HARIE.ID, TAKENGON | Di tengah euforia libur Hari Raya Idulfitri, Badan Pengelolaan Keuangan Kabupaten (BPKK) Aceh Tengah menunjukkan komitmen tetap melaksanakan pelayanan publik dan pengawasan aktif di lapangan.
Pada Minggu 6 April 2025 kemarin, tim BPKK turun langsung ke sejumlah lokasi wisata, menyasar pengelola tempat rekreasi dalam rangka mengawal potensi Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor pariwisata.
Kepala BPKK Aceh Tengah, Gunawan Putra menyebut, kegiatan ini merupakan bagian dari upaya strategis mencegah hilangnya potensi penerimaan pajak dan retribusi daerah di momen tingginya arus kunjungan wisatawan.
“Dengan meningkatnya kunjungan, tentu harus dibarengi dengan kesadaran semua pihak terhadap kewajiban perpajakan. Ini demi kepentingan pembangunan daerah,” tegasnya, Senin 07 April 2025.
Melalui pendekatan persuasif katanya, tim BPKK tidak hanya mengawasi, namun juga memberikan edukasi komprehensif kepada para pengelola tempat wisata.
Mereka dihimbau agar taat terhadap ketentuan penggunaan media pungut resmi (terperforasi), sebagai simbol transparansi dan akuntabilitas pembayaran pajak serta retribusi.
Kegiatan ini pun membuahkan hasil positif. Sejumlah pengelola wisata, termasuk dari kawasan Puncak Al-Kahfi Pantan Terong di Kecamatan Bebesen, menyatakan kesiapan mereka untuk mengajukan permohonan penggunaan media pungut resmi ke BPKK Aceh Tengah.
Kepala Bidang Pendapatan BPKK Aceh Tengah, Anhar, menegaskan pentingnya peran sektor pariwisata dalam menyumbang PAD.
“Kepatuhan para pengelola sangat vital. Dana yang masuk dari pajak dan retribusi akan kembali ke masyarakat dalam bentuk pembangunan infrastruktur dan peningkatan layanan publik,” ujarnya.
Ia juga menambahkan, penggunaan media pungut resmi menjadi langkah penting untuk meminimalisir potensi pungutan liar.
“Kami berharap setelah sosialisasi ini, seluruh pengelola segera mengajukan pengesahan media pungut. Ke depan, kami akan terus mendampingi dan membangun sinergi yang positif demi kesejahteraan bersama,” ujar Anhar.
Langkah proaktif BPKK Aceh Tengah ini katanya lagi, sebagai bentuk langkah visioner dalam menggali potensi PAD.
“Sekaligus memperkuat hubungan konstruktif antara pemerintah daerah dengan pelaku usaha pariwisata,” pungkasnya.
| ARINOS












