HARIE.ID | TAKENGON — Setelah lebih dari tiga tahun hidup dalam keterbatasan akibat kelumpuhan, Jumino, seorang mustahiq fakir di Dusun Mas Arba, Kampung Arul Badak, Kecamatan Pegasing, akhirnya mendapat penanganan kesehatan dan perhatian lebih serius dari Baitul Mal Aceh Tengah.
Baitul Mal Aceh Tengah bersama Dinas Kesehatan, BPBD, RSUD Datu Beru, Camat Pegasing beserta Muspika, Reje dan aparatur Kampung Arul Badak melakukan evakuasi terhadap Jumino untuk mendapatkan rujukan dan perawatan medis di RSUD Datu Beru Takengon.
Jumino mengalami kelumpuhan pada kedua kakinya setelah mengalami kecelakaan lebih dari tiga tahun lalu.
Saat itu, ia sempat mendapat penanganan medis hingga ke rumah sakit provinsi.
Namun, keterbatasan biaya membuat pengobatan tersebut tidak dapat dilanjutkan. Dalam kondisi serba terbatas, Jumino bersama istrinya kemudian tinggal di sebuah rumah kebun milik orang lain di Dusun Mas Arba.
Lokasi tempat tinggal mereka cukup terasing dari permukiman warga dan kondisinya dinilai tidak layak untuk ditempati.
Kondisi tersebut kemudian mendapat perhatian Baitul Mal Aceh Tengah. Tidak hanya membantu proses evakuasi dan pengobatan, Baitul Mal juga menyiapkan langkah lanjutan agar kehidupan Jumino dan istrinya dapat lebih layak.
Kepala Sekretariat Baitul Mal Aceh Tengah, Majid, SE, M.A.P, mengatakan Jumino bersama istrinya akan direlokasi ke rumah yang telah disiapkan Baitul Mal di Kampung Mongal.
“Insyaallah, Bapak Jumino beserta istri akan kami relokasi ke rumah yang sudah disiapkan Baitul Mal di Kampung Mongal. Selain tempat tinggal, kami juga akan memberikan modal usaha agar beliau dan keluarga memiliki sumber penghasilan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari,” kata Majid, Selasa 26 Agustus 2026
Menurutnya, penanganan terhadap mustahiq tidak berhenti pada bantuan sesaat.
“Kami Baitul berupaya memastikan penerima manfaat mendapatkan kehidupan yang lebih layak dan memiliki peluang untuk mandiri sesuai kemampuannya,” katanya.
Sementara itu, Ketua Baitul Mal Aceh Tengah, Azkia Umar, menyampaikan apresiasi kepada para muzaki yang selama ini mempercayakan zakat dan infaknya melalui Baitul Mal.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh muzaki Aceh Tengah yang telah menyalurkan zakat dan infaknya melalui Baitul Mal. Amanah ini kami teruskan kepada mereka yang benar-benar membutuhkan,” ujar Azkia.
Ia berharap kepercayaan masyarakat terhadap pengelolaan zakat dan infak terus tumbuh, sehingga semakin banyak mustahiq yang dapat dibantu, bukan hanya dalam memenuhi kebutuhan dasar, tetapi juga untuk bangkit dan memiliki kehidupan yang lebih mandiri.
Laporan | Karmiadi











