HARIE.ID | TAKENGON — Kondisi jalan di sekitar proyek pembangunan jembatan di Kecamatan Celala, Aceh Tengah, dikeluhkan pengguna jalan karena berlumpur, licin dan sulit dilalui, terutama saat hujan.
Kondisi yang disebut telah berlangsung selama berbulan-bulan itu dinilai mengganggu mobilitas warga hingga menimbulkan risiko kecelakaan.
Sorotan datang dari Ketua PGRI bersama unsur guru Kecamatan Celala. Mereka meminta pihak terkait lebih serius memperhatikan keselamatan pengguna jalan selama pekerjaan proyek berlangsung.
Menurut mereka, persoalan bukan pada pembangunan jembatan, melainkan kondisi akses yang tetap harus digunakan masyarakat di tengah aktivitas pekerjaan konstruksi.
Saat hujan turun, ruas jalan di kawasan tersebut disebut berubah menjadi berlumpur dan licin. Kendaraan harus melaju perlahan, sementara antrean kendaraan juga kerap terjadi. Sejumlah kecelakaan disebut telah terjadi akibat kondisi jalan yang sulit dilalui.
Kondisi tersebut turut dirasakan guru, ASN, tenaga kesehatan dan masyarakat yang setiap hari menggunakan jalur tersebut untuk menjalankan aktivitas maupun memberikan pelayanan kepada warga.
“Kami berharap pihak pelaksana proyek benar-benar memperhatikan keselamatan dan kenyamanan masyarakat yang melintas. Jangan sampai pembangunan berjalan, tetapi akses masyarakat justru terabaikan,” demikian harapan yang disampaikan unsur PGRI dan guru Kecamatan Celala kepada Harie.id, Rabu 16 September 2026.
Menurut informasi yang dihimpun Harie.id, ruas Jalan Genting Gerbang–Celala (Bts. Aceh Tengah) – Nagan Raya itu merupakan ruas jalan yang kewenangannya berada di bawah Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Aceh.
Pekerjaan proyek yang disebut itu menurut informasi dilaksanakan oleh PT Adhi Karya.
Jalur penghubung antar daerah, tersebut memiliki peran penting bagi mobilitas masyarakat dari Aceh Tengah menuju Nagan Raya maupun sebaliknya.
Masyarakat yang melintas berharap pekerjaan konstruksi tidak hanya mengejar target pembangunan fisik, tetapi juga memastikan jalur yang digunakan publik tetap aman dan layak dilalui.
Bagi para guru dan ASN, kondisi jalan tersebut bukan persoalan yang hanya muncul sesekali.
Mereka harus melewati jalur yang sama untuk menjalankan tugas dan memberikan pelayanan kepada masyarakat.
Terlebih ketika hujan turun, permukaan jalan yang berlumpur dan licin membuat pengendara harus meningkatkan kewaspadaan. Pengguna kendaraan roda dua menjadi salah satu kelompok yang dinilai cukup rentan ketika melewati ruas tersebut.
Selain menyulitkan pengendara, kondisi jalan juga disebut menyebabkan kendaraan mengantre. Sejumlah kecelakaan turut disebut terjadi, meski rincian mengenai jumlah maupun kronologinya belum disampaikan secara resmi oleh pihak berwenang.
Ketua PGRI dan unsur guru Kecamatan Celala berharap pihak pelaksana bersama instansi terkait segera melakukan penanganan sementara terhadap bagian jalan yang berlumpur dan rawan kecelakaan.
Langkah sederhana kata mereka, memastikan permukaan jalan tetap dapat dilalui, mengurangi genangan dan lumpur, serta menyediakan akses yang lebih aman selama pekerjaan berlangsung dinilai penting untuk mengurangi risiko bagi pengguna jalan.
Laporan | Karmiadi











