ADVERTISEMENT

Baitul Mal Aceh Tengah Salurkan Bantuan untuk Korban Longsor Sanehen

Picture of Karmiadi Arinos

Karmiadi Arinos

Wakil Bupati Aceh Tengah, Muchsin Hasan saat menyalurkan bantuan masa panik yang bersumber dari Baitu Mal (Foto. Ist)

HARIE.ID, TAKENGON — Baitul Mal Kabupaten Aceh Tengah salurkan bantuan masa panik kepada warga terdampak longsor di Desa Sanehen, Kecamatan Silih Nara, Senin 14 September 2026.

Bantuan tersebut bagian dari bentuk respons cepat terhadap warga yang rumahnya rusak berat maupun terdampak bencana.

Penyaluran bantuan dilakukan langsung oleh Wakil Bupati Aceh Tengah Muchsin Hasan, M.SP, didampingi Ketua Baitul Mal, Azkia Umar, anggota Baitul Mal serta Kepala Sekretariat Baitul Mal Majid.

BACA JUGA

Bantuan diserahkan kepada para korban melalui Reje Kampung Sanehen.

Tak hanya bantuan untuk kerusakan rumah, Baitul Mal juga memberikan santunan kepada keluarga korban yang meninggal dunia akibat longsor serta bantuan pendampingan bagi korban yang masih menjalani perawatan di RSUD Datu Beru Takengon.

Ketua Baitul Mal Aceh Tengah, Azkia Umar, mengatakan seluruh bantuan tersebut bersumber dari dana zakat yang dikelola Baitul Mal.

“Ini merupakan dana zakat dan kami salurkan kepada masyarakat yang membutuhkan, khususnya warga yang sedang menghadapi musibah,” kata Azkia Umar.

Ia berharap bantuan tersebut dapat sedikit meringankan beban keluarga korban sekaligus menjadi penguat bagi mereka untuk menghadapi masa sulit akibat bencana.

“Kami berharap keluarga korban diberikan ketabahan dan kekuatan dalam menghadapi cobaan ini,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Sekretariat Baitul Mal Aceh Tengah, Majid menjelaskan, besaran bantuan diberikan secara berbeda berdasarkan tingkat kerusakan rumah yang dialami warga.

Warga yang rumahnya mengalami rusak berat menerima bantuan sebesar Rp2,5 juta, sedangkan rumah yang mengalami dampak akibat longsor mendapatkan Rp1,5 juta.

Selain bantuan kerusakan rumah, Baitul Mal juga memberikan santunan dan bantuan pendampingan kepada korban yang sedang menjalani perawatan di RSUD Datu Beru Takengon.

Menurut Majid, pola penyaluran tersebut disesuaikan dengan kondisi masing-masing penerima agar bantuan zakat dapat diarahkan kepada warga yang paling membutuhkan. “Semoga dapat membantu,” kata Majid.

Laporan | Karmiadi 

BERITA TERKAIT