ADVERTISEMENT

SPPG Silih Nara Burni Bius Layani 3.006 Penerima, Dorong Generasi Sehat Lewat MBG

Picture of Karmiadi Arinos

Karmiadi Arinos

SPPG Burni Bius, Kecamatan Silihnara, Aceh Tengah (Foto. HR)

HARIE.ID | ACEH TENGAH — Program Makan Bergizi melalui Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Silih Nara Burni Bius mulai memperluas akses makanan bergizi bagi ribuan penerima manfaat di wilayah tersebut.

SPPG ini melayani 3.006 penerima manfaat yang tersebar di 25 sekolah dan 16 desa.

Kepala SPPG Burni Bius, Kecamatan Silihnara, Vanessa Yudha Azizul Ilmi, S.Gz., M.Gz., mengatakan, pelaksanaan program tidak hanya berorientasi pada penyediaan makanan, tetapi juga memastikan makanan yang diterima memiliki standar gizi, keamanan, kebersihan, serta porsi yang terukur.

BACA JUGA

Menurutnya, pengelolaan makanan dilakukan secara terstruktur sejak pemilihan bahan baku, persiapan, pengolahan, pengemasan hingga distribusi kepada penerima manfaat.

Dengan pola tersebut kata dia, kualitas makanan dapat lebih mudah dikontrol sekaligus dievaluasi secara berkala.

“Tujuannya bukan sekadar menyediakan makanan, tetapi mendukung pemenuhan gizi dan pembentukan generasi yang sehat dan berkualitas,” ujar Vanessa kepada Harie.id, Jum’at 11 September 2026.

Ia berujar, salah satu keunggulan penyelenggaraan MBG melalui SPPG terletak pada pengaturan standar gizi dan komposisi makanan.

Menu disusun dengan mempertimbangkan kebutuhan gizi penerima manfaat sehingga makanan yang diberikan tidak sekadar mengenyangkan, tetapi memberikan manfaat bagi pertumbuhan dan aktivitas penerima manfaat.

Aspek keamanan pangan lanjut nya, bagian penting dalam proses penyelenggaraan. SPPG menerapkan prinsip higiene dan sanitasi dalam pengolahan makanan serta memiliki sejumlah standar pendukung, yakni Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS), HACCP, dan sertifikat halal.

Penerapan HACCP menjadi salah satu instrumen untuk mengidentifikasi sekaligus mengendalikan potensi bahaya dalam setiap tahapan pengolahan makanan.

Sementara sertifikasi halal kata dia, memberikan kepastian aspek kehalalan bahan dan proses telah menjadi bagian dari pengelolaan.

Selain itu, porsi dan komposisi makanan dibuat lebih terkontrol. Sistem produksi yang terstruktur juga memungkinkan proses pelayanan dipantau dan dievaluasi untuk menemukan bagian yang perlu diperbaiki.

Bagi Vanessa, keberadaan SPPG bukan hanya soal distribusi makanan ke sekolah-sekolah.

Program tersebut diharapkan menjadi bagian dari upaya memperluas akses masyarakat terhadap makanan bergizi secara teratur.

SPPG Silih Nara, Burni Bius membawa tantangan sekaligus tanggung jawab yang sangat besar, adalah memastikan makanan yang sampai ke penerima benar-benar memenuhi standar gizi, aman dikonsumsi, dan dikelola secara konsisten.

“Keberhasilan program makan bergizi tidak hanya diukur dari berapa banyak porsi yang kita bagikan, tetapi dari seberapa baik makanan tersebut mendukung tumbuh kembang dan kualitas generasi penerima manfaat,” pungkas Vanessa.

Laporan | Karmiadi 

BERITA TERKAIT