HARIE.ID | BANDA ACEH – Upaya pelestarian budaya Gayo mendapat perhatian melalui penyelenggaraan Workshop Amanat Tari Guel yang digelar di Taman Budaya Banda Aceh, 12–13 November 2025.
Kegiatan ini menjadi wadah bagi para seniman dan koreografer untuk memahami filosofi mendalam di balik setiap gerak dalam Tari Guel, tarian sakral yang mengandung nilai sejarah, sastra, musik, dan seni pertunjukan.
Workshop ini rencananya akan dibuka langsung oleh Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh, Dedy Yuswadi, AP, dengan melibatkan sebanyak 25 peserta, yang sebagian besar merupakan koreografer dan pelaku seni dari berbagai daerah di Aceh, baik dari dataran tinggi maupun pesisir.
Mengangkat tema “Amanat Tari Guel”, kegiatan ini bertujuan menelusuri makna filosofis dan pesan moral yang terkandung dalam setiap gerakan tarian tersebut, agar generasi muda mampu melestarikan dan menafsirkan Tari Guel sesuai nilai aslinya.
Sejumlah narasumber berkompeten turut hadir dalam kegiatan ini, di antaranya Teuku Aga Renggali, Zulfikar Ahmad, dan Darmiana Suasti.
Dalam paparannya, Teuku Aga Renggali menekankan pentingnya pemahaman terhadap Tari Guel, bukan hanya sebagai pertunjukan artistik, tetapi juga sebagai warisan budaya yang menyatukan nilai-nilai spiritual, estetika, dan sejarah.
“Tari Guel bukan sekadar sejarah, tapi juga sebuah pertunjukan yang mengandung pesan dan amanat. Ini adalah warisan yang harus terus dijaga agar identitas masyarakat Indonesia, khususnya Gayo, tetap hidup,” ujar Aga, Selasa 11 November 2025 lewat sambungan WhatsApp.
Ia juga berharap agar para peserta tidak hanya memahami bentuk luar dari tarian, tetapi juga makna filosofis di balik setiap gerakan.
“Semua orang tahu Tari Guel, tapi belum banyak yang memahami apa yang tersirat di dalamnya,” tambahnya.
Melalui kegiatan ini, Tari Guel diharap semakin dikenal luas dan menjadi simbol kebanggaan daerah yang dapat menginspirasi generasi muda untuk terus melestarikan seni tradisi Nusantara.
Laporan | Karmiadi





![[Hari Ke-13] 234 Ribu Warga Aceh Tengah Terdampak, 88 Kampung Masih Terisolir](https://harie.id/wp-content/uploads/2025/12/Screenshot_2025-12-07-18-48-34-66_99c04817c0de5652397fc8b56c3b3817-360x180.jpg)






