ADVERTISEMENT

Saat Ismawati Berlari Tinggalkan Rumah, Selamatkan Balita dari Kobaran Api

Picture of Karmiadi Arinos

Karmiadi Arinos

Ismawati (Photo.Ist)

TAKENGON | HARIE.ID — Teriakan warga memecah suasana siang itu. Ismawati yang sedang berada seorang diri di dalam rumah awalnya tak menyangka keramaian di luar berubah menjadi kepanikan.

Saat kebakaran ia sedang menyetrika pakaian di kos san nya. Ia adalah siswa SMKN 4 Takengon.

Beberapa saat kemudian, hawa panas mulai menyergap rumahnya dan ia sadar, api sudah semakin dekat.

BACA JUGA

Kebakaran hebat melanda kawasan Pasar Jagong Jeget, Kampung Jeget Ayu, Kecamatan Jagong Jeget, Aceh Tengah, Minggu 09 Agustus 2026 menjelang siang saat itu.

Ismawati masih berada di dalam rumah ketika suara gaduh mulai terdengar dari luar. Sekitar pukul 10.00 hingga 11.00 WIB, ia mendengar warga berteriak-teriak.

Namun, ia tidak langsung keluar.

“Saya pikir cuma ramai biasa, karena memang di sini sering ramai,” kata Ismawati, mengenang detik-detik sebelum dirinya menyadari kebakaran telah terjadi.

Suasana berubah ketika terdengar informasi bahwa anak-anak sudah panik keluar rumah dan warga mulai sibuk mengangkat barang-barang untuk diselamatkan.

Ismawati pun mulai panik.

Dalam keadaan serba cepat, pikirannya sempat tertuju pada barang-barang di dalam rumah. Ia berniat membawa lemari pakaian.

Namun, lemari itu terlalu berat untuk diangkat seorang diri.

Tak ingin mengambil risiko, Ismawati akhirnya memilih menyelamatkan sesuatu yang bisa segera dibawa. Telepon genggam diambil, lalu ia berlari keluar rumah.

Begitu berada di luar, ia sempat menoleh. Pemandangan di depan matanya membuat langkahnya semakin cepat.

Hawa panas dari kobaran api sudah terasa mengenai bagian depan rumah. Api seolah tak lagi memberi banyak waktu untuk berpikir.

Ismawati kemudian menjauh dari bangunan dan menyelamatkan diri bersama seorang sahabat nya yang membantunya keluar dari lokasi.

Bukan Hanya Ismawati

Di tengah kepanikan itu, keselamatan keluarga menjadi persoalan lain.

Lalu, ia melihat seorang balita tergeletak di sebelah kos nya. Tak berpikir panjang, ia menyelamatkan bayi tersebut.

“Karena saya kenal, lalu saya gendong menuju Puskesmas, dan saat itu seingat saya ada juga yang bantu,” katanya.

Kondisi yang dialami ibunya bahkan lebih mengkhawatirkan.

Menurut informasi yang diterima keluarga, sang ibu sempat melompat dari lantai atas rumah untuk menyelamatkan diri dari kobaran api.

Saat mendapat perawatan di rumah sakit, telapak kaki ibunya dilaporkan mengalami luka bakar parah hingga melepuh.

Kini, Ismawati sedang menjalani perawatan medis. Mereka mendapat infus dan penanganan akibat luka serta syok setelah musibah tersebut.

Bagi Ismawati, kejadian itu berlangsung begitu cepat.

Bahkan, ia juga harus mendapat perawatan, dari pengakuan nya iya sempat tertimpa kayu saat kebakaran itu berlangsung.

Beberapa saat sebelumnya ia masih berada di dalam rumah. Ia bahkan sempat berpikir untuk menyelamatkan barang-barang.

Tetapi ketika hawa panas mulai menerpa dan api semakin dekat, satu-satunya yang ada dalam pikirannya hanya keluar dan menyelamatkan diri.

Laporan | Karmiadi 

BERITA TERKAIT