HARIE.ID | TAKENGON – Sebanyak 99 unit mesin babat disalurkan kepada empat kelompok tani di Kabupaten Aceh Tengah. Bantuan tersebut diharapkan dapat meringankan pekerjaan petani, terutama dalam membersihkan dan merawat lahan pertanian maupun perkebunan.
Aspirasi pengadaan peralatan pertanian itu diperjuangkan Anggota DPRK Aceh Tengah, M. Syahri, politisi Partai Bulan Bintang (PBB) dari Daerah Pemilihan (Dapil) 4.
Empat kelompok penerima bantuan tersebut masing-masing Buge Ara di Kampung Tansaran, Melala Sagi di Kampung Bebesen, Ujung Pejebe di Kampung Empus Talu, serta Kelompok Wanita Tani (KWT) Tani Gayo di Kampung Bebesen.
Bagi kelompok tani, keberadaan mesin babat bukan hanya tambahan peralatan kerja. Alat tersebut dapat membantu mempercepat pembersihan lahan, mengendalikan pertumbuhan rumput liar, sekaligus mengurangi beban pekerjaan yang selama ini mengandalkan tenaga manual.
M. Syahri mengatakan, pengadaan 99 unit mesin babat itu merupakan bagian dari upaya memperjuangkan aspirasi masyarakat, khususnya petani yang membutuhkan dukungan sarana untuk menunjang aktivitas pertanian.
“Pengadaan 99 unit mesin babat ini merupakan bagian dari upaya kami memperjuangkan kebutuhan masyarakat, khususnya kelompok tani. Kami berharap bantuan ini dapat membantu meringankan pekerjaan petani, mempercepat pembersihan lahan, serta meningkatkan efektivitas pengelolaan kebun dan lahan pertanian,” ujar M. Syahri, Rabu 05 November 2026 malam.
Ia menekankan, bantuan tersebut harus memberikan manfaat bagi anggota kelompok. Karena itu, penerima diminta menjaga peralatan dan mengatur penggunaannya secara bersama agar tidak hanya dimanfaatkan oleh sebagian anggota.
“Peralatan ini harus dijaga. Jangan sampai setelah disalurkan justru tidak dimanfaatkan secara maksimal. Apalagi kalau dijual,” katanya.
Menurutnya, keberhasilan sebuah bantuan tidak hanya diukur dari jumlah peralatan yang diserahkan, tetapi, dari sejauh mana fasilitas tersebut mampu menjawab kebutuhan masyarakat.
Ia mendorong kelompok penerima membangun kesepakatan dalam penggunaan dan pemeliharaan mesin, sehingga peralatan tetap terawat dan manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang.
Lebih jauh, M. Syahri menilai penguatan sektor pertanian membutuhkan perhatian berkelanjutan. Penyediaan sarana kerja perlu berjalan beriringan dengan pendampingan, dukungan sarana produksi, serta kebijakan yang sesuai dengan persoalan petani di lapangan.
“Petani merupakan bagian penting dari kekuatan ekonomi daerah. Karena itu, aspirasi dan kebutuhan mereka harus terus diperjuangkan agar sektor pertanian semakin produktif dan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya.
Penyaluran 99 mesin babat tersebut diharapkan menjadi salah satu bentuk dukungan terhadap aktivitas kelompok tani, sekaligus mendorong pengelolaan lahan yang lebih efektif di Aceh Tengah.
Laporan| Karmiadi






Komentar
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan.