleh Pak Seskab, Teddy, untuk menyelesaikan permasalahan jembatan ini,” ungkapnya.

Di akhir kunjungannya, Tito menyampaikan apresiasi kepada masyarakat Enang-Enang yang telah membangun jembatan sementara secara swadaya demi membuka akses transportasi warga pasca bencana hidrometeorologi akhir 2025 lalu.

“Mudah-mudahan persoalan ini segera dapat diselesaikan. Saya mengapresiasi masyarakat yang sudah bekerja secara swadaya demi membuka akses Enang-Enang,” pungkasnya.

Laporan | Karmiadi 

BERITA TERKAIT