HARIE.ID | TAKENGON – Kelangkaan pupuk subsidi jenis Phonska mulai dirasakan petani di Kabupaten Aceh Tengah.
Sejumlah kios mengaku stok belum tersedia karena distribusi yang tersendat.
Salah satu petani, Junaidi berujar, dirinya telah berkeliling ke berbagai gerai pupuk namun tidak berhasil mendapatkan Phonska. Ia menilai distribusi pupuk subsidi harus lebih transparan dan tepat sasaran.
“Ini kan pupuk subsidi, harusnya tepat sasaran, jangan hanya dinikmati segelintir pihak. Dampaknya harus langsung dirasakan petani,” ujar Junaidi, Jumat 17 April 2026.
Keluhan serupa juga muncul dari petani lain yang mulai kesulitan memenuhi kebutuhan pemupukan.
Kondisi ini dikhawatirkan berdampak pada produktivitas pertanian di wilayah dataran tinggi Gayo tersebut apalagi saat ini sedang musim penghujan.
“Begitu masuk pupuk subsidi ini langsung habis, kami tidak kebagian,” kata Amna menyebut berasal dari Kecamatan Bintang.
Terpisah, distributor pupuk di Aceh Tengah, Yasnizary, mengakui distribusi pupuk memang belum optimal.
Ia menyebut kendala utama berada pada proses penyaluran serta keterbatasan kuota.
“Pupuk tetap masuk, tapi tidak mencukupi. Saat ini distribusi belum maksimal,” kata Yasnizary saat dikonfirmasi Harie.id, Sabtu 18 April 2026.
Ia menjelaskan, kuota pupuk untuk Aceh Tengah hanya sekitar 2.500 ton per tahun. Penyaluran pun bergantung pada kemampuan kios dalam menebus pupuk dari distributor.
Selain itu, faktor infrastruktur turut menjadi hambatan. Akses jalan menuju sejumlah wilayah, seperti Celala, belum sepenuhnya mendukung distribusi.
“Kami terus berupaya memasok pupuk ke Aceh Tengah. Namun ada wilayah yang belum bisa kami jangkau karena kondisi jalan belum memungkinkan,” ujarnya.
Meski demikian, ia memastikan distribusi tetap berjalan meski belum merata. Hampir setiap kali pupuk masuk, stok langsung terserap pasar.
“Pupuk setiap hari masuk ke Aceh Tengah, memang pasokan nya belum maksimal,” pungkasnya.
Laporan | Karmiadi












