HARIE.ID | TAKENGON — Ketua harian Pordasi Aceh Tengah menyebut, dukungan terhadap pelaksanaan pacuan kuda tradisional dalam rangka Hari Ulang Tahun (HUT) ke-449 Kota Takengon terbuka lebar.
Dari hasil diskusi terbuka (public hearing) kata dia, sebanyak 80 persen peserta menyatakan setuju kegiatan tersebut digelar.
Mulyadi berujar, angka tersebut bahagian dari sinyal masyarakat menginginkan event tahunan itu tetap dilaksanakan sebagai penggerak ekonomi dan daya tarik wisata daerah pasca bencana hidrometeorologi.
“Delapan puluh persen yang hadir menyatakan setuju. Ini representasi agar pacuan kuda tetap digelar,” ujar Mulyadi usai kegiatan, Jumat, 17 April 2026.
Ia menilai, pacuan kuda tradisional bukan euforia, tali efek berantai terhadap geliat UMKM, sektor pariwisata, hingga pemulihan psikologis masyarakat pascabencana.
Menurutnya, kepastian keputusan dari Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah kini menjadi hal yang paling dinantikan berbagai pihak, mulai dari pelaku usaha hingga masyarakat luas.
“Kami tidak bisa berlama-lama dalam ketidakpastian. Persiapan teknis membutuhkan waktu, koordinasi lintas pihak juga harus segera dimatangkan. Karena itu, kami mendesak pemerintah daerah untuk segera mengambil keputusan final,” tegasnya.
Mulyadi bahkan memberi batas waktu yang jelas agar keputusan tidak berlarut-larut. Ia berharap kepastian sudah diumumkan sebelum awal pekan depan.
“Kami tunggu keputusan final dari Pemkab Aceh Tengah sebelum hari Senin. Ini penting agar seluruh tahapan persiapan bisa berjalan optimal,” pungkasnya.
Diketahui, saat ini Bupati Aceh Tengah saat ini sedang berada di Banda Aceh dalam rangka menyerahkan Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Tahun Anggaran 2025 kepada BPK RI Perwakilan Aceh.
Laporan | Karmiadi












