HARIE.ID | TAKENGON – Kementerian Ekonomi Kreatif Republik Indonesia mengaktifkan kembali ruang kreatif di Aceh Tengah melalui pelatihan Aktivasi Ruang Kreatif Merah Putih yang digelar selama dua hari, 18 – 19 September 2026, di Gedung Pendari, Takengon.
Kegiatan tersebut diikuti sekitar 80 pelaku dan calon pelaku ekonomi kreatif dari Aceh Tengah dan Bener Meriah, dengan fokus membangun kembali aktivitas ekonomi kreatif sekaligus memperkuat kapasitas pelaku usaha setelah bencana hidrometeorologi yang melanda wilayah tersebut.
Sekretaris Deputi Bidang Kreativitas Media Kementerian Ekonomi Kreatif, Selliane Halia Ishak mengatakan, program tersebut dirancang untuk menggairahkan kembali ruang-ruang kreatif masyarakat di daerah terdampak.
“Ekonomi kreatif di Indonesia terdiri dari 21 subsektor, di antaranya film, barista, fashion, fotografi, konten digital dan belasan subsektor lainnya. Intinya kali ini kami turun ke tiga provinsi, Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Barat,” kata Selliane.
Menurutnya, pelatihan tidak hanya berisi materi pembelajaran, tetapi menjadi ruang bertukar gagasan dan membangun jejaring antarpelaku ekonomi kreatif.
Khusus Aceh Tengah, materi diarahkan pada pengembangan ekonomi lokal, positioning, branding, storytelling produk hingga manajemen produk.
“Aceh Tengah memiliki potensi dalam mengembangkan ekonomi kreatif yang mampu menjangkau pasar lebih luas,” ujarnya.
Kementerian Ekraf juga menghadirkan Muhammad Hafidullah, Board Advisor Ruang 412 dari Yogyakarta, untuk berbagi pengalaman mengenai pengembangan ekosistem ekonomi kreatif.
Selliane menjelaskan, Aktivasi Ruang Kreatif Merah Putih merupakan bagian dari program rehabilitasi dan rekonstruksi yang menggunakan cadangan anggaran negara untuk wilayah terdampak bencana di tiga provinsi di Sumatera.
Program tersebut, kata dia, direncanakan berlanjut hingga 2028. Namun, keberlanjutan program akan bergantung pada hasil evaluasi terhadap manfaat pelatihan bagi peserta.
“Keberlanjutan program ini tergantung pada peserta. Nanti akan dievaluasi. Bila pelatihan ini tidak bermanfaat, tidak akan dilanjutkan dan terancam dipindahkan ke tempat lain,” tegas Selliane.
Ia berharap para pelaku ekonomi kreatif mampu memanfaatkan pelatihan tersebut untuk memulihkan sekaligus mengembangkan usaha mereka setelah bencana.
“Ke depan bisa lebih maju dalam memperkuat ekonomi masyarakat Kabupaten Aceh Tengah,” katanya.
Bupati Aceh Tengah, Drs. Haili Yoga, melalui Plt Sekretaris Daerah Alam Syuhada, menyampaikan apresiasi kepada pemerintah pusat, khususnya Kementerian Ekonomi Kreatif, atas dukungan terhadap pemulihan ekonomi masyarakat.
Ia berharap pelaku ekonomi kreatif di Aceh Tengah tidak sekadar kembali beraktivitas, tetapi mampu meningkatkan profesionalisme dan daya saing.
“Di masa yang akan datang ekonomi kreatif di Aceh Tengah bisa lebih profesional dan berdaya saing tinggi,” kata Alam.
Menurut Alam, bencana hidrometeorologi yang melanda Aceh Tengah menyebabkan berbagai aktivitas masyarakat terganggu, mulai dari akses transportasi, listrik, telekomunikasi hingga kegiatan ekonomi.
“Untuk menumbuhkan kembali ekonomi agar bisa bangkit, diharapkan para peserta mengikuti pelatihan ini dengan baik sehingga dapat berlanjut di tahun depan. Ini merupakan peluang besar bagi kita semua dalam rangka menumbuhkan ekonomi di Aceh Tengah,” pungkasnya.
Laporan | Karmiadi











