ADVERTISEMENT

Fahrijal Kasir Dukung Percepatan Pembentukan BNNK Aceh Tengah

Picture of Karmiadi Arinos

Karmiadi Arinos

Fahrijal Kasir, Ketua Komisi A DPRK Aceh Tengah dari Fraksi Gerindra (Photo/Rudee)

HARIE.ID | TAKENGON – Ketua Komisi A DPRK Aceh Tengah, Fahrijal Kasir dukung percepatan pembentukan Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) di Kabupaten berhawa sejuk itu.

Menurut politisi Partai Gerindra tersebut, kehadiran BNNK menjadi kebutuhan mendesak untuk memperkuat upaya pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan serta peredaran gelap narkotika di wilayah tengah Aceh.

Dukungan itu disampaikan menyusul penandatanganan nota kesepakatan antara Badan Narkotika Nasional Provinsi Aceh dan Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah terkait pembentukan unit layanan terpadu yang menjadi langkah awal lahirnya BNNK di Kabupaten tersebut.

BACA JUGA

Fahrijal menilai, pembentukan BNNK bukan sekadar penambahan lembaga pemerintah, melainkan bentuk keseriusan negara dalam melindungi generasi muda dari ancaman narkotika yang semakin kompleks.

“Kami sangat mendukung percepatan pembentukan BNNK. Ini bukan hanya kebutuhan kelembagaan, tetapi kebutuhan masyarakat. Kita tidak boleh memberikan ruang sedikit pun bagi peredaran narkoba yang dapat merusak masa depan generasi muda,” kata Fahrijal, Jum’at 22 Mei 2026.

Menurutnya, posisi geografis Aceh Tengah yang menjadi penghubung sejumlah wilayah di Aceh membuat daerah ini memiliki kerentanan tersendiri terhadap jalur peredaran narkotika.

Karena itu, diperlukan penguatan pengawasan melalui lembaga yang memiliki fokus khusus dalam penanganan narkoba.

Pernyataan tersebut sejalan dengan pemaparan Kepala BNN Provinsi Aceh, Brigjen Pol. Dr. Dedy Tabrani, yang menyebut Aceh Tengah sebagai salah satu daerah yang perlu mendapat perhatian serius dalam pengawasan narkotika.

Selain menjadi jalur perlintasan, wilayah tengah Aceh juga disebut memiliki potensi kerawanan terhadap distribusi ganja maupun narkotika jenis lainnya.

Fahrijal mengapresiasi langkah Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah dan BNN Provinsi Aceh yang telah memulai proses pembentukan BNNK.

Ia meyakini keberadaan lembaga tersebut akan memperkuat koordinasi lintas sektor dalam upaya pencegahan, rehabilitasi, hingga penindakan terhadap pelaku peredaran narkoba.

“Selama ini penanganan narkoba dilakukan oleh berbagai pihak. Dengan hadirnya BNNK, koordinasi akan semakin kuat, terarah, dan memiliki fokus yang jelas. Ini menjadi langkah strategis dalam menjaga keamanan sosial masyarakat,” ujarnya.

Ia juga menyoroti pentingnya perlindungan terhadap sektor pariwisata yang saat ini terus berkembang di Aceh Tengah.

Menurutnya, daerah yang dikenal sebagai salah satu destinasi wisata unggulan di Aceh harus dijaga dari berbagai ancaman yang dapat merusak citra daerah, termasuk peredaran narkotika.

“Pariwisata yang tumbuh harus dibarengi dengan keamanan dan ketertiban. Jangan sampai kemajuan yang kita bangun terganggu oleh masuknya jaringan narkoba ke wilayah wisata maupun lingkungan masyarakat,” katanya.

Lebih lanjut, Fahrijal mengajak seluruh elemen masyarakat untuk ikut berperan aktif dalam memerangi narkoba.

Menurutnya, perang terhadap narkotika tidak bisa hanya dibebankan kepada aparat penegak hukum, tetapi membutuhkan keterlibatan keluarga, tokoh masyarakat, lembaga pendidikan, dan seluruh lapisan masyarakat.

“Pembentukan BNNK adalah langkah besar, tetapi keberhasilannya sangat bergantung pada dukungan masyarakat. Kita harus bersama-sama menjaga Aceh Tengah agar tetap menjadi daerah yang aman, sehat, dan bebas dari ancaman narkoba,” pungkasnya.

Laporan | Karmiadi 

BERITA TERKAIT

BERITA TERKINI

BERITA TERKINI