TAKENGON | HARIE.ID – Dewan Pengurus Daerah (DPD) II Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Aceh Tengah periode 2025–2028 resmi dilantik dalam rangkaian Pelantikan dan Rapat Kerja bertema “Pemuda Bersatu, Pemuda Maju, Aceh Tengah Bangkit dan Kuat” di Gedung Olah Seni (GOS) Takengon, Sabtu 18 Juli 2026.
Pada pelantikan tersebut, Feri Yanto resmi dikukuhkan sebagai Ketua DPD II KNPI Aceh Tengah, didampingi Sabriyanto sebagai Sekretaris dan Win Tanora Ecek sebagai Bendahara.
Ketua DPD I KNPI Aceh, H. Aulia Rahman berujar, pelantikan bukan sekadar seremoni atau ajang mengenakan atribut organisasi, melainkan awal dari tanggung jawab besar untuk menjaga kekompakan dan menjalankan organisasi secara kolektif.
“Jangan hanya memakai baju KNPI, dilantik lalu foto-foto. Setelah ini dampingi Ketua, dampingi Sekretaris, dampingi Bendahara. Kuatkan kolaborasi untuk membesarkan organisasi,” tegas Aulia Rahman.
Ia mengingatkan seluruh pengurus agar tidak menciptakan konflik internal yang dapat melemahkan organisasi. Menurutnya, semangat persatuan harus menjadi fondasi utama dalam menjalankan roda KNPI.
“Jangan sekali-kali mengganggu Ketua. Kalau mau mengganggu Ketua, tunggu di Musda berikutnya. Kita di sini untuk menghindari keretakan dan memelihara kerukunan. Itu semangat yang ada dalam Mars KNPI dan harus benar-benar ditanamkan,” ujarnya.
Aulia bahkan menyampaikan peringatan keras kepada seluruh pengurus yang baru dilantik agar tidak memiliki niat menjatuhkan kepemimpinan di tengah jalan.
“Kalau ada yang berharap ingin menjatuhkan Ketua di tengah jalan, copot baju itu sekarang juga. Saya sampaikan ini dengan tegas. Setelah dilantik, dukung 100 persen Bung Feri dan dukung 100 persen Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah,” katanya.
Ia juga mengajak KNPI Aceh Tengah mengisi berbagai ruang pengabdian yang masih terbuka melalui program-program kepemudaan yang produktif dan berdampak bagi masyarakat.
Menurutnya, pemuda yang diberi ruang untuk berkegiatan akan menjadi kekuatan pembangunan daerah.
“Pemuda itu kalau tidak ada kegiatan, pikirannya bisa ke mana-mana. Tapi kalau diberi ruang berkegiatan, saya yakin semuanya akan mengarah kepada hal-hal positif,” ucapnya.
Aulia turut mengingatkan, generasi muda pada dasarnya ingin didengar dan dilibatkan dalam pembangunan.
“Anak muda itu sebenarnya hanya ingin didengar. Ketika diberi kesempatan berkontribusi, baik di birokrasi, dunia usaha, akademisi maupun organisasi, mereka akan memberikan energi positif bagi daerah,” jelasnya.
Ia menilai komposisi kepengurusan KNPI Aceh Tengah yang berasal dari berbagai latar belakang, mulai dari unsur organisasi kepemudaan, akademisi, swasta hingga keterwakilan perempuan, menjadi modal besar untuk melahirkan program-program inovatif.
“Saya berharap kepengurusan ini mampu melahirkan program-program yang menjadi legasi bagi pembangunan dan pembaruan pemuda di Aceh Tengah,” pungkas Aulia Rahman.
Laporan | Karmiadi











