HARIE.ID | TAKENGON – Di sebuah rumah sewa berukuran sekitar 3×4 meter di Kampung Takengon Barat, Kecamatan Lut Tawar, Aceh Tengah, Masni menjalani hari-harinya seorang diri.
Di usia senjanya, perempuan ini harus bertahan di tempat tinggal yang jauh dari kata layak, terlebih ketika kondisi kesehatannya sedang menurun.
Kisah Masni mendapat perhatian khusus Wakil Bupati Aceh Tengah, Muchsin Hasan, yang mendatangi kediamannya, Selasa 3 November 2026.
Kunjungan itu memperlihatkan langsung kondisi kehidupan seorang lansia yang mengaku tidak lagi memiliki keluarga setelah anak satu-satunya meninggal dunia beberapa tahun lalu.
Rumah yang ditempati Masni bukan miliknya sendiri. Ia menyewa bangunan sederhana tersebut dengan biaya Rp200 ribu per bulan.
Begitu pintu dibuka, dapur tempatnya memasak dengan kayu bakar langsung terlihat. Ruang yang terbatas itu sekaligus menjadi tempat beristirahat dan menjalani seluruh aktivitas sehari-hari.
Tempat tidurnya pun jauh dari kenyamanan. Tidak ada spring bed ataupun kasur yang layak. Sejumlah perabotan rumah tangga tampak tidak tertata, sementara pekerjaan domestik yang biasanya dilakukan dengan mudah menjadi semakin berat ketika tubuh sedang sakit.
Saat Muchsin Hasan menyapanya, mata Masni berkaca-kaca. Dengan suara lirih, ia menyampaikan permintaan sederhana selama ini menjadi harapannya.
“Saya sedang sakit. Bantu saya untuk pindah dari rumah ini,” ucap Masni sembari menyeka air matanya.
Permintaan itu bukan sekadar keinginan mendapatkan tempat tinggal baru. Bagi Masni, rumah yang lebih layak menjadi harapan untuk menjalani sisa hidup dengan lebih aman dan nyaman.
“Kami hari ini datang bukan atas nama pribadi, tapi atas nama Pemerintah,” kata Muchsin Hasan saat berbicara kepada Masni.
Dalam kunjungan tersebut, Muchsin juga memastikan kondisi bantuan sosial yang selama ini diterima Masni melalui Baitul Mal Aceh Tengah.
Masni diketahui tercatat sebagai mustahik kategori fakir uzur. Ia mendapatkan bantuan bulanan yang menurut informasi Baitul Mal sebesar Rp500 ribu.
“Apakah betul Ibu menerima bantuan Rp500 ribu per bulan dari Baitul Mal?” tanya Muchsin.
“Kadang-kadang 600, kadang-kadang sedikit,” jawab Masni.
Kepala Sekretariat Baitul Mal Aceh Tengah, Majid, kemudian menjelaskan, pihaknya baru saja menyerahkan bantuan sebesar Rp1 juta Senin 2 November 2026.
Menurut Majid, Baitul Mal sebenarnya telah mengupayakan bantuan rumah bagi Masni. Namun, rencana tersebut terkendala persoalan lahan karena Masni tidak memiliki tanah untuk pembangunan rumah.
“Ada bantuan rumah dari Baitul Mal, tapi Ibu Masni tidak memiliki tanah,” jelas Majid.
Reje Kampung Takengon Barat yang turut hadir membenarkan, rumah tersebut berstatus sewa dengan biaya Rp200 ribu per bulan.
Bahkan, dalam beberapa kesempatan, pembayaran sewa disebut tidak diterima oleh pemilik rumah. Masni juga tercatat menerima Bantuan Langsung Tunai (BLT) dari desa sebesar Rp150 ribu setiap bulan.
Meski telah menerima sejumlah bantuan, persoalan tempat tinggal masih menjadi kebutuhan mendesak yang belum terselesaikan.
“Saya mau dicarikan rumah ke tempat lain,” kata Masni.
Dalam pertemuan itu, Muchsin sempat menawarkan agar Masni tinggal di panti jompo. Namun, tawaran tersebut ditolak. Masni menangis dan tetap berharap bisa mendapatkan rumah di lingkungan lain.
Muchsin kemudian menginstruksikan Sekretaris Kecamatan Lut Tawar yang hadir agar segera mencarikan rumah sewa yang lebih representatif bagi Masni.
“Dalam minggu ini harus ada rumah sewanya yang representatif. Karena rumah sewa dari Baitul Mal penuh dan ada yang sedang dalam tahap rehab,” tegas Muchsin.
Ia meminta agar pemerintah kecamatan terlebih dahulu mencari rumah sewa di sekitar pusat kota sambil menunggu ketersediaan rumah sewa milik Baitul Mal.
“Kalau Baitul Mal sudah siap menampung, kami akan siapkan. Sebelum itu, cari rumah sewa di seputaran kota dulu,” lanjutnya.
Majid mengatakan, Baitul Mal selama ini telah menindaklanjuti sejumlah kebutuhan Masni, termasuk memberikan bantuan kompor. Namun, menurutnya, Masni lebih terbiasa memasak menggunakan kayu bakar.
“Baitul Mal sudah menindaklanjuti kebutuhan Ibu Masni lewat fakir uzur. Sesuai instruksi Pak Wabup, kami akan menindaklanjuti tempat tinggalnya, termasuk rumah sewa yang akan ditempati sebelum ditempatkan ke rumah sewa milik Baitul Mal,” kata Majid.
Selain persoalan tempat tinggal, Muchsin turut meminta agar kondisi kesehatan Masni mendapat perhatian dari tenaga medis.
Ia menginstruksikan agar Dinas Kesehatan melalui Puskesmas Lut Tawar segera turun melakukan pemeriksaan. Koordinasi dengan kepala puskesmas diminta dilakukan pada hari yang sama.
Muchsin juga berharap bidan desa dapat aktif memantau kondisi Masni setelah nantinya pindah ke tempat tinggal yang lebih layak, termasuk ketika ia berada di kawasan Asir-Asir.
Sebelumnya, tenaga kesehatan disebut pernah mendatangi Masni. Dalam beberapa kesempatan, ia juga meminta bantuan untuk diantar menjalani pemeriksaan kesehatan.
Sebelum Muchsin dan tim meninggalkan kediaman Masni, sejumlah bantuan dari Dinas Sosial di serahkan, berupa mukena, kain sarung dan menyusul kebutuhan Sembako.
Laporan | Karmiadi






Komentar
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan.