ADVERTISEMENT
harie.id
  • SERAMI
  • BENGKON
  • BERANANG
  • GEGAYANG
  • KEBEN
  • REGEM
  • SANTON
  • SELADANG
  • Tentang HARIE.ID
  • NEWSROOM HARIE.ID
  • SERAMI
  • BENGKON
  • BERANANG
  • GEGAYANG
  • KEBEN
  • REGEM
  • SANTON
  • SELADANG
  • Tentang HARIE.ID
  • NEWSROOM HARIE.ID
No Result
View All Result
harie.id
No Result
View All Result
Home PILKADA

Mahar Politik untuk Berlayar, Gratis atau “Omong Pesot”

by Arinos
5 Mei 2024
A A
Mahar Politik untuk Berlayar, Gratis atau “Omong Pesot”

Ilustrasi mahar politik penetapan sosok maju sebagai bakal calon Bupati (Photo/Ist)

Catatan Redaksi 

HARIE.ID, TAKENGON | Kontestasi Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak tahun 2024 sudah mulai berwarna di Kabupaten Aceh Tengah.

Sejumlah tokoh mulai mendaftarkan diri ke Partai Politik (Parpol) yang memperoleh kursi pada Pileg Pemilu 14 Februari 2024 lalu.

BACA JUGA

Kasus HIV/AIDS Aceh Tengah Capai 97 Orang, Separuh Indikasi Homoseksual 

Sosok Jauhari, Merangkul dengan Humor, Mundur karena Prinsip

Kadis Pertanian Aceh Tengah Jauhari Mengundurkan Diri 

Menyeruak nama – nama politisi, terkecuali nama yang menempuh jalur independen untuk merebut BL I G di Kabupaten Aceh Tengah.

Partai “Penguasa” Kursi di DPRK Aceh Tengah telah ditentukan oleh penyelenggara Pemilu (KIP) Aceh Tengah, bahkan, sudah diketahui sejumlah Parpol yang memiliki Fraksi penuh.

Ada sejumlah Partai lain yang turut memperoleh kursi dan memiliki kekuatan untuk mengusung pasangan calon atau koalisi lintas Partai ikut memanaskan mesin untuk sampai ke tujuan.

Kini hangat diperbincangkan terkait “Mahar Politik”, lantaran, Partai telah membuka persyaratan untuk putra putri terbaik Aceh Tengah untuk diusung sebagai bakal Calon Bupati dan Wakil Bupati.

Dalam satu perahu, tak ayal, sosok yang mendaftar lebih dari satu. Hal ini telah santer dibicarakan di daerah berhawa sejuk itu.

Tak ada makan siang gratis hal lumrah yang santer kita dengar. Pepatah populer sejak 1930-an ini menyampaikan pandangan tidak mungkin mendapatkan sesuatu secara cuma-cuma.

Mahar politik cenderung menjadi bahagian yang tak terlepas dari pengusungan sejumlah nama ke publik.

Mahar politik uang adalah induk dari korupsi di sebuah Negeri. Salah satu bentuk politik uang yang banyak terjadi adalah pemberian mahar politik kepada partai.

Praktik ini akan merusak demokrasi, sekaligus menghasilkan pemimpin yang tidak kompeten dan korup.

Mahar Politik adalah sejumlah uang yang diberikan orang atau lembaga kepada partai politik atau koalisi partai dalam proses pencalonan kepal daerah atau seseorang yang akan di usung.

Dari pengertian tersebut, politik uang jenis ini terjadi di tahap pencalonan oleh Partai, pemberi mahar bisa siapa saja, baik dari internal atau eksternal.

Sering juga dikenal dengan istilah “Uang Perahu”. Seseorang membayar uang agar mendapatkan kendaraan di partai politik agar dicalonkan.

Mahar diberikan untuk mendapat “Tiket” dan restu dari Parpol. Mereka berargumen, ini perlu untuk menggerakkan mesin politik.

“Stempel” itu mahal, jarang diketahui secara kasat mata, namun, praktek ini kerap saja terjadi saat proses pencalonan.

Aspek ini membuat ongkos politik di Indonesia sangat mahal. Nilai transaksi di bawah tangan ini sangat fantastis, bahkan, dugaan nilai per kursi turut di “tawar”.

Semakin besar uang yang dikeluarkan tentu semakin besar peluang kandidat itu untuk diusung Partai.

Para kontestan harus merogoh kocek lewat rekening Gold dan tidak bisa ditarik di ATM simpang lima. Harus lewat Bank induk dan butuh pengawalan atau kirim lewat aplikasi mobile.

Nilai mahar bahkan terkadang lebih besar dari total harta kandidat pemberinya. Ini bisa saja terjadi. Bahkan, ada pendana di balik mahar politik, baik pengusaha, individu, atau pihak swasta.

Pendana ini otomatis muncul, seperti bandar turut mencukongi mahar politik. Karena tidak ada yang gratis.

Parahnya lagi, jika terpilih, sosok ini akan menguntungkan dirinya sendiri karena berpikir untuk balik modal.

Kendati mahar politik telah menjadi sebuah rahasia umum, namun pembuktiannya sulit dilakukan, lantaran dilakukan dengan terbatas dan rahasia.

Selain itu, untuk membuktikan mahar politik, mesti ada pengakuan dari pemberi. Adanya sanksi pidana bagi pemberi dan penerima mahar politik membuat pengakuan. Ini sulit terealisasi.

Praktek korupsi ini dampak nya sangat buruk, baik bagi demokrasi, regulasi, dan masyarakat secara luas.

Kandidat yang terpilih karena mahar politik terbukti belum memiliki integritas dan kapasitas menjadi pemimpin.

Dengan mengandalkan uang, figur yang terpilih memiliki karakter yang pragmatis, dan merasa bisa menang dengan cara apapun, bukan yang kuat berintegritas dan ideal.

Selain itu, terpilih karena mahar politik membuat seseorang akan putar otak mengembalikan modal yang dikeluarkannya untuk mengikat restu dari partai.

Akhirnya setelah duduk di kursi eksekutif, regulasi yang dihasilkan hanya menguntungkan diri dan kelompoknya saja, bukan bermuara pada rakyat.

Jika karakter Aceh Tengah terus dilakukan seperti ini, dampak nya terus berkelanjutan, perilaku “ketok palu” (penetapan -red) rentan korupsi.

Salah satu produk yang dihasilkan, regulasi yang dikeluarkan lebih menguntungkan dirinya sendiri, tolak ukur yang dilakukan adalah balik modal.

Mahar politik merusak demokrasi dan sistem pengkaderan Partai. Mahar bisa menggeser figur-figur potensial yang berintegritas di partai dengan sosok baru yang berani bayar mahal.

Terakhir yang mendapatkan tiket Partai Politik adalah yang berani membayar lebih besar, bukan berdasarkan kapasitas dan kompetensi kader.

Saat ini yang kerap di sebut – sebut, bukan hanya elektabilitas, integritas, melainkan satu faktor yang menjadi penentu adalah “Isi Tas”.

Semoga Aceh Tengah jauh dari praktek korupsi ini. Kabupaten negeri seribu Aulia ini butuh sosok yang mampu membangun negeri ini dan mensejahterakan masyarakat secara umum.

Slogan politik tanpa mahar diharap bukan hanya “Omong Pesot (red-gayo), artinya, bukan hanya slogan – slogan yang muncul ke publik (omong kosong), melainkan realita nyata yang diterapkan demi sosok yang terbaik untuk Aceh Tengah. Semoga!.

[ ARINOS ]

Tags: Aceh TengahPilkada 2024
SendShare6Tweet4

BERITA TERKAIT

Sejak 2018-2026, Aceh Tengah Catat 85 Kasus HIV/AIDS, 30 Penderita AIDS Meninggal

Kasus HIV/AIDS Aceh Tengah Capai 97 Orang, Separuh Indikasi Homoseksual 

26 September 2026
Sosok Jauhari, Merangkul dengan Humor, Mundur karena Prinsip

Sosok Jauhari, Merangkul dengan Humor, Mundur karena Prinsip

25 September 2026
Kadis Pertanian Aceh Tengah Jauhari Mengundurkan Diri 

Kadis Pertanian Aceh Tengah Jauhari Mengundurkan Diri 

24 September 2026
Komitmen Bersama! “Jika Oknum TNI/Polri Terlibat PETI dan Mafia BBM Siap Dicopot”

Komitmen Bersama! “Jika Oknum TNI/Polri Terlibat PETI dan Mafia BBM Siap Dicopot”

24 September 2026
Peserta Aksi di DPRK, Minta Bupati Haili Yoga Hadir: “Kalau Tidak Kami Jemput ke Pendopo”

Peserta Aksi di DPRK, Minta Bupati Haili Yoga Hadir: “Kalau Tidak Kami Jemput ke Pendopo”

24 September 2026
Masjid Ruhama Takengon Dibahas dengan Menlu, Haili Yoga Prediksi Anggaran Rp300 – Rp500 Miliar

Masjid Ruhama Takengon Dibahas dengan Menlu, Haili Yoga Prediksi Anggaran Rp300 – Rp500 Miliar

23 September 2026
Next Post
Perbaikan Ruas Jalan Lintang, Rekanan Mulai Lakukan Pengukuran

Perbaikan Ruas Jalan Lintang, Rekanan Mulai Lakukan Pengukuran

BERITA TERKINI

Sejak 2018-2026, Aceh Tengah Catat 85 Kasus HIV/AIDS, 30 Penderita AIDS Meninggal

Kasus HIV/AIDS Aceh Tengah Capai 97 Orang, Separuh Indikasi Homoseksual 

26 September 2026
Sosok Jauhari, Merangkul dengan Humor, Mundur karena Prinsip

Sosok Jauhari, Merangkul dengan Humor, Mundur karena Prinsip

25 September 2026
Kadis Pertanian Aceh Tengah Jauhari Mengundurkan Diri 

Kadis Pertanian Aceh Tengah Jauhari Mengundurkan Diri 

24 September 2026
Komitmen Bersama! “Jika Oknum TNI/Polri Terlibat PETI dan Mafia BBM Siap Dicopot”

Komitmen Bersama! “Jika Oknum TNI/Polri Terlibat PETI dan Mafia BBM Siap Dicopot”

24 September 2026
Peserta Aksi di DPRK, Minta Bupati Haili Yoga Hadir: “Kalau Tidak Kami Jemput ke Pendopo”

Peserta Aksi di DPRK, Minta Bupati Haili Yoga Hadir: “Kalau Tidak Kami Jemput ke Pendopo”

24 September 2026
Masjid Ruhama Takengon Dibahas dengan Menlu, Haili Yoga Prediksi Anggaran Rp300 – Rp500 Miliar

Masjid Ruhama Takengon Dibahas dengan Menlu, Haili Yoga Prediksi Anggaran Rp300 – Rp500 Miliar

23 September 2026
Rotasi 9 Pejabat Eselon II, Khairmansyah Duduki Kursi Asisten, Haili Yoga: “Matahari Tetap Satu”

Rotasi 9 Pejabat Eselon II, Khairmansyah Duduki Kursi Asisten, Haili Yoga: “Matahari Tetap Satu”

23 September 2026
Besok, Bupati Haili Yoga Rotasi Pejabat Eselon II

Besok, Bupati Haili Yoga Rotasi Pejabat Eselon II

22 September 2026
Menagih Janji Bank Aceh, Bangun Tugu Gajah di Paya Tumpi Senilai Rp3,7 Miliar 

Menagih Janji Bank Aceh, Bangun Tugu Gajah di Paya Tumpi Senilai Rp3,7 Miliar 

22 September 2026
Skill Up Lab Dorong Anak Muda Bener Meriah Jadi Pelaku Ekonomi Kreatif

Skill Up Lab Dorong Anak Muda Bener Meriah Jadi Pelaku Ekonomi Kreatif

19 September 2026

BANYAK DIBACA

  • Kadis Pertanian Aceh Tengah Jauhari Mengundurkan Diri 

    Kadis Pertanian Aceh Tengah Jauhari Mengundurkan Diri 

    58 shares
    Share 23 Tweet 15
  • Rotasi 9 Pejabat Eselon II, Khairmansyah Duduki Kursi Asisten, Haili Yoga: “Matahari Tetap Satu”

    44 shares
    Share 18 Tweet 11
  • Peserta Aksi di DPRK, Minta Bupati Haili Yoga Hadir: “Kalau Tidak Kami Jemput ke Pendopo”

    39 shares
    Share 16 Tweet 10
  • Besok, Bupati Haili Yoga Rotasi Pejabat Eselon II

    22 shares
    Share 9 Tweet 6
  • Sosok Jauhari, Merangkul dengan Humor, Mundur karena Prinsip

    18 shares
    Share 7 Tweet 5
  • Tentang HARIE.ID
  • REDAKSI
  • KODE ETIK
  • PEDOMAN HAK JAWAB
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
PT.TANOH GAYO MULTIMEDIA

© 2024 harie.id .

No Result
View All Result
  • SERAMI
  • BENGKON
  • BERANANG
  • GEGAYANG
  • KEBEN
  • REGEM
  • SANTON
  • SELADANG
  • Tentang HARIE.ID
  • NEWSROOM HARIE.ID

© 2024 harie.id .