ADVERTISEMENT

Pergantian Direktur RSUD Datu Beru Heboh, Haili Yoga Sebut Biasa Saja!

Picture of Karmiadi Arinos

Karmiadi Arinos

Bupati Aceh Tengah, Haili Yoga saat menghadiri pelantikan pengurus KNPI Aceh Tengah periode 2025-2028 (Photo/Ist)

TAKENGON | HARIE.ID — Bupati Aceh Tengah, Haili Yoga menilai polemik yang muncul usai pergantian Pelaksana Tugas (Plt) Direktur RSUD Datu Beru Takengon merupakan hal yang biasa dalam pemerintahan.

Menurutnya, pergantian dilakukan demi memastikan pelayanan rumah sakit kepada masyarakat tetap berjalan tanpa hambatan.

Pernyataan tersebut disampaikan Haili Yoga usai pelantikan Pengurus DPD II KNPI Aceh Tengah periode 2025–2028 di Gedung Olah Seni (GOS) Takengon, Sabtu 18 Juli 2026.

BACA JUGA

“Kemarin begitu saya ganti Plt Direktur RSUD Datu Beru Takengon semuanya heboh. Menurut saya hal itu biasa saja. Kenapa? Kalau harus diganti, wajib diganti,” kata Haili Yoga.

Ia menegaskan, pergantian pimpinan rumah sakit bukan tanpa alasan. Keputusan tersebut diambil agar pelayanan kesehatan kepada masyarakat tidak terhenti dan tetap berjalan secara optimal.

“Karena itu tidak boleh terhenti untuk pelaksanaan pelayanan rumah sakit,” ujarnya.

Haili memastikan, pengisian jabatan Direktur RSUD Datu Beru secara definitif nantinya akan dilakukan melalui mekanisme asesmen yang terbuka untuk mendapatkan figur paling kompeten.

“Kalau nanti mau definitif, kita buka asesmennya. Siapa yang layak, itu yang akan dipilih,” tegasnya.

Ia mengaku saat ini mulai mencari sejumlah sosok yang dinilai memiliki kapasitas memimpin rumah sakit milik pemerintah daerah tersebut.

Salah satu nama yang menurutnya menarik perhatian adalah seorang putra Gayo yang kini bertugas di Banda Aceh.

“Ternyata ada putra Gayo di Banda Aceh, pernah tugas di Dinas Kesehatan Provinsi. Itu pun bagus. Dia dokter umum, tapi sudah mengambil S2 dan sekarang hampir selesai S3,” ungkap Haili.

Meski demikian, Haili menegaskan pemerintah daerah tetap terbuka menerima berbagai masukan dari masyarakat mengenai figur yang dinilai layak memimpin RSUD Datu Beru ke depan.

Selain membahas pergantian pimpinan rumah sakit, Haili juga mengajak masyarakat dan insan media untuk menyampaikan kritik secara santun dan membangun.

“Berikan masukan kepada kami. Bermain media yang baik, yang bijak, yang tidak melukai perasaan siapa pun. Jangan lakukan sesuatu yang dapat melukai hati seseorang. Itu akan kembali lagi kepada diri kita,” pesannya.

Menurut Haili, seorang pemimpin harus mampu menerima kritik dengan lapang dada dan tidak mudah membalas setiap serangan yang ditujukan kepadanya.

“Apa pun yang dilakukan terhadap saya, saya maafkan. Karena saya yang menjadi pemimpin. Harus mengikuti jejak Rasulullah, selalu memaafkan. Kalau nanti saya tidak mampu, maka saya serahkan kepada Allah. Biar Allah yang memberikan apa pun menurut-Nya yang terbaik,” pungkas Haili Yoga.

Laporan | Karmiadi 

BERITA TERKAIT