HARIE.ID | TAKENGON — Ketua Komisi A DPRK Aceh Tengah, Fahrijal Kasir, mendukung kebijakan pemerintah yang membatasi akses media sosial bagi anak di bawah usia 16 tahun.
Pernyataan tersebut disampaikannya usai mengikuti upacara peringatan Hari Kebangkitan Nasional ke-118 di Lapangan Setdakab Aceh Tengah, Rabu 20 Mei 2026.
Menurut Fahrijal, langkah pemerintah melalui penerapan penuh Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Perlindungan Anak (PP TUNAS) merupakan bentuk kehadiran negara dalam melindungi generasi muda di era digital.
“Kami mendukung langkah pemerintah membatasi akses media sosial untuk anak di bawah 16 tahun. Ini bukan untuk membatasi kreativitas anak, tetapi untuk menjaga tumbuh kembang mereka agar tidak terpapar konten negatif dan pengaruh digital yang berlebihan,” kata Fahrijal.
Ia berujar, perkembangan teknologi dan media sosial saat ini membawa tantangan serius bagi keluarga dan dunia pendidikan.
Anak-anak, kata dia, kini semakin mudah mengakses berbagai platform digital tanpa pengawasan yang cukup, sehingga berpotensi memengaruhi moral, mental, hingga pola perilaku mereka.
Menurutnya, semangat Hari Kebangkitan Nasional tahun ini sangat relevan dengan upaya menjaga kualitas generasi muda Indonesia, bukan hanya dari sisi pendidikan dan kesehatan, tetapi juga dari sisi karakter dan etika di ruang digital.
“Generasi muda adalah tunas bangsa. Jangan sampai mereka tumbuh dekat dengan gadget, tetapi jauh dari nilai-nilai moral, pendidikan, dan budaya,” kata Politisi Partai Gerindra besutan Prabowo Subianto ini.
Fahrijal juga menyinggung berbagai program pemerintah yang saat ini berjalan untuk memperkuat kualitas sumber daya manusia, seperti Program Makan Bergizi Gratis, pembangunan Sekolah Rakyat dan Sekolah Garuda di wilayah afirmasi, hingga layanan Cek Kesehatan Gratis bagi masyarakat.
Menurutnya, seluruh program tersebut menunjukkan, negara sedang membangun ekosistem kesejahteraan yang menyeluruh demi menciptakan generasi masa depan yang sehat, cerdas, dan memiliki daya saing.
“Pendidikan, kesehatan, dan perlindungan anak di ruang digital harus berjalan beriringan. Kalau ingin Indonesia kuat ke depan, maka generasi mudanya juga harus dijaga sejak sekarang,” katanya.
Ia berharap seluruh elemen masyarakat, mulai dari orang tua, sekolah hingga pemerintah daerah, dapat bersama-sama mengawasi penggunaan media sosial di kalangan anak-anak agar ruang digital tetap sehat dan aman bagi perkembangan mereka.
“Selamat Hari Kebangkitan Nasional 2026, jaga tunah bangsa demi kedaulatan Negara,” pungkasnya.
Laporan | Karmiadi











