ADVERTISEMENT

Keluhan Jalan Berlumpur di Celala Dijawab PPK “Hari ini Sudah Normal”

Picture of Karmiadi Arinos

Karmiadi Arinos

Droping Pasir dan Batu (Sirtu) di proyek pembangunan jembatan Kecamatan Celala, Aceh Tengah (Foto. Ist)

HARIE.ID | TAKENGON — Keluhan pengguna jalan terkait kondisi berlumpur di ruas proyek pembangunan jembatan Kecamatan Celala, Aceh Tengah, mendapat respons dari Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), Chalid.

Ia mengakui kondisi tersebut mengganggu kenyamanan pengguna jalan dan menyampaikan permohonan maaf selama proses konstruksi berlangsung.

Chalid mengatakan, penanganan terus dilakukan dengan menambah material sirtu (pasir batu) untuk memperbaiki kondisi permukaan jalan yang sebelumnya berlumpur akibat pekerjaan galian dan hujan.

BACA JUGA

“Hari ini mudah-mudahan sudah normal kembali,” kata Chalid saat dikonfirmasi Harie.id, Rabu 16 September 2026.

Menurutnya, pekerjaan galian sebenarnya tidak ideal dilakukan ketika hujan. Namun, pihak pelaksana harus tetap mengejar progres pembangunan agar pekerjaan dapat selesai dan pada akhirnya memberikan kenyamanan bagi pengguna jalan.

Chalid menjelaskan, gangguan lalu lintas sulit sepenuhnya dihindari ketika proses galian dilakukan.

Kondisi tersebut kata dia, semakin terasa karena tidak tersedia jalur alternatif lain di lokasi pekerjaan.

“Jika kami sudah lakukan proses galian, kemungkinan besar lalu lintas pasti terganggu. Karena tidak ada jalan elak lain,” jelasnya.

Meski demikian, ia berujar, pihaknya tetap berupaya menyesuaikan akses agar dapat dilalui masyarakat dengan lebih nyaman.

Menurut Chalid, jalur yang digunakan masyarakat saat ini pada awalnya merupakan jalan darurat yang dibuka untuk menjaga akses selama pekerjaan berlangsung. Jalur tersebut kemudian ditingkatkan hingga menjadi jalan beraspal.

“Dulu itu jalan darurat yang kami buka dan sekarang kami tingkatkan sampai aspal,” katanya.

Chalid menegaskan, pihaknya memahami keluhan masyarakat. Ia bahkan mengatakan kondisi jalan berlumpur juga tidak nyaman bagi pihak proyek sendiri ketika harus melintasinya.

“Kami tidak salahkan pengguna jalan. Kami juga tidak nyaman jika melewati jalan seperti itu,” ujarnya.

Menurutnya, kondisi lapangan yang dipengaruhi hujan membuat penanganan menjadi terbatas.

Namun, pihaknya memastikan alat-alat tetap disiagakan di lokasi untuk melakukan penanganan ketika kondisi jalan mulai tidak stabil dilalui.

“Tidak bisa dilakukan apa-apa jika kondisi seperti itu,” katanya.

Ia berharap setelah material sirtu ditambahkan, kondisi lalu lintas di kawasan tersebut dapat kembali normal.

“Insyaallah setelah dilapisi Sirtu, lalu lintas akan normal kembali,” ujarnya.

Chalid menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat yang merasa terganggu.

“Mohon maaf jika selama pelaksanaan mengganggu kenyamanan pengguna jalan,” pungkasnya.

Laporan | Karmiadi 

BERITA TERKAIT