ADVERTISEMENT
harie.id
  • SERAMI
  • BENGKON
  • BERANANG
  • GEGAYANG
  • KEBEN
  • REGEM
  • SANTON
  • SELADANG
  • Tentang HARIE.ID
  • NEWSROOM HARIE.ID
  • SERAMI
  • BENGKON
  • BERANANG
  • GEGAYANG
  • KEBEN
  • REGEM
  • SANTON
  • SELADANG
  • Tentang HARIE.ID
  • NEWSROOM HARIE.ID
No Result
View All Result
harie.id
No Result
View All Result
Home BERANANG

Upaya Pelesrarian Bahasa Gayo Menggeliat, Usulan Balai Bahasa Menyeruak

by Arinos
5 November 2023
A A

Mukhlis Gayo saat memaparkan terkait upaya penyelamatan bahasa Gayo (Photo/Harie)

HARIE.ID, TAKENGON | Bahasa Gayo, yang telah lama  digunakan secara turun-temurun oleh orang Gayo. Kini  mendapat perhatian besar dalam sebuah diskusi yang digelar pada hari Sabtu, 04 November 2023.

Acara ini menggambarkan semangat dan komitmen yang kuat untuk melestarikan bahasa Gayo yang kaya kata.

Diskusi yang berjudul “Punahnya Bahasa Gayo: Resiko dan Upaya Pelestariannya” dipandu oleh Moderator Bahtiar Gayo.

BACA JUGA

Sosok Jauhari, Merangkul dengan Humor, Mundur karena Prinsip

Kadis Pertanian Aceh Tengah Jauhari Mengundurkan Diri 

Komitmen Bersama! “Jika Oknum TNI/Polri Terlibat PETI dan Mafia BBM Siap Dicopot”

Pembicara pertama, Bentara Linge, dari Majelis Adat Gayo (MAG). Sebagai ketua bidang Khazanah Adat Gayo, memberikan gambaran bahasa Gayo disampaikan penuh tamsil dalam bentuk perimestike dimasa lalu, namun saat ini keindahan rasa bahasa Gayo semakin jarang digunakan, bahkan tidak lagi terdengar dari generasi muda.

Belum adanya standar penulisan juga menjadi persoalan dalam mendokumentasikan bahasa Gayo dalam bentuk buku. dalam  memberikan pandangan mendalam tentang bahasa Gayo dan pentingnya melestarikannya.

Lebih jauh Bentara Linge menyampaikan, kepunahan bahasa Gayo salah satunya dipengaruhi oleh sikap bahasa para penuturnya.

Ada yang mengira bahwa dengan berbahasa daerah, maka itu artinya sama dengan menunjukkan diri sebagai “orang kampungan” tidak keren, dan tertinggal.

“Seperti inilah yang paling kuat menjadi penyebabnya, akibatnya para orang tua, remaja, dan anak-anak tidak lagi menggunakan bahasa daerahnya sehingga akhirnya bahasa itu memasuki fase kritis lalu kemudian punah,”  kata Bentara Linge, Sabtu 04 November 2023.

Menutup paparannya, Bentara Linge mengusulkan pembentukan lembaga seperti Balai Bahasa Gayo.

“Kalau bahasa daerah kita punah itu artinya kita kehilangan identitas dan  jati diri, kita hilang bukan hanya sejarah tapi segala jenis kearifan lokal,” pungkasnya.

Mukhlis Gayo praktisi Budaya membahas peran bahasa dalam kebudayaan dan sejarah perkembangan bahasa dalam sejarah manusia.

Ia membahas pengaruh campuran etnis terhadap bahasa Gayo, khususnya di wilayah Aceh Tengah. Apabila dikorelasikan dengan sifat kebudayaan, tentunya bahasa daerah termasuk ke dalam kebudayaan yang bersifat dinamis yang berarti akan mengalami dekonstruksi dan atau rekonstruksi bahasa.

Lanjutnya, kenyataan menunjukkan bahwa pada saat ini Bahasa Gayo cenderung atau mulai ditinggalkan penuturnya karena bahasa lain yang lebih luas daya jangkau komunikasinya (language of wider communication) dapat menggantikan Bahasa Gayo dalam berbagai ranah penggunaan bahasa untuk mencapai peluang sosial dan ekonomi yang lebih luas.

Diskusi yang diikuti oleh sejumlah peserta dari kalangan kepemerintahan, akademisi, dan pekerja seni, diwarnai oleh generasi muda memberikan pemahaman lebih dalam mengenai perubahan bahasa Gayo dan identifikasi keturunan bangsa.

Zulfikar Ahmad, Aman Dio, pembicara ketiga, menggarisbawahi pentingnya perlindungan bahasa Gayo sebagai wadah ilmu dan pengetahuan tradisional.

Ia mengungkapkan keprihatinannya terhadap perubahan dalam bahasa Gayo akibat pengaruh teknologi modern dan perubahan budaya.

Lebih lanjut Aman dio menyampaikan, upaya yang ditempuh oleh pemerintah dalam melindungi bahasa daerah adalah dengan mengusulkan undang-undang Bahasa Daerah sebagai salah satu rekomendasi dalam Kongres Bahasa Indonesia ke- XII.

Menurut Aman Dio upaya ini perlu ditindak lanjuti oleh masing-masing pemerintah daerah dengan menyusun peraturan daerah, mengingat kondisi bahasa daerah berbeda antara satu daerah dengan daerah lainnya.

Sebagai penutup, Zulfikar Ahmad, Aman Dio mengusulkan penyusunan kamus bahasa Gayo dengan definisi kalimat berbahasa Gayo seperti Kamus Besar Bahasa Indonesia, dan pengembangan database bahasa Gayo berbentuk Corpus.

Tanggapan peserta diskusi, membahas langkah-langkah konkret untuk mencegah punahnya bahasa Gayo. Para peserta berbicara mendukung perlindungan bahasa Gayo melalui peraturan perundang-undangan, penyusunan kamus bahasa Gayo, dan pengembangan database bahasa.

Menurut data yang dirilis oleh UNESCO, dalam kurun tiga puluh tahun terakhir sudah ada 200 bahasa daerah di dunia yang mengalami kepunahan.

Sementara, kalau di Indonesia dari 718 bahasa, 25 di antaranya terancam punah, yang enam kritis dan 11 bahasa sudah dinyatakan punah.

Moderator, Bachtiar Gayo, mengakhiri acara ini dengan harapan bahwa langkah-langkah nyata akan diambil untuk melestarikan bahasa Gayo, meningkatkan kesadaran akan keberagaman bahasa dan budaya, serta mengintegrasikan bahasa Gayo dalam pendidikan dan pembelajaran sains.

Diskusi ini bukan hanya sekadar perbincangan, tetapi langkah awal yang penting dalam upaya pelestarian bahasa Gayo dan budaya Aceh yang kaya. Semua peserta sepakat bahwa bahasa Gayo adalah harta berharga yang harus dilestarikan untuk generasi mendatang.

Upaya perlindungan terhadap bahasa Gayo agar tidak segera mengalami kepunahan melalui badan pengembangan dan pembinaan bahasa mengadakan upaya revitalisasi. Balai Bahasa Aceh dapat memfasilitasi kajian lanjutan dan rekomendasi kepada pemerintah daerah.

Arinos

Tags: Aceh TengahBahasa GayoBalai BahasaDisdikbudDiskusi Sabtuan
SendShare2Tweet2

BERITA TERKAIT

Sosok Jauhari, Merangkul dengan Humor, Mundur karena Prinsip

Sosok Jauhari, Merangkul dengan Humor, Mundur karena Prinsip

25 September 2026
Kadis Pertanian Aceh Tengah Jauhari Mengundurkan Diri 

Kadis Pertanian Aceh Tengah Jauhari Mengundurkan Diri 

24 September 2026
Komitmen Bersama! “Jika Oknum TNI/Polri Terlibat PETI dan Mafia BBM Siap Dicopot”

Komitmen Bersama! “Jika Oknum TNI/Polri Terlibat PETI dan Mafia BBM Siap Dicopot”

24 September 2026
Peserta Aksi di DPRK, Minta Bupati Haili Yoga Hadir: “Kalau Tidak Kami Jemput ke Pendopo”

Peserta Aksi di DPRK, Minta Bupati Haili Yoga Hadir: “Kalau Tidak Kami Jemput ke Pendopo”

24 September 2026
Masjid Ruhama Takengon Dibahas dengan Menlu, Haili Yoga Prediksi Anggaran Rp300 – Rp500 Miliar

Masjid Ruhama Takengon Dibahas dengan Menlu, Haili Yoga Prediksi Anggaran Rp300 – Rp500 Miliar

23 September 2026
Rotasi 9 Pejabat Eselon II, Khairmansyah Duduki Kursi Asisten, Haili Yoga: “Matahari Tetap Satu”

Rotasi 9 Pejabat Eselon II, Khairmansyah Duduki Kursi Asisten, Haili Yoga: “Matahari Tetap Satu”

23 September 2026
Next Post

Terkait Kekosongan Perangkat Kampung Mah Bengi, Camat Bebesen: Hari ini Diserahkan SK

BERITA TERKINI

Sosok Jauhari, Merangkul dengan Humor, Mundur karena Prinsip

Sosok Jauhari, Merangkul dengan Humor, Mundur karena Prinsip

25 September 2026
Kadis Pertanian Aceh Tengah Jauhari Mengundurkan Diri 

Kadis Pertanian Aceh Tengah Jauhari Mengundurkan Diri 

24 September 2026
Komitmen Bersama! “Jika Oknum TNI/Polri Terlibat PETI dan Mafia BBM Siap Dicopot”

Komitmen Bersama! “Jika Oknum TNI/Polri Terlibat PETI dan Mafia BBM Siap Dicopot”

24 September 2026
Peserta Aksi di DPRK, Minta Bupati Haili Yoga Hadir: “Kalau Tidak Kami Jemput ke Pendopo”

Peserta Aksi di DPRK, Minta Bupati Haili Yoga Hadir: “Kalau Tidak Kami Jemput ke Pendopo”

24 September 2026
Masjid Ruhama Takengon Dibahas dengan Menlu, Haili Yoga Prediksi Anggaran Rp300 – Rp500 Miliar

Masjid Ruhama Takengon Dibahas dengan Menlu, Haili Yoga Prediksi Anggaran Rp300 – Rp500 Miliar

23 September 2026
Rotasi 9 Pejabat Eselon II, Khairmansyah Duduki Kursi Asisten, Haili Yoga: “Matahari Tetap Satu”

Rotasi 9 Pejabat Eselon II, Khairmansyah Duduki Kursi Asisten, Haili Yoga: “Matahari Tetap Satu”

23 September 2026
Besok, Bupati Haili Yoga Rotasi Pejabat Eselon II

Besok, Bupati Haili Yoga Rotasi Pejabat Eselon II

22 September 2026
Menagih Janji Bank Aceh, Bangun Tugu Gajah di Paya Tumpi Senilai Rp3,7 Miliar 

Menagih Janji Bank Aceh, Bangun Tugu Gajah di Paya Tumpi Senilai Rp3,7 Miliar 

22 September 2026
Skill Up Lab Dorong Anak Muda Bener Meriah Jadi Pelaku Ekonomi Kreatif

Skill Up Lab Dorong Anak Muda Bener Meriah Jadi Pelaku Ekonomi Kreatif

19 September 2026
Asriadi Pimpin PPNI Aceh Tengah Periode 2026-2031

Asriadi Pimpin PPNI Aceh Tengah Periode 2026-2031

19 September 2026

BANYAK DIBACA

  • Kadis Pertanian Aceh Tengah Jauhari Mengundurkan Diri 

    Kadis Pertanian Aceh Tengah Jauhari Mengundurkan Diri 

    57 shares
    Share 23 Tweet 14
  • Rotasi 9 Pejabat Eselon II, Khairmansyah Duduki Kursi Asisten, Haili Yoga: “Matahari Tetap Satu”

    43 shares
    Share 17 Tweet 11
  • Peserta Aksi di DPRK, Minta Bupati Haili Yoga Hadir: “Kalau Tidak Kami Jemput ke Pendopo”

    38 shares
    Share 15 Tweet 10
  • Besok, Bupati Haili Yoga Rotasi Pejabat Eselon II

    22 shares
    Share 9 Tweet 6
  • Komitmen Bersama! “Jika Oknum TNI/Polri Terlibat PETI dan Mafia BBM Siap Dicopot”

    17 shares
    Share 7 Tweet 4
  • Tentang HARIE.ID
  • REDAKSI
  • KODE ETIK
  • PEDOMAN HAK JAWAB
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
PT.TANOH GAYO MULTIMEDIA

© 2024 harie.id .

No Result
View All Result
  • SERAMI
  • BENGKON
  • BERANANG
  • GEGAYANG
  • KEBEN
  • REGEM
  • SANTON
  • SELADANG
  • Tentang HARIE.ID
  • NEWSROOM HARIE.ID

© 2024 harie.id .