HARIE.ID | TAKENGON – Anggota DPRK Aceh Tengah dari Fraksi PKS, Ikhsanuddin, mengajak seluruh masyarakat menjadikan peringatan Hari Jadi Kota Takengon ke-449 sebagai momen memperkuat persatuan dan semangat bangkit pascabencana hidrometeorologi yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten tersebut.
Diketahui, Hari Jadi Kota Takengon diperingati setiap tanggal 17 Februari. Pada tahun 2026 ini, Kota Takengon genap berusia 449 tahun.
Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah menetapkan hari jadi tersebut berdasarkan Qanun Nomor 10 Tahun 2010 yang merujuk pada tahun 1577 sebagai tonggak sejarah berdirinya Kota Takengon.
Pada peringatan tahun ini, Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah mengangkat tema “Bersatu untuk Bangkit”.
Namun, sebagai bentuk empati dan fokus pada proses pemulihan masyarakat pascabencana hidrometeorologi, Pemkab Aceh Tengah memutuskan untuk meniadakan seluruh rangkaian kegiatan dan perayaan seremonial.
Menurut Ikhsanuddin, keputusan tersebut merupakan langkah yang tepat karena saat ini perhatian seluruh elemen masyarakat harus difokuskan pada upaya pemulihan dan membantu warga yang terdampak bencana.
“Atas nama pribadi dan Anggota DPRK Aceh Tengah Fraksi PKS, saya mengucapkan selamat Hari Jadi Kota Takengon ke-449. Meski tahun ini tidak ada perayaan, semangat hari jadi tetap harus hidup dalam hati kita semua, yakni semangat untuk bersatu, saling menguatkan, dan bangkit bersama dari berbagai ujian yang sedang kita hadapi,” ujar Ikhsanuddin, Selasa (17/2/2026).
Ia mengatakan, Kota Takengon yang dikenal sebagai kota berhawa sejuk dan kaya akan budaya serta keindahan alam telah melewati berbagai dinamika sejarah selama ratusan tahun.
Karena itu, masyarakat Aceh Tengah diyakini memiliki ketangguhan dan semangat gotong royong untuk melewati masa sulit akibat bencana.
“Takengon telah berdiri selama 449 tahun. Kota ini telah menghadapi berbagai tantangan dan selalu mampu bangkit. Saya yakin, dengan kebersamaan dan solidaritas yang kuat, masyarakat Aceh Tengah akan mampu melewati masa pemulihan ini dan kembali membangun daerah yang kita cintai,” katanya.
Ikhsanuddin juga mengajak seluruh masyarakat untuk menjadikan tema Bersatu untuk Bangkit menjadi gerakan bersama dalam membantu sesama, memperkuat solidaritas sosial, serta mendukung berbagai program pemulihan yang dilakukan pemerintah.
“Momentum Hari Jadi Kota Takengon tahun ini mengajarkan kepada kita bahwa esensi sebuah perayaan bukanlah kemeriahan, tetapi rasa syukur, kepedulian, dan kebersamaan. Mari kita jadikan hari jadi ini sebagai penguat optimisme bahwa Aceh Tengah akan bangkit lebih kuat dan lebih baik,” ujarnya.
Ia berharap, semangat persatuan yang telah diwariskan oleh para pendahulu dapat terus dijaga oleh seluruh masyarakat sehingga Takengon tidak hanya dikenal sebagai kota yang indah, tetapi juga sebagai daerah yang tangguh menghadapi tantangan.
“Selamat Hari Jadi Kota Takengon ke-449. Bersatu untuk Bangkit bukan hanya tema, tetapi tekad kita bersama untuk memulihkan daerah, menjaga persaudaraan, dan mewujudkan Aceh Tengah yang maju, tangguh, dan sejahtera,” pungkas Ikhsanuddin.
Laporan | Karmiadi











