HARIE.ID, TAKENGON | Pelatihan Life Skill yang digelar di Parkside Petro Gayo Hotel pada 24–28 Februari 2025 ramai diperbincangkan.
Bukan hanya soal materi pelatihannya, tetapi juga soal anggaran yang menggunakan Dana Desa sebesar Rp12,5 juta per peserta. Dengan setiap desa mengirimkan dua perwakilan, dana yang terserap mencapai Rp25 juta per desa.
Namun, realisasinya belum merata. Belum semua desa mengirimkan peserta, sementara rencana pelatihan gelombang kedua mulai dibahas.
Jika semua dari 295 kampung di Aceh Tengah berpartisipasi, anggaran yang terserap bisa mencapai Rp7,3 miliar lebih.
Di sisi lain, pemerintahan Presiden Prabowo Subianto tengah menerapkan efisiensi anggaran, sehingga wajar jika program ini menuai tanda tanya. Apakah benar-benar mendesak? Apakah sesuai dengan kebutuhan masyarakat kampung?
Menanggapi polemik ini, Bupati Aceh Tengah, Haili Yoga, memastikan akan segera duduk bersama para Reje, Forum Reje, hingga pengurus APDESI untuk membahas kelanjutan program tersebut dan program lain yang ada di desa.
“Ba’da Dzuhur kami akan duduk dengan seluruh reje, forum reje, karena saya belum memahami secara detail kegiatan Life Skill ini,” ujar Haili Yoga, Senin 03 Maret 2024.
Ia menyebut, program ini sebenarnya telah dirancang sebelum dirinya menjabat sebagai Bupati.
“Implementasinya berlangsung setelah kami menjabat. Nanti akan kami bahas bagaimana mekanismenya, karena saya belum masuk ke teknis, baru nanti kita buat kebijakan,” tegasnya.
Lebih jauh, Haili Yoga menekankan, urgensi program ini harus didasarkan pada kebutuhan nyata masyarakat.
“Kalau memang itu dibutuhkan, berarti bagus. Tapi kalau tidak, maka harus kita evaluasi. Karena yang harus digunakan adalah teori kebutuhan,” pungkasnya.
| ARINOS











