HARIE.ID | TAKENGON — Bencana hidrometeorologi di Kabupaten Aceh Tengah masih belum usai, tanah longsor dan banjir hingga air meluap masih menjadi tantangan masyarakat.
Hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur sejak 8 April 2026 memicu banjir dan longsor susulan yang kian meluas, melumpuhkan akses vital serta mengganggu kehidupan masyarakat.
Kepala Pelaksana BPBD Aceh Tengah, Andalika, dalam laporannya menyampaikan, dampak bencana tidak hanya merusak infrastruktur, tetapi juga memutus konektivitas antarwilayah, baik jalan kabupaten, provinsi hingga jalur nasional.
“Curah hujan yang terjadi hampir merata di sebagian besar wilayah Aceh Tengah telah menyebabkan banjir dan longsor susulan, serta merusak akses jalan dan jembatan,” ujar Andalika, Sabtu 11 April 2026.
Sejumlah ruas jalan strategis di sekitar kawasan Danau Laut Tawar dilaporkan tidak dapat dilalui akibat tertutup material longsor dan amblasnya badan jalan. Jalur yang terdampak antara lain, Jalan Takengon – Bintang, Jalan Mendale – Bintang dan Jalan Bintang – Simpang Kraft.
Ketiga jalur tersebut merupakan urat nadi mobilitas masyarakat yang kini terputus total.
Peningkatan debit air sungai juga mengakibatkan rusaknya sejumlah jembatan darurat yang sebelumnya dibangun oleh TNI, Polri, dan relawan.
Akibatnya, akses penyeberangan kembali lumpuh, di antaranya, Jembatan di Desa Burlah, Kecamatan Ketol, Jembatan apung di Desa Reje Payung, Kecamatan Linge dan sejumlah jembatan darurat di Kecamatan Rusip Antara.
Kerusakan ini memperparah isolasi wilayah yang sebelumnya sudah terdampak.
Selain infrastruktur, banjir juga merendam sejumlah desa akibat meluapnya sungai di dekat permukiman warga. Wilayah yang terdampak antara lain, Paya Tumpi, Mongal, Simpang IV Bebesen, Asir-Asir, Toweren, Rawe dan Linung Bulen I.
Air yang menggenangi rumah warga memaksa sebagian masyarakat mengungsi ke lokasi yang lebih aman.
Tidak hanya jalan lokal dan provinsi, akses jalan nasional menuju Aceh Tengah juga dilaporkan lumpuh total akibat longsor dan kerusakan badan jalan, meliputi Jalan Takengon – Bireuen, Jalan Takengon – Ise-Ise (batas Gayo Lues), Jalan Pameu – Genting Gerbang.
Kondisi ini semakin memperburuk distribusi logistik dan mobilitas bantuan ke wilayah terdampak.
BPBD memastikan, banjir dan longsor susulan berdampak luas terhadap seluruh sektor kehidupan masyarakat, termasuk aktivitas ekonomi dan proses pendidikan yang terganggu akibat terputusnya akses dan genangan air.
Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah melalui BPBD dan Dinas PUPR terus melakukan upaya penanganan di sejumlah titik strategis untuk membuka kembali akses yang terputus.
Namun, upaya tersebut diakui menghadapi kendala serius.
“Penanganan terus dilakukan semaksimal mungkin, meskipun dengan kemampuan dan ketersediaan peralatan yang sangat terbatas,” tegas Andalika.
Andalika menghimbau masyarakat tetap waspada terhadap potensi hujan lanjutan yang dapat memicu bencana susulan.
Laporan | Karmiadi












