DELISERDANG | HARIE.ID — Sebanyak 21 peserta Studi Lapangan (STULA) Pusat Pembelajaran dan Strategi Kebijakan Manajemen Kinerja dan Kualitas (PUSJAR SKMK) LAN RI Aceh mengunjungi Tempat Pemeriksaan Imigrasi (TPI) Kualanamu, Kamis 03 September 2026.
Kegiatan itu digelar untuk mempelajari penerapan Autogate dan Passenger Analysis Unit (PAU) dalam pelayanan keimigrasian.
Peserta STULA berasal dari Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas) serta Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah.
Kunjungan ini adalah pembelajaran lapangan untuk melihat secara langsung bagaimana transformasi digital diterapkan dalam pelayanan publik.
Autogate menjadi salah satu inovasi utama yang dipelajari. Sistem pemeriksaan otomatis berbasis teknologi biometrik tersebut memungkinkan proses pemeriksaan dokumen dan identitas pelintas dilakukan secara lebih cepat dan efisien.
Kepala Bidang Tempat Pemeriksaan Imigrasi, Sofyan Martono Wibowo mengatakan, penerapan Autogate memiliki peran strategis dalam mendukung efektivitas pemeriksaan di TPI.
“Autogate memberikan keunggulan dari sisi kecepatan pelayanan, efisiensi proses pemeriksaan, serta pemanfaatan teknologi biometrik dalam memastikan identitas dan kelayakan pelintas,” jelas Sofyan.
Menurutnya, digitalisasi pelayanan juga berdampak pada pengelolaan antrean dan waktu tunggu masyarakat. Dengan sistem otomatis, petugas dapat mengoptimalkan sumber daya dan memusatkan perhatian pada pelintas yang membutuhkan pemeriksaan lebih lanjut.
Transformasi tersebut sekaligus memperkuat fungsi pengawasan dan penegakan hukum keimigrasian tanpa mengesampingkan kebutuhan masyarakat terhadap layanan yang cepat, mudah, akurat dan aman.
Dalam kunjungan itu, peserta tidak hanya menerima pemaparan materi. Mereka juga melihat langsung implementasi Autogate dan PAU di TPI Kualanamu.
Pengalaman tersebut memberikan gambaran mengenai bagaimana teknologi diterapkan dalam proses bisnis pelayanan publik, sekaligus menjadi ruang berbagi praktik baik yang dapat dikembangkan di masing-masing unit kerja peserta.
Kegiatan STULA ini juga menempatkan transformasi digital bukan semata sebagai persoalan teknologi.
Kepemimpinan, inovasi, kolaborasi dan kemampuan organisasi beradaptasi menjadi bagian penting dalam mendorong peningkatan kinerja serta kualitas pelayanan publik.
Melalui pembelajaran langsung di lapangan, peserta diharapkan mampu membawa praktik-praktik baik yang ditemukan di TPI Kualanamu untuk dikaji dan, bila relevan, diadaptasi dalam penyelenggaraan pelayanan di lingkungan kerja masing-masing.
Laporan | Karmiadi











