ADVERTISEMENT

Ikhsanuddin Apresiasi Reje dan Forkopimcam Pegasing Gelar MTQ untuk Trauma Healing Pascabencana

Picture of Karmiadi Arinos

Karmiadi Arinos

Anggota DPRK Aceh Tengah, Fraksi PKS, Ikhsanuddin (Photo/Ist)

HARIE.ID | TAKENGON – Anggota DPRK Aceh Tengah Ikhsanuddin, memberikan apresiasi kepada seluruh Reje Kampung dan Forum Komunikasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Pegasing yang telah menggagas dan melaksanakan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) sebagai bagian dari upaya trauma healing pascabencana hidrometeorologi yang melanda Aceh Tengah pada akhir tahun 2025 lalu.

Kegiatan yang dibuka secara resmi oleh Wakil Bupati Aceh Tengah, Muchsin Hasan, M.SP, di Aula Kantor Camat Pegasing, Selasa 12 Mei 3026 itu diikuti sebanyak 58 peserta yang terdiri dari unsur Forkopimcam, tujuh anggota DPRK Aceh Tengah Dapil II, para reje kampung, tokoh masyarakat, serta tokoh pemuda.

Perlombaan yang digelar hanya mempertandingkan cabang Tilawah Al-Qur’an.

BACA JUGA

Ikhsanuddin menilai, inisiatif para reje dan Forkopimcam Pegasing merupakan langkah yang sangat positif karena mampu memadukan semangat syiar Islam dengan pemulihan psikologis masyarakat pascabencana.

“Saya memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada seluruh reje kampung, Forkopimcam Pegasing, dan panitia pelaksana yang telah menggagas kegiatan MTQ ini. Di tengah upaya pemulihan pascabencana, mereka memilih Al-Qur’an sebagai sarana untuk menguatkan mental, mempererat ukhuwah, dan menumbuhkan optimisme masyarakat,” ujar Ikhsanuddin.

Menurutnya, bencana hidrometeorologi yang melanda Aceh Tengah beberapa waktu lalu tidak hanya meninggalkan kerusakan fisik, tetapi juga menyisakan luka psikologis bagi masyarakat.

Karena itu, kegiatan keagamaan seperti MTQ memiliki nilai yang sangat strategis dalam membangkitkan semangat dan harapan.

“Trauma akibat bencana tidak cukup dipulihkan dengan pembangunan infrastruktur saja. Kita juga harus menguatkan hati dan jiwa masyarakat. Saya melihat MTQ ini menjadi media yang tepat untuk menghadirkan ketenangan, memperkuat keimanan, sekaligus mempererat hubungan antar unsur pemerintahan dan masyarakat,” katanya.

Ikhsanuddin juga mengapresiasi gagasan Camat Pegasing, Arisa Putra, bersama para reje kampung yang menjadikan kegiatan ini sebagai wadah silaturahmi dan pembudayaan membaca Al-Qur’an di lingkungan kerja.

“Ini adalah inovasi yang patut dicontoh oleh kecamatan lain. Tidak perlu kegiatan yang mewah atau anggaran besar, tetapi yang terpenting adalah bagaimana kegiatan tersebut mampu memberi manfaat dan menjaga nilai-nilai Islam di tengah masyarakat,” ujarnya.

Ikhsanuddin berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan dan menjadi agenda rutin di setiap kecamatan di Aceh Tengah.

“Semoga kegiatan ini tidak berhenti di sini. Saya berharap MTQ Forkopimcam dan Forum Reje Pegasing dapat menjadi inspirasi bagi kecamatan lain untuk menghadirkan program-program yang menguatkan nilai keislaman sekaligus membangun semangat kebersamaan pascabencana,” katanya.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Wakil Bupati Aceh Tengah, Muchsin Hasan, yang telah memberikan dukungan penuh terhadap kegiatan tersebut dan mendorong agar kegiatan serupa dapat dilaksanakan secara rutin.

“Ketika pemerintah, tokoh masyarakat, dan para reje bersatu dalam syiar Islam, saya yakin Aceh Tengah akan semakin kuat. Dari Pegasing, kita belajar bahwa kebangkitan pascabencana tidak hanya dibangun dengan fisik, tetapi juga dengan iman dan kebersamaan,” tutup Ikhsanuddin.

Laporan | Karmiadi 

BERITA TERKAIT