DEPOK | HARIE.ID – Reje Kampung Keramat Mupakat, Kecamatan Bebesen, Kabupaten Aceh Tengah, Iman Ahmadi, S.Pd.I., mendorong penguatan mitigasi bencana dan pengembangan wisata desa saat berdiskusi langsung dengan Direktur Jenderal Bina Pemerintahan Desa Kementerian Dalam Negeri, Laode Ahmad P. Bolombo, di sela Program Kepala Desa Masuk Kampus (KDMK) yang digelar di Universitas Indonesia, Depok, Sabtu 04 Juli 2026.
Pertemuan tersebut bagi Iman Ahmadi, membawa isu-isu strategis yang dihadapi kawasan Gayo, khususnya Aceh Tengah, kepada pemerintah pusat.
Dalam dialog itu, ia menekankan pentingnya membangun desa yang tangguh menghadapi bencana sekaligus mampu mengoptimalkan potensi ekonomi melalui sektor pariwisata.
Menurut Iman Ahmadi, kondisi geografis Aceh Tengah yang berada di kawasan pegunungan dengan berbagai potensi risiko bencana menuntut adanya penguatan kapasitas pemerintah desa.
Kesiapsiagaan aparatur desa dinilai menjadi faktor penting agar upaya mitigasi, penanganan darurat, hingga pemulihan pascabencana dapat berjalan lebih cepat, efektif, dan terkoordinasi.
Selain membahas mitigasi bencana, Iman juga memaparkan potensi wisata yang dimiliki Kampung Keramat Mupakat.
Ia menilai, desa tersebut memiliki peluang besar untuk berkembang menjadi destinasi wisata berbasis potensi lokal yang mampu mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.
“Pengembangan wisata desa tidak dapat berjalan sendiri. Dibutuhkan sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, perguruan tinggi, dan masyarakat agar potensi yang dimiliki desa dapat berkembang secara berkelanjutan,” ujarnya.
Menanggapi hal tersebut, Direktur Jenderal Bina Pemerintahan Desa Kemendagri, Laode Ahmad P. Bolombo, menyambut positif berbagai gagasan yang disampaikan.
Menurutnya, Program Kepala Desa Masuk Kampus menjadi wadah strategis bagi para kepala desa untuk memperluas wawasan, berbagi pengalaman, sekaligus membangun jejaring dalam meningkatkan kualitas tata kelola pemerintahan desa.
Pada kesempatan itu, Iman Ahmadi turut mengundang Laode Ahmad P. Bolombo beserta jajaran dan tim ahli Direktorat Jenderal Bina Pemerintahan Desa untuk berkunjung ke Kampung Keramat Mupakat.
Kunjungan tersebut diharapkan menjadi langkah awal memperkuat kolaborasi dalam pengembangan desa tangguh bencana, peningkatan kapasitas pemerintahan desa, serta pengembangan sektor pariwisata berbasis potensi lokal.
Diketahui, program Kepala Desa Masuk Kampus yang berlangsung di Universitas Indonesia diikuti ratusan kepala desa dari berbagai daerah di Indonesia.
Program ini menjadi bagian dari upaya memperkuat kompetensi aparatur pemerintahan desa melalui kolaborasi dengan perguruan tinggi, sekaligus melahirkan berbagai inovasi pembangunan desa yang adaptif terhadap tantangan masa depan.
Laporan | Karmiadi











